WHAT'S NEW?
Loading...
Showing posts with label Potret. Show all posts
Showing posts with label Potret. Show all posts

Pada hari minggu, 17/lima/2015, pada sebuah warung pada Simpang Tanjung Alai, Medianers berkesempatan menyigi profil keliru satu kandidat urut no 1, yaitu Bakri alias Kitam. Pada kesempatan itu, medianers menanyakan apa motivasi dia maju pada pemilihan Walinagari & apa planning program kerja apabila beliau pada beri jujur nantinya? Dan, seperti apa latar belakang profesionalnya yang membuat beliau berani tampil buat memimpin Nagari Kuranji Hulu?

Mari simak, medianers akan membeberkan satu -persatu. Bakri yg biasa pada panggil Mak Kitam, saat Medianers tanya, Apa yg menciptakan Mak Kitam ingin jadi Walinagari? Beliau memaparkan, " Nagari Kuranji Hulu butuh pemimpin yang paham tentang rapikan kelola pemerintahan yg baik (good governance) & wajib bisa melayani rakyat menggunakan benar pada pengurusan administrasi.

Mak Kitam yang pernah menjabat ketua lurah di koto panjang, Kota Padang jua dianggap bisa mengaplikasikan ilmu pemerintahan di Nagari Kuranji Hulu oleh anak kemenakannya pada kampung, sebagai akibatnya dia juga diminta buat maju pada pemilihan Walinagari. Hal senada diungkapkan sang mak kitam, bahwa " Saya diminta pulang kampung buat mengabdi dan membentuk kampung masa depan". Ungkapnya dalam Medianers.

Selain mempunyai pengalaman menjadi Kepala Lurah, Mak kitam pula pernah menjabat sebagai Komandan Regu (Danru) Satpol PP Kota Padang , saat penulis tanya tanggapan beliau terhadap maraknya biduan organ tunggal 'nakal' yg dapat memancing syahwat penonton, apakah ditertibkan pada Nagari Kuranji Hulu? Mak Kitam menjawab, "Pengalaman saya menjadi penegak Perda Kota Padang, aku akan berbuat arif dan bijaksana, meminta masukan seluruh pihak, koordinasi lintas sektor & mengeluarkan Peraturan Nagari ( Perna) terkait cara berpakaian biduanita dan jam tayang, yg tujuan utamanya melindungi masyarakat, serta meminimalisasi hal-hal negatif lainnya supaya tidak terjadi, menjadi bentuk efek domino berdasarkan tayangan hiburan orgen tunggal yg lepas kontrol".

bakri-kitam-cawana-kuranji-hulu-sungai-geringging-2015-2020

Mak kitam juga berjanji, " Saya akan menghidupkan kembali kesenian dan kebudayaan daerah kita yang semakin lama, semakin tenggelam, seperti 'tambua', dengan cara memberdayakan potensi setiap korong yang ada, saya juga telah merancang untuk membentuk balai kesenian Nagari". Mak kitam juga membeberkan pengalamannya saat menjadi koordinator Randai, Palito Nyalo Padang bersama Mak Katik. Ia mengaku, " grup randai yang kita kelola, pernah jadi yang terbaik di sumbar."

Mak Kitam yang terkesan berpenampilan sederhana, juga mendambakan untuk tahap awal jika ia terpilih, membenahi dulu, aparatur  Nagari, " kita ingin seluruh pegawai yang ada di pemerintahan Nagari benar-benar profesional dan proporsional, mampu melayani masyarakat dengan benar". Kemudian terkait pembangunan Nagari," saya akan merealisasikan penggunaan anggaran berdasarkan masukan dan prioritas pembangunan yang urgen, dibutuhkan masyarakat, fakta tersebut di dapat dari masukan dan hasil survey lapangan nantinya." beber mak kitam pada medianers.

Terkait perekonomian masyarakat Kuranji Hulu, Mak kitam yg pernah menjabat Kasi K3 Wilayah Dinas Pajak Pasar Raya, Kota Padang, melirik peluang peningkatan ekonomi rakyat pada sektor home industri ( industri rumah tangga), dan sektor pertanian.

Dibidang industri tempat tinggal tangga, Mak kitam akan memfasilitasi usaha tempat tinggal tangga, baik berupa mengusahakan donasi kapital dari pemerintah, pula mencarikan jalan supaya mudah dipasarkan lebih luas, tentunya berkoordinasi dengan dinas Koperindag kabupaten Padang Pariaman.

Sedangkan pada sektor pertanian, Mak kitam akan mengusahakan, memotivasi masyarakat memanfaatkan huma tidur dan lahan terbengkalai menggunakan cara mencarikan jalan serta memberdayakan seefektif mungkin kelompok tani yg ada. " Sebenarnya bantuan pertanian itu poly dari pemerintah, tetapi yang perlu dibenahi peran aparat Nagari dalam pengawasan, pemberdayaan petani atau kelompok tani pada Nagari Kuranji Hulu". Ungkap bunda kitam.

