WHAT'S NEW?
Loading...
Showing posts with label Penyebab. Show all posts
Showing posts with label Penyebab. Show all posts

Penyebab,-Gejala-dan-Jenis-Penyakit-Thalasemia

[ 14/03/2020 09:25:33 ] Seiring denga banyaknya email yg masuk agar postingan pada blog ini selalu uptodate dan bermanfaat, Maka postingan kali ini ialah "Penyebab, Gejala dan Jenis Penyakit Thalasemia" yang sudah diterbitkan pada tanggal 14/03/2020 09:25:33, Mari kita simak sampai selesai berikut ulasan Penyebab, Gejala dan Jenis Penyakit Thalasemia:

  • Penyakit kuning
  • Pertumbuhan lambat
  • Mudah lelah dan sering sesak napas
  • Mudah marah
  • Urine berwarna gelap
  • Perut membengkak
  • Pucat
  • Thalasemia alfa minorYang pertama ialah thalasemia alfa minor. Penyakit ini terjadi karena adanya dua gen yang mengatur produksi protein berjenis alfa globin yang mana jenis tersebut mengalami kelainan. Thalasemia jenis ini biasanya dimiliki oleh perempuan yang memiliki latar belakang penyakit anemia. walaupun ini jenis thalasemia ringan akan tetapi penyakit ini juga dapat diturunkan pada anak cucu mereka. Keuntungan dari penyakit thalasemia jenis ini ialah tidak membutuhkan transfusi darah, hanya saja ia harus mengonsumsi makanan bergizi buat menunjang kesehatan tubuh.
  • Thalasemia alfa mayorYang ke-2 ialah thalasemia alfa mayor. Jenis penyakit thalasemia yang satu ini biasanya terjadi pada bayi sejak masih di dalam kandungan. Dalam keadaan ini seseorang tidak memiliki gen produksi protein globin sama sekali. Dan keadaan inilah yang mengakibatkan janin mengalami thalasemia yang sangat parah. Sehingga bayi harus mendapatkan transfusi darah sejak dalam kandungan agar tetap sehat. Tak hanya itu, thalasemia alfa mayor akan menyerang organ jantung pada janin serta penimbunan cairan pada tubuh janin. Biasanya thalasemia jenis ini akan membuat janin mengalami kematian.
  • Thalasemia beta minorSelanjutnya ialah thalasemia beta minor sama halnya dengan thalasemia alfa minor, jenis ini pun tidak terlalu parah. Efek dari penyakit ini pun relatif kecil seperti mengalami anemia dan juga tidak normalnya sel darah merah. Jika dibandingkan dengan jenis thalasemia lainnya, thalasemia beta minor tidak perlu melakukan transfusi darah. Cara mengontrolnya hanya dengan menjaga pola makan yang kaya akan zat besi dan kalsium.
  • Thalasemia beta mayorDari beberapa jenis thalasemia yang ada di atas, jenis thalasemia beta mayor ialah jenis yang amat parah. Apajika bayi yang dikandung lahir dengan selamat, biasanya bayi tersebut akan mengalami pengembangan tanda atau gejala thalasemia serta sering mengalami sakit dalam usia 1 hingga 2 tahun. Sehingga hal ini tentu saja dapat mengakibatkan sirkulasi zat gizi tidak lancar dan pertumbuhan serta perkembangan bayi terganggu. Tak hanya itu saja, seseorang yang menderita jenis thalasemia ini harus melakukan transfusi darah terus menerus.

Terimakasih sudah membaca sampai selesai "Penyebab, Gejala dan Jenis Penyakit Thalasemia" semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu, Dan kamu juga dapat membaca postingan sebelumnya yang menarik untuk dibaca yaitu : Obat Pelangsing Tradisional Tanpa Efek Samping

Nah itulah beberapa faktor, gejala, jenis penyakit thalasemia serta cara penyembuhannya. Yang perlu diketahui ialah hingga saat ini belum ada obat yang mampu menyembuhkan penyakit ini. Akan tetapi buat mengatasi penyakit thalasemia biasanya dilakukan cara umum seperti transfusi darah, mengonsumsi suplemen folat dan lainnya. Artikel lainnya artikel mengenai Penyebab dan gejala penyakit anemia.

Untuk menyingkirkan zat besi yang berlebih dalam tubuh maka harus diberikan suntikan pemberian obat thalasemia desferrioxamine. Pemindahan sumsum tulang bisa didapatkan dari pendonor yang berasal dari keluarga. Akan tetapi cangkok sumsum tulang belakang ini biasanya akan memiliki resiko yang cukup tinggi dan berbahaya.

Pengobatan paling umum yang biasa dilakukan penderita thalasemia ialah melakukan transfusi darah. Akan tetapi transfusi darah yang dilakukan secara terus menerus dapat mengakibatkan penumpukan zat besi pada organ tubuh yang sangat vital, seperti jantung, hati dan juga kelenjar endokrin yang akhirnya hal ini akan membuat fungsi organ mengalami kerusakan.

Pengobatan Thalasemia

Jenis penyakit thalasemia

Nah itulah beberapa faktor dan gejala thalasemia. Lantas apa saja jenis thalasemia yang sering diderita oleh seseorang? Berikut ulasannya!

biasanya gejala atau tanda yang muncul tergantung pada jenis dan tingkat keparahan thalasemia. Akan tetapi berikut ialah gejala thalasemia secara umum:

Gejala thalasemia

Satu-satunya faktor penyakit ini ialah adanya gen cacar yang diturunkan oleh salah satu orang tua yang mengidap penyakit tersebut. Cara efektif buat mendiagnosis penyakit ini ialah dengan cara pemeriksaan hemoglobin khusus atau berdasarkan pola herediter.

