WHAT'S NEW?
Loading...
Showing posts with label Tips Menyimpan ASI yang Benar dan Tepat. Show all posts
Showing posts with label Tips Menyimpan ASI yang Benar dan Tepat. Show all posts

Tips-Menyimpan-ASI-yang-Benar-dan-Tepat

[ 14/03/2020 09:25:05 ] Seiring denga banyaknya email yg masuk agar postingan pada blog ini selalu uptodate dan bermanfaat, Maka postingan kali ini ialah "Tips Menyimpan ASI yang Benar dan Tepat" yang sudah diterbitkan pada tanggal 14/03/2020 09:25:05, Mari kita simak sampai selesai berikut ulasan Tips Menyimpan ASI yang Benar dan Tepat:

Beberapa tips menyimpan Air susu ibu yang baik

Terimakasih sudah membaca sampai selesai "Tips Menyimpan ASI yang Benar dan Tepat" semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu, Dan kamu juga dapat membaca postingan sebelumnya yang menarik untuk dibaca yaitu : Cara Menghilangkan Kutu Air di Telapak Kaki

Demikianlah ulasan mengenai tips menyimpan Air susu ibu yang benar dan tepat. Artikel lainnya artikel mengenai Tips mengatasi anak susah makan.

Tips berikutnya ialah jangan membiarkan botol terisi penuh. Pastikan Anda memberikan ruang tersisa di dalam botol minimal 4 cm hal ini karena Air susu ibu dapat mengembang. Pastikan penutup Air susu ibu  rapat agar tidak terkontaminasi dari udara luar. Jika Air susu ibu sudah berbau asam, jangan sampai Anda memberikannya pada si kecil. Kemungkinan besar, Air susu ibu tersebut sudah terkontaminasi oleh bakteri.

Jangan biarkan botol terisi penuh

Saat si kecil menginginkan Air susu ibu, sebaiknya Anda jangan memanaskannya dengan menggunakan microwave. Ini dikarenakan dapat merusak kandungan  nutrisi di dalam Air susu ibu. Untuk mengatasinya Anda dapat mengaliri botol Air susu ibu dengan menggunakan air suhu ruangan. Setelah itu perlahan ganti dengan mengalirinya dengan air hangat. Pastikan Anda jangan mengaliri botol susu dengan air hangat secara langsung walau secara bertahap. Warna, kekentalan dan bau dari Air susu ibu bisa berbagai-macam tergantung dari diet yang dilakukan ibu. Air susu ibu yang sudah disimpan juga akan menunjukkan dua lapis cairan. Sebelum memberikannya pada si kecil hindari mengocok maupun mengaduknya. Karena dapat merusak komposisi dalam Air susu ibu tersebut.

Jangan mencairkan Air susu ibu dengan microwave

Tips menyimpan Air susu ibu berikutnya ialah dengan memperhatikan tata letak Air susu ibu di dalam kulkas. Dalam ilmu akuntansi terdapat metode FIFO yang berarti first in first out. Anda dapat menggunakan metode ini dalam menyimpan Air susu ibu di dalam kulkas. Jadi, tatalah botol yang berisi Air susu ibu sesuai dengan urutan waktu pemerahannya. Dan pastikan botol Air susu ibu yang lebih dulu masuk diletakkan di bagian yang amat depan sehingga Anda dapat lebih mudah saat mengambilnya.

Perhatikan tata letak Air susu ibu

Tips yang ke-2 ialah dengan meletakkan botol Air susu ibu di kulkas bagian dalam. Hal ini dikarenakan jika Anda meletakkan botol Air susu ibu di pintu kulkas dan jika kulkas sering dibuka tentu saja ini akan mempengaruhi kualitas Air susu ibu akibat perubahan dua suhu. Oleh karena itu sebaiknya simpan Air susu ibu  di kulkas bagian dalam. walaupun membekukan Air susu ibu di dalam freezer dapat merusak kandungan Air susu ibu yang tetap menjaganya dari infeksi bakteri, walau demikian menyimpannya di dalam freezer tetap dianjutkan jika waktu penyajiannya masih cukup lama. Selain dapat disimpan di dalam lemari es, Air susu ibu yang sudah diperah juga dapat disimpan di cool box di antara tumpukan es batu di dalamnya. Air susu ibu yang disimpan di dalam cool box dapat bertahan selama 24 jam.

Letakkan botol Air susu ibu di kulkas bagian dalam

Yang pertama ialah dengan cara memberikan label berupa tanggal, nama dan juga jam pemerahan dan pastikan Anda menutup rapat botol tersebut jika sudah diisi dengan Air susu ibu. Air susu ibu yang disimpan pada kulkas dapat bertahan 5 hingga 7 hari yang akan datang, jika Anda menyimpannya di freezer Air susu ibu dapat bertahan hingga 6 bulan. Sedangkan jika Anda menyimpannya pada ruangan bersuhu netral Air susu ibu hanya dapat bertahan hingga 10 jam. Sebaiknya banyaknya Air susu ibu yang disimpan setara dengan jumlah susu yang diminum bayi dalam sekali waktu. Hal ini bertujuan agar susu yang disajikan kepada bayi tidak terkontaminasi bakteri dan tetap higienis.

Memberikan label pada botol kaca

Jika sibuk bekerja, Anda bisa memerah Air susu ibu minimal dua kali dalam sehari atau tiga kali dalam jangka waktu 2 hingga 3 jam. Biasanya Air susu ibu akan lebih banyak diproduksi di pagi hari, agar Air susu ibu keluar lebih banyak, pakailah tangan buat memerahnya. Saat memerah Air susu ibu, pastikan tangan dalam keadaan higienis. Selain itu, Anda bisa menggunakan alat pompa Air susu ibu. Setelah digunakan, jangan lupa buat mencuci alat pompa hingga bersih.

Perhatikan dalam memerah Air susu ibu

Penasaran kan? Berikut ialah cara menyimpan Air susu ibu yang benar dan tepat yang wajib diketahui.

Memerah Air susu ibu yang tepat dapat menjaga kualitas dan kuantitas Air susu ibu tersbut. Sebelum memerah Air susu ibu, pastikan Anda dalam keadaan bersih dan steril. Karena pencernaan bayi yang belum sempurna amatlah rentan terhadap gangguan pencernaan. Setelah mencuci tangan, siapkan wadah penyimpanan yang bersih pula, seperti botol kaca ataupu  kontainer plastik yang memiliki tutup rapat. Jika memilih botol plastik, pastikan Anda memilih bahan plastik yang aman yaitu yang terbebas dari bisphenol A (BPA). Hal yang perlu diperhatikan lainnya ialah jangan mencampurkan Air susu ibu yang sudah dibekukan dan yang masih baru pada wadah yang disimpan.

Seperti yang Anda ketahui Air susu ibu Merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun tuntutan pekerjaan membuat beberapa besar ibu mengalami kekhawatiran karena tidak dapat memberikan Air susu ibu buat buah hatinya. Namun Anda tidak perlu khawatir dengan memperhatikan tips menyimpan Air susu ibu yang tepat, Anda masih tetap bisa memberikan nutrisi terbaik bagi si kecil tanpa mengurangi nutrisi-nutrisi yang ada di dalam Air susu ibu. Selama Anda mengetahui panduan yang tepat dalam menyimpan Air susu ibu, tidak akan terjadi hal berbahaya bagi kesehatan Anak.