Dalam menjalin hubungan antara ranah dan rantau, Mak kitam berjanji pada Medianers akan membuat website Nagari yang dikelola oleh bidang humas Nagari. Sebab dalam pengakuannya, " Saya juga orang  rantau, sangat ingin tau perkembangan kampung melalui teknologi informasi, namun selama ini saya tidak dapat mengetahuinya. Nah, itu yang akan saya rubah, membuat situs, menginformasikan program dan kegiatan Nagari melalui teknologi informasi yang dapat diakses oleh perantau kapan saja dan dimana saja." Jelas mak kitam penuh semangat.

Dalam sesi wawancara antara medianers menggunakan Mak kitam, banyak acara kerja yg beliau beberkan, namun medianers tidak dapat menuliskan semuanya, poin-poin penting saja yang berkaitan menggunakan latar belakang profesionalnya sebelum pensiun pada pemerintah Kota Padang. Medianers berkeyakinan apa yg pada sampaikan menggunakan apa yang sudah dia lakukan semasa mengabdi menjadi aparatur pemerintah kota Padang dengan yang akan beliau terapkan pada Nagari Kuranji Hulu, insha allah akan menemui kemudahan, berkat segudangnya pengalaman beliau pada menjalankan roda pemerintahan di Kota Padang. (Nurman).

Medianers ~ Saudaraku (sepupu) tertunduk layu di atas kursi sofa, semalaman tidak bisa tidur karena merasa nyeri pada bagian perut dan punggung kanannya. Ia sedikit merasa nyaman jika duduk.

Dua minggu sebelumnya, ia pernah dirawat di Rumah Sakit, menggunakan keluhan nyeri perut sebelah kanan, mual, lelah & lemas. Saat diperiksa dokter, dia di diagnosa Hepatocellular Carcinoma.

Pemeriksaan laboratorium didapat HBsAG positif, dan hasil USG jua tampak terjadi penyumbatan pada saluran empedu, sehingga kulit paras & mata kuning, orang awam bilang beliau menderita penyakit kuning.

Penyakit kuning yang beliau alami berulang, sehingga terjadi kerusakan parah pada sel-sel hati. Sel hati yg rusak kian hari kian mengembang, kelihatan perut sebelah kanan semakin mengembang.

Saat berobat dan dirawat di tempat tinggal sakit, ia bisa terapi pemulihan keadaan umum. Setelah lima hari dirawat, dokter menaruh surat acum ke Padang, ke Rumah Sakit yg lebih lengkap pelayanannya. Kurang lebih penyakitnya dianggap jua kanker hati ganas ( Hepatocellular Carsinoma). Yang diakibatkan oleh penyakit kuning berulang.

Saat mendapatkan surat rujukan dari dokter ahli penyakit dalam, saya berinisiatif menanyakan/mengkonsultasikan penyakit sepupu saya ini pada dokter ahli bedah pencernaan, dokter ahli bedah pencernaan berpendapat "  Tindakannya adalah hepatomy, membuang sebagian organ hati yang rusak, jika kerusakan sel hati (hepatoma) sedikit, belum menyebar maka bisa di buang. Jika terjadi kerusakan parah, sebaiknya ganti hati seperti dahlan iskan, dan tindakannya tidak ada di indonesia."

Dari output inspeksi USG, sepupu aku mengalami kerusakan hati yg luar biasa, kecil asa buat diperbaiki, bila ganti hati tentunya butuh porto yang luar biasa. Tindakannya pun pada luar negri.

Alhasil, saran dari beberapa teman saya yang jua dokter, usahakan fungsi hati yg masih tinggal sedikit dipertahankan dengan baik, dengan cara mengatur diet, nir mengkonsumsi makanan berminyak, & berlemak, seperti gorengan.

Sebagaimana kita ketahui, jika mengkonsumsi obat-obatan kimia juga bisa merusak atau memperparah kerusakan sel hati, jadi jikalau sepupu aku mengkonsumsi obat maka tidak memperbaiki keadaan, akan tetapi akan memperburuk syarat hati yang sedang terminal.

Saat saya beritahukan tentang penyakitnya, dia tertunduk seakan menolak syarat yang sedang dia hadapi. Saya menghiburnya, & menyampaikan, " bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini, atas kehendak-Nya, beliau maha tahu, & maha pengampun, jadi atas kehendak-Nya Uda sanggup sembuh, tidak terdapat satupun yg bisa menghalangi."

Saya menambahkan, "Mungkin ini semacam kesempatan, buat kita lebih ingat dalam-Nya, lebih patuh dalam perintah-Nyadanquot;, saya menambahkan, agar dia rajin sholat dan zikir, dan selalu meminta kesembuhan dalam Allah,S.W.T.

