WHAT'S NEW?
Loading...
Showing posts with label Batu Akik. Show all posts
Showing posts with label Batu Akik. Show all posts

Tempo kemudian, teman saya di BBM mengajak buat membeli bahan Bacan Doko berat 1,1 kg seharga 37 juta rupiah.

bahan-bacan-doko

Harga Bahan Bacan Doko Puluhan juta itu, (Rp. 37.000.000,-) dianggap murah, "ini harga sesama teman, kalau buat orang lain harganya bertambah lagi", ungkap keliru seseorang kawan aku pada BBM.

Setelah di pikir-pikir, saya urungkan niat buat mengoleksi batu warnanya mampu berubah-ubah, dianggap 'hidup' yang berasal dari Pulau Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara ini.

Pernah pula saya survey harga ke toko Batu Akik di beberapa lokasi, batu bacan yang siap gunakan, sudah pada ikat ring, kisaran harganya 5- 10 juta. Sungguh luar biasa.

Saya sempat juga beranggapan, bahan bacan Doko lebih murah berdasarkan batu akik bacan Doko yg siap pakai, ternyata tidak. Bahan Bacan Doko tetap mahal, yang lebih menyedihkan, penjual nir mau menjual bahan buat satu ukuran medium. Tapi mau menjual satu bongkah akbar dengan berat higienis 1,1 kg.

Peminat Batu Bacan sangat banyak, dan batu Bacan Doko juga sudah terkenal se-nusantara bahkan hingga ke luar negri, faktor ini lah yang membuat harga batu akik bacan semahal  'tuba'. Tuba di jual bebas di pasaran, tapi tidak semua orang yang mau membeli. Meskipun ia mampu membeli.

Penulis tanya, ketika korban akan pada tolong di Kamar Operasi RSUD dr Adnaan WD, " Apa yang menyebabkan cincin tadi mampu melukai jari tengah bapak? Dan kenapa cincin tadi nir sanggup di buka?"

Bapak itu (Mr.X) menjelaskan, " Cincin yang saya pakai ini  ringnya longgar, agar tidak lepas dengan mudah, saya halangi dengan cincin satu lagi di depannya, eh tau-tuanya cincin akik yang kelonggaran itu masuk dan menutupi cincin penyangga, akhirnya dalam satu jari cincin saya dua dan satu lagi di tutupi oleh cincin besar ini", ungkapnya.

Cincin yang menyatu pada jarinya itu otomatis menganggu dan menyakitkan jari, dan aliran darah ke ujung jari terhambat, di tempat tinggal telah beliau coba membuka dengan memutus ring. Usahanya tidak berhasil, malahan jari tengahnya luka, dan jari tengah mulai bengkak, & beliau cemas, akhirnya di bawa ke RSUD dr Adnaan WD.

Di Kamar Operasi di tolong oleh dr. Ridwan Muchtar, Sp.B & Perawat Kamar Operasi Ari Wanhari, AMd.Kep. Tidak berapa usang, Cincin yang menjepit jari Mr.X dapat dibongkar dan dilepaskan dan Mr.X pun senyum lega, termasuk keluarganya pada luar yang mengantarkan.

Pengakuan, dr. Ridwan Muchtar, Sp.B, " waktu di tolong tadi, pasien nir pada bius umumdanquot;. Sementara Ari wanhari menjelaskan, " Per mata/Batu akiknya dilepas dulu pada lepas menurut gagang, lalu cincin penyangga yg mengganjal di dalam dimuntahkan menggunakan hati-hati, & akhirnya bebas, serta cincin yang akbar pun mudah pada buka". Tandasnya.

Pantauan penulis, semenjak 3 tahun terakhir sudah dua kali pasien terjepit jarinya karena gagang batu cincin yang di tolong pada RSUD dr Adnaan WD. Semoga ke depannya tidak terdapat lagi yg bermasalah dengan Batu cincin, hingga wajib di tolong di Rumah Sakit.(*)

Beraneka ragam motif dan warna batu lumut suliki bikin liur penulis meleleh. Warna bercak hijau pada tengah bawah dalam gambar misalnya, seakan apik terlihat di pakai di jari manis. Sedangkan lumut Suliki Motif  suto (sutra) warna coklat muda ditengah atas dalam gambar juga buat penulis "mabuk kepayang" akan keindahannya.

batu-akik-lumut-suliki
Ragam Batu Akik  Lumut Suliki

Bentuk dan motif Batu Akik Suliki inilah yang membuat penulis selalu tertarik untuk membahasnya di Medianers, meskipun penulis sendiri tidak mengoleksinya, namun penulis jadi pengamat akan keindahan Lumut Suliki milik kawan  di Payakumbuh yang ia upload di Media Sosial.