Penyebab thalasemia

Mengenal penyakit thalasemia

Penyakit ini biasanya diturunkan oleh salah satu orang tua yang mengidap penyakit tersebut. Untuk lebih jelasnya berikut ialah faktor, gejala dan jenis penyakit thalasemia.

Setiap harinya penderita thalasemia selalu membutuhkan transfusi darah buat bertahan hidup. Jika tidak mendapatkan transfusi darah maka akan terjadi akibat yang sangat fatal dan dapat mengancam jiwa. Dan biasanya, transfusi darah yang dilakukan oleh penderita thalasemia harus sesuai dengan jenis thalasemia yang diderita

Thalasemia merupakan penyakit turun menurun di mana penyakit ini akan menyerang sistem produksi hemoglobin dan eritosit. Sehingga seseorang yang menderita thalasemia ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin (Hb). Hal ini dikarenakan adanya gangguan kemampuan tubuh memproduksi sejenis protein yang disebut “rantai globin”.

Setiap orang pastinya ingin memiliki tubuh sehat dan bugar dalam setiap harinya. Ini karena kesehatan yang kita dapatkan tidak bisa dibeli dengan uang. Akan tetapi mestipun sudah bekerja keras menjaga kesehatan tubuh Anda jika dalam tubuh sudah memiliki gen penyakit keturunan maka kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mencegah dan memberikan perawatan yang intensif. Salah satu penyakit keturunan yang perlu Anda ketahui ialah thalasemia.

Penyebab,-Gejala,-dan-Pencegahan-Penyakit-TBC

[ 14/03/2020 09:08:02 ] Seiring denga banyaknya email yg masuk agar postingan pada blog ini selalu uptodate dan bermanfaat, Maka postingan kali ini ialah "Penyebab, Gejala, dan Pencegahan Penyakit TBC" yang sudah diterbitkan pada tanggal 14/03/2020 09:08:02, Mari kita simak sampai selesai berikut ulasan Penyebab, Gejala, dan Pencegahan Penyakit TBC:

  • Batuk hingga lebih dari 3 bulan dan dahak bercampur darah/batuk darah.
  • Sesak nafas atau sering merasa nyeri pada dada.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Mengalami penurunan nafsu makan secara drastis
  • Sering mudah demam dan badan mudah lemas.
  • Selalu menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar.
  • Menghindari kontak dengan penderita penyakit TBC aktif.
  • Memperbaiki gaya hidup dan makan yang sehat dan baik seperti menuhi makanan yang bergizi dan sering melakukan olahraga.
  • Melakukan vaksin BCG buat mencegah terjadinya kasus TBC yang lebih berat. Lakukan vaksin secara rutin dari mulai masih balita.

Terimakasih sudah membaca sampai selesai "Penyebab, Gejala, dan Pencegahan Penyakit TBC" semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu, Dan kamu juga dapat membaca postingan sebelumnya yang menarik untuk dibaca yaitu : Gejala Mata Minus dan Cara Mengobatinya

Artikel lainnya artikel mengenai Waspada kanker paru-paru sejak dini.

Nah itulah merupakan beberapa penjelasan mengenai faktor dan gejala penyakit TBC. Berikut ini merupakan cara pencegahan penyakit TBC yang perlu Anda ketahui.

Bagi seseorang yang terserang bakteri faktor penyakit TBC biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti akan meraskan demam yang terlalu tinggi, dan disertai dengan influenza yang bersifat hilang timbul. Selain itu juga akan disertai dengan penurunan nafsu makan dan berat badan, batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu hingga dapat disertai dengan darah. Nah berikut ini merupakan gejala umum yang sering terjadi pada pederita penyakit TBC.

Gejala Penyakit TBC

Penyakit Tbc bisa dikarenakan karena bakteri mycobacterium tuberculosis yang merupakan sejenis bakteri kecil yang memiliki bentuk tongkat. Begitu kecilnya bakteri ini bisa membuat ribuan bakteri bersarang dan hidup bersama di tempat yang hanya seluas ujung jarum. TBC menyerang bagian tubuh seperti paru-paru dan bersarang di bagian tempat yang sejuk, gelap dan lembab. Selain itu TBC juga bisa dikarenakan karena tertular oleh penderita melalui cairan yang keluar saat bersin dan batuk. Karena faktor makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi dengan udara kotor yang mengandung bakteri tersebut. Memang cukup banyak sekali faktor dari penyakit TBC yang harus Anda ketahu, beberapa faktornya seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi.

Penyebab Penyakit TBC

Berikut Penyebab, Gejala dan Pencegahan Penyakit TBC

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian di dunia. Hal ini dikarenakan jika sebuah negara belum bebas dari penyakit ini maka tingkat kematian akibat bakteri mycobakterium tuberculosis semakin tinggi. Menurut data yang diperoleh dari Departemen Kesehatan buat jumlah penderitan TBC mengalami peningkatan hingga 33% tahunnya atau sekitar sekitar 5000 ribu kasus dan 140 ribu lainnya yang meninggal setiap tahunnya. Melihat fenomena seperti itu memang sangat memprihatinkan. Nah maka buat menghindari penyebaran penyakit tersebut sangat diperlukan sekali buat kita mengetahui mengenai faktor, gejala dan cara pencegahan penyakit TBC.

Tuberkulosis (TBC atau Tb) ialah sebuah penyakit yang dikarenakan karena infeksi bakteri yang terjadi pada saluran pernapasan. Adapun jenis bakteri yang mengakibatkan infeksi tersebut merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga membutuhkan waktu yang lama buat mengobatinya. Maka dari itu alasan mengapa penderita TBC proses penyembuhannya dibutuhkan waktu yang lama. Selain itu bakteri ini juga sangat sering kali menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan organ tubuh lainnya.