Lima hari berlalu pada tempat tinggal sakit, sepupu aku pulang dan istirahat di tempat tinggal , pada kampung, Sungai- Geringging. Banyak kolega yang bertanya, tentang penyakitnya, " kenapa nir dirawat dirumah sakit saja?" Melihat kondisinya belum pulih. Saya rumit menjelaskan, baik pada sepupu saya yang lain, maupun pada istri dan anak-anaknya.

Di kampung, dia dapat pengobatan cara lain , aku pesankan, " silahkan berobat cara lain , tapi jangan sekali-kali perutnya pada urut atau mengkonsumsi ramuan yang tidak kentara kandungannya," hal ini aku pesankan mengingat jarak kami cukup berjauhan, saya hanya menjalin komunikasi lewat telpon seluler.

Pada suatu hari, kakak kandung tertua menurut sepupu saya bertanya-tanya, dia tidak tega melihat adiknya sakit-sakitan tanpa pada rawat di tempat tinggal sakit. Ia menelpon aku , dan aku sudah jelaskan kondisinya sinkron inspeksi pada tempat tinggal sakit bulan lalu. Tetapi, beliau nir puas mendengar penjelasan aku .

Ia membawa berobat ke salah satu Rumah Sakit swasta pada Padang, ketika berobat, sepupu aku nir kuat menunggu antrian, kondisinya memburuk, dia kelelahan. Dan, beliau marah, meminta segera pada antar pergi. Kakak tertuanya berinisiatif membeli obat bertulisan china, istilah orang, obat itu cantik, & aneka macam testimoni yang beliau dengar, dan dia pun berkeinginan menaruh obat tersebut pada sepupu saya dengan harapan bisa menerima kesembuhan.

Setelah pada rumah, obat tadi pada berikan dalam sepupu saya, tidak usang lalu sesudah makan obat, ia mengalami kejang-kejang & gangguan pencerahan. Semua orang yang ada dalam rumah panik, lalu menelpon aku , & aku hanya sanggup mengurut dada, dan menganjurkan bawa segera kerumah sakit.

Esok hari, sepupu aku tidak sanggup lagi berdiri, yg umumnya masih sanggup berdiri,berjalan sendiri, kini hanya terkapar di loka tidur, semuanya di bantu. Saya pulang kampung menjenguknya, dalam hari selasa, 23/4/2015. Ia menceritakan tentang insiden sesudah makan obat tersebut, katanya yg aku ingat, " sajak makan ubek tu, tabedo bana Uda nton, biaso e talok juo bajalan ka tempat tinggal amak." (Sejak makan obat china, kondisi Uda semakin buruk, biasanya masih sanggup berjalan ke rumah amak), maksudnya ke rumah orang tua aku yang berjarak sekitar 10 meter berdasarkan rumah orang tuanya.

Saya hanya mengungkapkan, " Uda wajib tabah, dan perbanyak mengingat Allah, setiap penyakit ada obatnya, jangan dipikirkan apa yang telah terjadidanquot;.

Penyakit yang dialami sepupu saya, adalah duduk perkara, keinginan keluarga kami buat menolongnya begitu tinggi, tapi apa daya karena ketidak mampuan, terpaksa " makan hati" melihat kondisinya yg semakin hari semakin rapuh.

Saya berpamitan buat kembali ke Payakumbuh. Dan terus memantaunya lewat telpon. Menjelang puasa, lepas 15/6/2015 aku pulang kampung lagi, serta melihat kondisi kekiniannya. Kondisinya semakin memburuk, perut tambah membesar, badan semakin kurus, terlihat pembuluh darah membiru pada punggung kanannya, beliau seringkali merintih kesakitan.

Saya menatapnya, duduk disampingnya, sehabis 15 mnt duduk didekatnya, ia baru tau bahwa saya ada disampingnya, kesadarannya mulai memburuk, mungkin terdapat perubahan biokimia dalam tubuh. Mak tuo, bunda dari sepupu aku bilang, " ia seringkali mengigau & salah tujuan bentuk, serta emosi sebagai labil."

Kerongkongan seakan tercekat melihat keadaannya. Dulu ia gagah, dulu ia senang senyum, beliau seseorang langsung yg hangat, pemurah dan loyal terhadap keluarga.

Penderitaan yang ia alami kurang lebih 4 bulan dirumah, dengan suka duka penuh kenangan, disisi orang tua, dan keluarga. Hari ini, doa nya dikabulkan Allah, S.W.T, ia pergi untuk selamanya, menemui sang khalik, hari ini,  hari ke dua bulan Ramadhan, tepatnya hari Jum'at , pukul 09.32 wib, 19/6/2015. Innalillahiwainnailaihi rajiun. Selamat Jalan Uda, semoga amal ibadahmu selama di dunia, diterima Allah,S.W.T, Amin.