Berbagai alasan, orang ingin dan menyukai batu akik Suliki, sebelumnya penulis juga telah membahas alasan kolektor ingin mengoleksi batu akik lumut Suliki di Medianers. Diantaranya, karena warna dan motif yang unik.

Ragam warna dan corak lumut suliki bervariasi, ada warna kuning, warna merah, warna putih campur biru, dan ada juga warna campuran (kombinasi). Menurut penulis, itulah yang membuat batu akik Suliki menjadi menarik dan pantas  di koleksi.

Berbeda dengan batu akik lumut lainnya yang ada di Indonesia, biasanya warnanya hanya hijau, tapi tidak pada batu akik lumut Suliki warnanya beragam dan motifnya selalu berbeda antara batu satunya dengan yang lainnya, boleh di katakan, batu lumut Suliki "limited edition" seakan memiliki serial yang  berbeda tiap produk.

Sayangnya, diantara kelebihan dan keunikan lumut Suliki, terdapat jua kekurangan, yakni dari segi harga. Bagi kolektor harus menyediakan uang yg lumayan buat memilikinya, bila ingin memiliki lumut Suliki kualitas super, karena yang tembus pandang, tanpa senter, dan punya motif unik dan rona menarik harganya mahal, pada atas 1 jutaan.

Penulis menjadi pecinta sekaligus pengamat batu akik lumut Suliki, insha allah akan membahas kelebihan & kekurangan batu akik lumut Suliki dilain kesempatan. (Nurman).

Tidak mampu diingkari bahwa peminat lumut Suliki meningkat, semakin dilirik sang para pecinta batu akik, hukum ekonomi pun berlaku, apabila peminat suatu barang semakin tinggi, maka harganya pun naik. Lumut Suliki yang sudah jadi, siap pakai, kisaran harganya 500 ribu sampai 1,5 juta an. Bahkan, jika sudah nominator atau menang kontes harganya luar biasa.

Saran menurut Medianers bagi kolektor yang ingin mengoleksi lumut Suliki menggunakan dana pas-pasan usahakan beli bahan mentah, lalu olah & hasilnya insha allah akan memuaskan.

Kisaran harga bahan mentah lumut Suliki kualitas super sekitar 50-100 ribu/potong ukuran medium. Bahan Mentah ini banyak beredar di kios atau pengrajin lumut Suliki yang ada di Kabupaten 50 Kota dan Payakumbuh, juga daerah lain yang berdekatan.

Apabila akses anda jauh menurut daerah yg pada sebutkan, maka anda sanggup membeli via internet (media umum).

Mengapa harganya mampu murah? Lantaran bahan mentah motif lumut Suliki belum kelihatan. Jika bahan yg telah jadi harganya mahal, karena motif, warna dan bentuknya sudah kelihatan. Letak keindahan batu akik lumut Suliki itu terletak pada motif dan warnanya.

Nah, bila anda tertarik mengoleksi batu Akik Lumut Suliki dengan harga murah, usahakan beli bahan mentah.(Nurman)

Medianers ~ Bercerita tentang keindahan batu akik solar Rokan ujung batu, patut di apresiasi dan di acungi jempol akan keindahannya. Solar Rokan tergolong jenis Chalchedony, yakni batu polos dan bening.

Batu akik solar rokan, asal dari Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Solar Rokan disukai oleh penggemar batu akik lantaran kristal yang memancar dari dalam, orang minang menyebutnya "bagewang". Yaitu kristal yang memancar bagaikan giwang/kancing.

Selain memancarkan kristal, batu solar Rokan tergolong keras saat di asah/ dibentuk kata pengrajin batu akik. Menurut berita yang beredar, kekerasan akik solar Rokan mencapai 7 Mohs.

Bagi pembaca yang ingin mengoleksi batu akik jenis Chalchedony, maka solar Rokan menurut penulis termasuk pilihan yg bagus.(Aw)

Terlepas dari khasiat di atas, penulis lebih percaya batu Pirus hanya lah sebuah perhiasan yang menarik dan unik untuk dipandang dan dikenakan di jari manis. Sama seperti mengoleksi Batu Akik Lumut Suliki yang memiliki sejuta keunikan dan keindahan.