Tadi siang saya nonton film pendek di keliru satu saluran tv swasta tentang seorang anak wanita durhaka pada ke 2 orang tua.

kasih-anak
Kasih bunda sepanjang masa,

Kasih anak sepanjang rasa Ceritanya, si anak masih duduk pada bangku SLTA merasa malu dengan mitra-kawan sekolahnya, lantaran orang tuanya miskin, bapaknya penjual es cendol asongan & ibunya pembantu tempat tinggal tangga.

Si anak selalu berontak & memaki bapak dan ibunya. Mengapa tidak kaya?

Si anak berusaha mencari tambahan penghasilan pada luar, menjadi gadis pramuria di loka karaoke. Pulang larut malam, & berpenampilan menor.

Melihat syarat tersebut, bapak & ibunya marah, serta menasehati si anak, supaya meninggalkan pekerjaan yg beliau lakoni, & meminta si anak tidak lagi bekerja pada tempat hiburan, karena tidak baik buat anak gadis se usianya.

Si anak bukan mencankam permintaan orang tuanya, akan namun menghina orang tuanya, "Kenapa kalian miskin? Saya ingin makan lezat , aku ingin memiliki gadget baru, pengen punya baju keren, dlldanquot; Ucapnya. "Apakah kalian mampu memenuhinya apabila aku berhenti bekerja?" Kata si anak durhaka dengan wajah sinis.

Mendengar pernyataan si anak durhaka tersebut, sang ayah eksklusif sesak nafas sembari memegang dada, dan si bunda berderai air mata sembari menggumam lisan, tersedu sedan.

Terbata-bata, sang ayah menjamin akan memenuhi permintaan anak gadis semata wayangnya, " Ayah berjanji akan memenuhi segala kebutuhanmu nak, ayah akan bekerja lebih giat lagi". Ungkap sang ayah. Ucapan sang ayah di anggukan oleh ibunya,  sambil berucap, " Ibu juga akan berkerja lebih keras lagi mencarikan uang jajan untukmu nak".

Anak durhaka tersenyum, sembari mengatakan, " memang begitu seharusnya jadi orang tua, dan buktikan omongan kalian, & saya akan berhenti bekerja," pungkasnya, seraya memandang remeh ke 2 orang tuanya.

Malam usai, pagi menjemput siang, ayam pun berkokok, indikasi adzan subuh akan tiba.

Penuh semangat, Ayah mendorong gerobak cendol dengan nafas mengap-mengap sekali waktu memegang dada kiri. Sementara si mak sedang mengucek-ngucek pakaian majikan pada baskom, supaya higienis berdasarkan kotoran.

Siang nyaris habis, matahari mulai terbenam menjemput malam, ayah batuk-batuk pada ruang tamu, sedangkan si bunda merapikan sembari menghitung uang jerih payah, output jualan cendol. Tiba-tiba, anak gadisnya berada di depan, " Ooo, Unikah uang yg kalian maksud, yang mampu membahagiakan aku ? Sorry, aku tidak butuh uang receh seperti itu, apa istilah teman-sahabat aku nanti di sekolahdanquot;, ucapnya.

"Iii iya nak, bunda nanti akan menukarkan menggunakan uang yang lebih bagusdanquot; sambil menelan rasa sedih pada hati. Sedangkan bapak, hanya geleng-geleng kepala.

Esok hari, si anak durhaka makan enak & lahap pada cafe sekolah, sambil menyentuh android yang beliau letakan pada atas meja. Sementara, si bapak kelelahan, istirahat pada tepi jalan, & mengeluarkan bungkusan nasi yang dibawa dari tempat tinggal , dengan hidangan alakadarnya, nasi putih tambah tempe. Demikian juga bunda, sehabis lelah mencuci seharian, juga menyantap nasi putih tambah sepotong tempe.

" Ya Allah, terima kasih atas nikmat yg sudah kamu berikan hari inidanquot;, oleh bunda mengucapkan puji, syukur dalam hati selesainya makan.

Ayah, bergegas mendorong gerobak cendol, seketika, mobil laju kencang, " brakkk" gerobak cendol berguling terhempas di landa mobil hilang kendali, sedangkan ayah tergeletak bersimbah darah, insiden tepat dihadapan si anak gadisnya, yg kebetulan pulang bareng sekolah bersama sahabat-teman ABG-nya, anak orang kaya.

Ada yang terpekik melihat kejadian naas  tersebut, orang-orang berlarian mengerubungi jasad sang ayah yang bergelimang darah.

Bukankah itu bapakmu? Kata salah seorang teman si anak durhaka mengingatkan. Lantaran melihat si anak durhaka tidak ada respon melihat insiden tersebut. Dengan enteng si anak durhaka menjawab, " itu bukan bapakkudanquot; beliau berusaha menyembunyikan identitasnya, memalukan pada 2 orang temannya yg lain, karena temannya itu anak orang kaya. Lalu si anak durhaka berlalu pulang, tanpa peduli pada bapaknya yang sudah nir bernyawa & tergeletak ditengah jalan raya.

Handai taulan, termasuk mak , menangis akan kepergian oleh bapak, nir dalam anak gadis semata wayangnya, mencibir dan mengeluarkan istilah menyakitkan hati, " Udah bu, jangan ditangisi, ia pantas pulang, lantaran nir mampu membuat kita kaya", ulasnya.

Orang-orang yang sedang takziah, pribadi kaget mendengar ungkapan si anak durhaka, sambil mengucap, " Astagfirullah al adzim" & si ibu meraung-raung menangis seakan hatinya tersayat sembilu, mendengar perkataan anaknya yang benar-benar lalim.

Belum genap 7 hari kematian bapaknya, si anak durhaka balik ke tempat hiburan sebagai gadis penghibur lelaki kesepian. Dan ia, sudah menyatakan pada ibunya buat tidak menghalangi apa yg akan dia lakukan, karena orang tuanya pada anggap tidak sanggup memenuhi keinginannya.

Ibunya hanya mampu menangis sepanjang hari, melihat tindak-tanduk anak gadisnya, yg liar bagaikan singa afrika yang kelaparan, siap menerkam siapa saja bila ada yang menghalangi.

Suatu malam, 'singa betina' haus darah itu, di rayu oleh seorang  pengusaha 'hidung belang' sebagai simpanan, dan dijanjikan rumah mewah, lengkap dengan fasilitas. Tersungging senyuman manis di bibir 'singa betina' ia merasa apa yang ia impikan selama ini akan terwujud seketika. Tawaran langsung ia terima.

Satu tahun sudah ia lewati hidup pada rumah mewah milik si 'hidung belang' serba berkecukupan, kecuali legalitas, beliau tidak dapat pengakuan menjadi istri yang sah. Perutnya telah membesar, hitungan hari akan mengeluarkan bayi mungil.

Pertengkaran mulai memicu keretakan hubungan hangat yg sudah ia jalin semenjak satu tahun terakhir, sebab si 'hidung belang' nir mau menikahi secara absah dari kepercayaan dan aturan.

Terpisah, si bunda tidur pada emperan beralaskan koran, lantaran tempat tinggal yg dia tempati sebelumnya di ambil paksa sang pemiliknya, karena si bunda nir mampu lagi membayar kontrakan, sejak kematian suaminya.

Kondisi mak semakin memprihatinkan, untung saja suatu hari beliau bertemu salah seseorang yg pernah beliau kenal menyelamatkan menggunakan mengajak tinggal di rumahnya menjadi pembantu tempat tinggal tangga.

Sedangkan kehidupan anaknya yg mewah bagaikan topeng, mulai terguncang konflik, suami gelapnya jarang pulang dan mulai nir peduli dengan anak yg sedang beliau kandung.

Suatu waktu si anak durhaka menelpon suami gelapnya, dan suami gelapnya gugup waktu ditelpon, lantaran istrinya yang sah sedang berada didekatnya. Melihat gelagat si hidung belang, istri sahnya curiga dan melakukan spionase.

Beberapa hari lalu, spionase yang dia lakukan berhasil, suaminya tertangkap 'basah' sedang berduan dengan si anak durhaka pada galat satu tempat tinggal mewah. Dan, si hidung belang kalang kabut, sedangkan si anak durhaka pada usir serta di ancam untuk tidak lagi menganggu kehidupan tempat tinggal tangganya.

Hidup anak durhaka terkantung-katung, beliau pulang terusir menurut tempat tinggal glamor, dengan perut buncit, uang tidak ada, yg terdapat hanya derita.

Ia memungut makanan basi di tong sampah, tidur sembarang tempat, ia teringat ibunya, ad interim ibunya tidak lagi tinggal di loka sebelumnya. Anak durhaka panik, dan terus berjalan menyusuri kehidupan baru, kehidupan menyakitkan.

Ia minta tolong, ia kelelahan, anak yang ada pada kandungan meronta-ronta ingin keluar dari rahim 'murahan' ibunya. Anak durhaka kehabisan energi, kemudian pingsan, & di bawa oleh orang yg kebetulan lewat, ke pelayanan kesehatan terdekat.

Setelah mendapat pertolongan di Puskesmas, anak durhaka yg malang tersadar, ia merintih keakitan, memohon ampun pada ibunya, beliau bicara sendiri, ia mengatakan akan sujud si kaki bunda. Sementara lendir bercampur darah mengalir lewat kemaluannya, tetapi janin dalam kandungan tidak mau keluar.

Kontak batin bergetar, si bunda mencicipi aneh dalam perutnya, sesaat datang seorang tetangga yang kebetulan mengenal anak durhaka yang lagi meregang kesakitan, & memberitahukan pada oleh ibu, bahwa anaknya sedang berada pada Puskesmas, mau melahirkan, dan si ibu berat melangkahkan kaki untuk melihat anaknya yang telah berbuat durhaka dalam kedua orang tua.