Suatu saat, penulis pernah pada tegur oleh seorang bapak paruh baya di sebuah toko alat tulis & foto copy di Bukittinggi. Bapak tersebut meminta agar penulis, mengenakan cincin pirus yg terletak pada jari manis kiri pada pindahkan ke jari tangan kanan. Setelah penulis tanya, alasannya kenapa? Bapak tadi tidak menjelaskan, akan tetapi bapak tersebut seakan 1/2 memaksa. Dari pada berpolemik, akhirnya penulis pindahkan ke jari manis tangan kanan.

Setelah bapak itu pulang, penulis pindahkan lagi ke jari cantik tangan kiri, berhubung pada jari tangan kanan terasa kurang nyaman.

Batu Akik Pirus letak keindahannya dari penulis ada di rona dan diselingi motif serat emas dibagian permukaan. Warna biru di tambah motif unik, seakan batu pirus mirip globe (peta dunia) apabila pada amati sepintas lalu.

Batu Pirus yg indah itu dari penulis, merupakan permukaannya mengkilat & rona biru mencolok, ditambah motif serat emas misalnya garis tak beraturan. Bagi yg suka gaib, mungkin mengkoleksi batu pirus karena khasiatnya, sedangkan penulis sendiri mengoleksi batu pirus cendrung karena keindahannya.

Kabarnya batu pirus imitasi (cetak) pula banyak beredar dipasaran, namun penulis tidak mengetahui persis cara membedakan yg asli menggunakan yg palsu. Apabila anda tertarik mengoleksi batu pirus, harus teliti dan hati-hati sebelum membeli.

Sekian saja dari penulis, cerita tentang Batu Cincin Pirus serat emas, semoga bermanfaat (Nurman).

pesona-batu-akik
Jejeran batu akik dalam sebuah kontes pada

Payakumbuh / Photo: Medianers

Tempo kemudian medianers bertanya dalam Muslim, tukang asah batu akik pada belakang RSUD dr Adnaan WD Payakumbuh, " Kok nggak mengasah batu akik Uda? Mesin asahnya dikemanakan?" Muslim menjawab, " Musim batu akik telah berakhir, orang-orang nir lagi mengasah batu akik." Dan dia menambahkan, mesin asah aku simpan, lantaran tidak terpakai lagi."

Biasanya, penggemar batu akik antrian menunggu giliran mengasah batu akik di loka Muslim, dan beliau pula menyediakan bahan mentah misalnya batu akik lumut Suliki dan pancar warna, sekarang tidak lagi terlihat.

Demikian juga di pasar Payakumbuh, simpang empat tugu adipura, umumnya mobil Avanza menggelar lapak menjual bahan mentah batu akik. Sejak tiga bulan terakhir tidak lagi kelihatan.

Pengrajin batu akik mulai menyusut di Kota Payakumbuh, kontes batu akik pun tidak lagi terdengar.

Kejayaan batu akik mulai pudar dikikis trend. Pecinta batu akik "dadakan" tidak lagi memamerkan koleksi batu akiknya di alam terbuka maupun pada media maya.

Entah apa  gerangan terjadi, medianers juga tidak mengetahui persis. Biasanya di warung, di tempat kerja dan di tempat ngumpul orang-orang lebih cendrung membicarakan batu akik, di banding topik lainnya. Sekarang se akan lenyap di telan zaman, membahas batu akik tidak lagi menarik.

Saat batu akik booming medianers pernah mengulas tentang " Demam Batu Akik" sekarang sepertinya penggemar musiman sudah "sembuh" tidak lagi demam.

Ibarat ekspresi dominan durian & rambutan, lantaran butir-buahan tadi "membanjiridanquot; pasar mengakibatkan konsumen sebagai jenuh. Begitu jua yg terjadi pada batu akik, terlalu poly pada pasaran, akhirnya tak bernilai, orang-orang pun mulai muak dan meninggalkan.

Lucunya, sebuah wilayah pernah mewajibkan PNS mengenakan batu akik produk daerahnya. Dan, bahkan terdapat pula keliru satu daerah menyita temuan bongkahan akbar batu akik yg ditambang warga . Sekarang apa? Batu akik tidak lagi digemari, otomatis nilai ekonomi nir ada. Hasil sitaan pun sia-sia.

Bicara batu akik sebelum musimnya luntur, orang-orang selalu pamer bahwa batu akiknya lah yang " santiangdanquot;, sekarang nir lagi, batu akik tidak lagi menarik, hanya jadi perhiasan lemari. Sepertinya penggemar batu akik mulai malas memasang batu akik besar di jarinya, padahal dulu " wah" dan gaya.

Mungkin suatu nanti, trend batu akik akan balik ramai di pasaran, seperti durian dan rambutan yang selalu dinantikan musimnya.