Lalu tetangga meminta,  si ibu dengan kebesaran jiwa untuk menjenguk, akhirnya dengan berat hati si ibu mendatanginya ke Puskesmas.

Di Puskesmas, anak durhaka menangis, menyesali semua perbuatannya, & memohon ampun atas segala kesalahan & ke khilafannya. Sang ibu pemberi maaf, & ikut menangis akan syarat anaknya yang sedang sekarat. Setelah istilah maaf diberikan. Di luar dugaan, anak durhaka menghembuskan nafas terakhir. Dan ibu malang, pun tidak kuasa menahan kesedihan.

***

Apa yg pada impikan si anak durhaka, hanya menambah gugusan kesedihan sang ibu. Anak durhaka nir pernah berhasil sebagai orang kaya, apalagi senang , lantaran tidak menerima berkah berdasarkan ke 2 orang tua. Dan, anak durhaka baru sadar akan hal itu, di ketika dia dirundung masalah.

Keikhlasan dan rasa sayang orang tua tidak akan pernah habis, meskipun ia telah pada zalimi sang anak wanita kesayangannya.

Hikmah yg bisa di petik menurut cerita ini adalah, bagaimana caranya kita seorang anak bisa mensyukuri nikmat anugerah menurut orang tua, bukan sebaliknya, menuntut harta & kekayaan dari orang tua melebihi berdasarkan kapasitas yg bisa dia berikan. Dan, jangan sekali-kali menyakitkan hati orang tua menggunakan perkataan, apa lagi perilaku & tindak-tanduk yang bisa menjauhkan berkah dan rezeki, dan ridho dari kedua orang tua, yg mampu mendatangkan takdir tidak baik dari Allah, S.W.T

Semoga cerita pada atas sebagai cermin bagi kita beserta, buat lebih berbakti pada kedua orang tua, amin.(AntonWijaya).

Efek menurut dibekukan PSSI sang FIFA membawa efek 'tidak baik' bagi pemain sepak bola profesional di tanah air. Dan membawa 'berkah' bagi klub kecil pada daerah.

Sebut saja Jandia Eka Putra, yang pernah berprestasi menjaga gawang Semen Padang saat berlaga di kasta ke dua, kompetisi antar klub se Asia  ( AFC Cup) hingga Semen Padang masuk 8 besar. Saat ini, pemain kawakan itu terkatung-katung, karena klubnya tidak lagi mengikuti kompetisi Indonesian Super League (ISL).

"Mati suridanquot; nya kompetisi sepak bola di Indonesia, membawa berkah bagi tim-tim kecil yang terdapat pada kecamatan. Seperti klub Himpunan Pemuda Pelajar Sungai Geringging ( HPSSG ) contohnya, bisa memboyong Jandia Eka Putra buat membela tim HPSSG dalam rangka kompetisi Bupati Cup tahunan, yang diselenggarakan pada lapangan bola kaki, belakang pasar Sungai Geringging.

Kiper andalan Semen Padang tersebut merumput di kompetisi "tarkam" lapangan hijau HPPSG Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, benar-benar sangat menghibur penonton.

Kiper-semen-padang
Jandia Eka Putra

Dok: medianers

Ketika pertandingan perdana HPPSG vs PSKA Agam, kelihatan sekali kualitas permainan Jandia Eka Putra, ketika menggagalkan dua kali agresi anak-anak PSKA Agam, padahal penyerang PSKA Agam sudah tanggal menurut kawalan pemain belakang HPPSG, tapi tidak bisa mencetak gol, lantaran tembakannya dihalangi menggunakan baik oleh Jandia. Akhirnya Permainan berlangsung seri, & adu penalti.

Penonton sangat terhibur saat kiper Semen Padang tersebut mampu menepis 3 kali tendangan lawan, dan HPPSG menang pada sesi adu penalti. Dan, lanjut pada pertandingan berikutnya.

Baju Merah, Jandia Eka Putra

Dok: Rudy Koto

Kompetisi yg memperebutkan piala Bupati ini sangat pada tunggu-tunggu oleh rakyat Sungai Geringging, juga perantau. Sebab setiap kompetisi ini di gelar, tim-tim menurut rantau ataupun menurut ranah selalu membawa pemain-pemain bintang yg berlaga di divisi primer atau divisi 1, bahkan ISL.

Rudy Koto sebagai ketua pelaksana, menuliskan di linimasa facebooknya, bahwa, " Bupati Cup 35, HPPSG sungai Geringging diperkuat oleh pemain ISL, diantaranya: Jandia Eka Putra, Ade Suhendra, Irsyad Maulana, Kahardinata dan Zanrico".

Kompetisi-tarkam
Jandia Eka Putra dan tim

Dok: Rudy Koto

Khusus Ade Suhendra, yang pernah membela Persija, PSPS Pekan Baru, Sriwijaya FC, dan terakhir di Madura United, sangat acapkali bermain pada Lapangan Bola Kaki Sungai Geringging sebelum tahun 2008 ( sebelum jadi bintang ISL), beliau telah populer pada Pasar Sungai Geringging, lantaran selalu membela tim HPPSG yg pada ajak oleh sahabat baiknya, Rudy Koto, mereka sama-sama acapkali "merumputdanquot; pada Riau.

Dalam rangka halal bil halal ini, pemain menurut tim rantau jua bukan pemain asal-asalan, rata-rata mereka pula membawa pemain bintang, tetapi medianers tidak dapat mengambil gambarnya buat pada publikasikan.

Harapan medianers, meskipun permainan apik bintang ISL telah mampu menghibur segenap rakyat Sungai Geringging, medianers berharap kembalinya bergulir kompetisi antar klub pada Indonesia, & di cabutnya hukuman FIFA. Sangat disayangkan pemain bintang ISL terkatung-katung di kompetisi "tarkam".(AntonWijaya)

Medianers ~ Takbir telah berkumandang dimana-mana. Seantero Kota Payakumbuh membahana lafaz kemenangan. Demikian juga daerah lain di Sumatera Barat.

Hari senang yang dirasakan umat muslim ini, sangat paradoksal terlihat di RSUD dr Adnaan WD, Yang ada hanya sedih & sepi, padahal orang ramai. Tapi, nir terdapat canda tawa, dan suasana hangat seperti di luar sana. Ada apa gerangan?

Topit, petugas registrasi mengatakan, "sehabis terselesaikan sholat idul fitri, pasien terus berdatangan. Dari pukul 08.00 wib, sampai pukul 08.00 wib besoknya, pasien yang berobat mencapai 85 orang. Ada yg dirawat & terdapat yang boleh pergi."

Topit menambahkan, "sedangkan hari ini (18/7) menurut pukul 08.00 wib sampai pukul 10.00 wib, pasien yg mendaftar berobat sudah mencapai 11 orang."

Pantauan medianers, saat berada di IGD, 3 orang Perawat sibuk melayani pasien, pasang ekg dan pasang infus. Sedangkan dokter jaga kelihatan sedang mengkonsultasikan kondisi pasien kepada konsulen ( dokter ahli) via telpon, sebab seluruh dokter spesialis sedang cuti lebaran, jadi mereka on call 24 jam, dan akan datang jika benar-benar sangat di butuhkan, misalnya ada tindakan operasi segera. Meskipun, dalam keadaan cuti, mereka masih memiliki tanggung jawab terhadap kelancaran pelayanan di Rumah Sakit.

Saat medianers tanya " Jika terdapat tindakan emergency, apakah dokter konsulen mau datang melayani pasien?" Pada 2 orang dokter jaga yg nir ingin dituliskan namanya. Beliau menjawab, " Sesuai jadwal konsulen, sambil menunjuk daftar jaga, mereka, dokter konsulen siap datang melayani, & apabila sahih-benar nir mampu hadir, maka pasien dirujuk. Sejauh ini, setiap pasien masuk IGD masih bisa kami atasidanquot;, ucapnya.

Medianers menyadari tidak bisa terlalu banyak bertanya, karena dokter dan perawat IGD sibuk melayani pasien. Akhirnya, medianers menyusuri kebelakang, ke ruang rawat inap, yang ada dokter dan perawat, untuk menanyakan bagaimana perasaan mereka menjaga dan menolong pasien di hari lebaran, yang nota bene, sebuah hari yang di tunggu-tunggu umat muslim untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga besar dirumah/ di kampung.

Sebut saja dr.Mutia, ia sedang visite di ruang Dahlia, di hari lebaran H+1 ,  ia bertugas khusus di ruang rawat inap, sedangkan sore kemarin, pas setelah sholat id, ia dinas sebagai dokter jaga di IGD.

Medianers bertanya, " Tidak pergi kampung dok, kok dinas terus, kan sekarang lebaran?" Keluarga besar dr.Mutia bertempat tinggal pada Kota Padang. Beliau menjawab, " Tidak Uda. Saya lagi jaga" Jawabnya.

" Tidak sedih, jaga terus? " ulas medianers. " Seharusnya iya Uda, tapi dibawa enjoy aja" ujarnya. Dan, dr.Mutia menambahkan, lebaran tahun ini beliau nir pulang kampung, tapi orang tuanya yg tiba dari Padang ke Payakumbuh karena beliau tidak bisa pergi.

Lain lagi dengan Perawat Destivarina dan Del, yg kebetulan kampungnya memang pada Payakumbuh. Walaupun kampung di Payakumbuh, mereka sebenarnya ingin menikmati libur di hari "Hdanquot; idul fitri, " jika dibilang murung , ya sedih," ujarnya. Sebab masih dinas di hari lebaran, ad interim orang-orang diluar sana telah perlop & bersilaturahmi dengan karib kerabat, akan tetapi ini adalah tugas dan tanggung jawab, pada atas segalanya, akhirnya mereka putusan bulat, "enjoy aja selama dinas".

Sementara, pasien yang sedang mendapat therapy menurut Perawat Del, juga medianers tanya, " Bagaimana perasaan anda pada rawat di hari lebaran ini? " Sangat sedih bang, saya ingin cepat sembuhdanquot; jawabnya. Pasien, berinisial D ini, telah 4 hari di Rawat di ruang Dahlia RSUD dr Adnaan WD.

Terpisah, medianers menelisik petugas laboratorium, panggil saja Anita, gadis lajang, kampungnya pada Pariaman dan kos di Payakumbuh.

Kemarin dan hari ini (18/7) dia dinas pagi di Laboratorium IGD, ia bertugas menyelidiki segala keperluan penunjang diagnosa penyakit, misalnya darah lengkap & kimia klinik.

Saat medianers menjambanginya, ia sedang memeriksa kimia klinik pasien, setelah terselesaikan melakukan pemeriksaan, medianers bertanya, " Bagaimana perasaan anda dinas pada hari lebaran?" Sambil tersenyum haru, " Aduh..Sedih sekali bang, saya kangen orang tua, udah 2 hari ini dinas pagi, di kos an jua sepi, disini, pada Laboratorium juga sendirian. Pokoknya sedih bang, tapi kan ini tugas dan tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan.

Lain lagi kisah Ibrar, supir ambulance pada RSUD dr Adnaan WD. Kemarin, dia telah bersiap-siap akan melaksanakan sholat id yang pada selenggarakan di lingkungan RSUD dr Adnaan WD. Eh, Ternyata keinginannya batal, lantaran mendapat tugas buat mengantarkan jenazah ke rumah sedih.

Ia jua terkenang insiden tahun kemudian (2014), saat mendengarkan khutbah idul fitri, dia juga mendapat panggilan buat merujuk pasien. Akhirnya pun berangkat, ia merasa nir sempurna menunaikan ibadah sholat idul fitri ketika itu.

Ibrar menyadari, ini merupakan tugas, tidak terdapat kata undur dan tunda, setiap terdapat panggilan harus siap kapan saja.

Di hari lebaran H+1 ini, ia dinas pagi dan stand by di IGD, dan selanjutnya on call , siap menerima perintah dan menjalankan tanggung jawab sebagai supir ambulance, demikian juga 2 orang supir ambulance lainnya. Mereka saling bergantian, bahkan bisa saja ketiga supir berangkat merujuk atau mengantarkan jenazah dengan waktu yang bersamaan.

Mengamati tugas & tanggung jawab petugas kesehatan di Rumah Sakit ketika lebaran, medianers berkesimpulan kuncinya adalah pengabdian dan loyal terhadap pekerjaan, mendahulukan kepentingan publik diatas kepentingan pribadi.

Meskipun terjadi pergulatan bathin, sebagaimana yang pernah medianers posting " Egoku ingin merayakan kemenangan" akan luntur oleh rasa empati akan rasa kemanusiaan. Pekerjaan yang dijalani tidak lagi dianggap bagaikan " beban berat singgulung batu". Melainkan sebuah loyalitas, kecintaan dan kepedulian terhadap sesama.

Akhirnya, medianers mengucapkan " Selamat Idul Fitri 2015, mohon maaf lahir dan bathin". Semoga pasien yang dirawat dan sedang menjalani proses pengobatan diberi kemudahan dan kesembuhan. Serta petugas kesehatan yang sedang "berjibaku" diberi kesabaran.Amin. (Nurman)

Tiba-tiba terdapat orang yg melemparkan plastik berisi mercun ke depan monyet tadi. Dan, simpanse menduga kuliner, pada saat kera memegang, seketika mercun meledak dan kera terlempar kebelakang.

Orang yg melemparkan mercon, terkekeh ketawa, selesainya puas melihat kera terpelanting bagaikan kena granat. Suaranya jelas terdengar, akan tetapi wajahnya tidak kelihatan.

Sejak 2 hari belakang, (24/8/2015) Netizen Malaysia mulai geram  di Media sosial , cek saja di twitter dengan tagar #JusticeForMichai. Akun twitter@zoologyMY misalnya, melalui cuitannya mengatakan, " Ingat wajah ini. Ingat apa yang dah kau buat dekat dia."

Sedangkan Netizen lainnya pula menghujat & mengatai pelaku lebih " binatangdanquot; menurut pada hewan. Simpati berdasarkan Netizen pun mengalir deras pada Michai, bahkan dari grup-grup facebook pada Indonesia merasa prihatin melihat photo-photo Michai yg kesakitan menggunakan kondisi tangan kiri terluka parah.Konon kabar, Michai nir terselamatkan, meskipun telah di bawa sang salah satu NGO ke klinik hewan berobat.( Nurman)