WHAT'S NEW?
Loading...

Inilah Cara Hitung Rumus Penting Peternakan Ayam Broiler

Dalam global usaha peternakan ayam broiler, pengetahuan dalam menghitung rumus rumus teknis pemeliharaan dan produksi ternak ayam broiler absolut atau wajib diketahui peternak. Karena disadari atau tidak peternak pun harus mempunyai administrasi yg baik layaknya perusahaan sebab hal ini menyangkut keuntungan rugi peternakan ayam broiler. Tentu seluruh peternak nir ingin mengalami kerugian bukan. Rumus rumus ini sanggup dijadikan baku pola pemeliharaan ayam broiler dalam hal manajemen. Hal ini bisa dijadikan menjadi baku administrasi pemeliharaan, administrasi pengobatan & jua administrasi pakan. Dengan administrasi yang baik, peternakan juga akan berjalan menggunakan baik, begitu pula kebalikannya administrasi yg tidak baik pada peternakan broiler pula akan berimbas buruk pula dalam output yg didapatkan.

Dalam dunia perjuangan peternakan ayam broiler Inilah Cara Hitung Rumus Penting Peternakan Ayam Broiler

Tidak peduli besar kecilnya populasi ayam broiler yang dipelihara, administrasi yang baik jua akan menghasilkan output menyerupai yang diperlukan. Peternakan broiler mempunyai waktu pemeliharaan singkat, cepatnya perputaran uang dan poly dimiliki oleh peternak baik menggunakan sistem kemitraan juga mandiri. Evaluasi pada peternakan pula membutuhkan sejumlah perangkat pengukuran yang dinamakan parameter. Sebagai materi perbandingan, parameter tadi dibandingkan menggunakan standar berdasarkan breeder. Nah berikut yakni beberapa rumus yang paling tidak wajib diketahui oleh peternak ayam broiler:

Keterangan :

  • Rumus Indeks prestasi / IP atau sering juga disebut dengan Indeks performan (tingkat administrasi pemeliharaan ayam broiler)
  • Rumus Kematian pemeliharaan ayam broiler atau sering disebut dengan deplesi yang dihitung dalam persentase (%)
  • Rumus BW (body weight) atau BB (bobot badan) yakni rataan bobot badan
  • Rumus FCR (feed conversion ratio) atau konversi pakan atau dengan kata lain berapa jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg berat / bobot ayam
  • Rumus A/U  : umur rata-rata panen (hari)
  • FI / Feed Intake : Pemakaian pakan

Nah berikut dibawah ini yakni bagaimana cara menghitung rumus rumus tadi:

Rumus Menghitung IP Broiler

Khusus peternakan broiler terdapat satu parameter utama yang sering dipergunakan buat mengukur keberhasilan peternakan yaitu indeks performan (IP). Nilai IP dipakai buat memilih nilai insentif/ bonus bagi peternak (bagi kemitraan) juga pekerja sangkar. Berikut rumus indeks performan (IP) tersebut.

IP = (100 - Deplesi) x BB x 100

FCR x (A/U)

Standar IP yang baik ialah di atas 300. Oleh alasannya itu, semakin tinggi nilai IP maka semakin berhasil suatu peternakan broiler tersebut atau dengan kata lain >300 semakin baik. Standar penghitungannya yakni sebagai berikut:

  • >400 : Exellent
  • 300-399 : Baik
  • <300 : Kurang

Rumus menghitung Bobot tubuh (BB) rata-rata / BW

Rumus ini dipakai untuk mengukur berat tubuh baik ketika kontrol berat tubuh maupun waktu panen. Berikut rumus tadi :

BB = Bobot timbang (kg)

Jumlah ayam (ekor) = BW

Mengetahui bobot tubuh ayam akan menjadi pola dalam pemeliharaan. Jika bobot tubuh rata-homogen lebih kecil berdasarkan standar lakukan beberapa pemugaran contohnya dalam tata laksana pinjaman pakan & pengaturan kepadatan kandang. Bw tak jarang dilakukan secara rutin tiap ahad dan ketika panen.

Cara Menghitung Rasio konsumsi pakan terhadap peningkatan berat tubuh atau Feed Conversion Ratio (FCR)

FCR =

Jumlah pakan yg dikonsumsi (kg) / Feed Intake

Berat tubuh yang dihasilkan (kg) = FCR

Dengan istilah lain, FCR didefinisikan berapa jumlah kilogram pakan yang dibutuhkan buat membentuk satu kilogram berat badan. Idealnya satu kilogram pakan mampu membentuk berat tubuh 1 kg atau bahkan lebih (FCR ? 1). Sayangnya, syarat tersebut tidak selalu terjadi. Pada broiler umumnya target FCR = 1 maksimal sanggup dicapai sebelum ayam berumur dua ahad (FCR dua ahad ? 1,047-1,071. Setelahnya, FCR akan meningkat sinkron umur ayam.

Cara menghitung Rata-rata umur ayam ketika panen (A/U)

Parameter ini menghitung rata-homogen umur ayam yg dipanen. Pemanenan yg termasuk ke dalam parameter ini ialah pemanenan ayam sehat pada bobot tubuh eksklusif. Jadi, ayam afkir tidak masuk ke pada perhitungan ini. Misalnya terdapat ajakan 600 ekor ayam broiler berat 1 kg pada peternak broiler yang mempunyai populasi 3.000 ekor. Sehingga peternak tetapkan memanen 600 ekor ayam yg sudah mencapai berat 1 kg sedang yang lainnya (2400 ekor,red) nir. Rumus menghitung A/U merupakan :

A/U =

?(U x P)

total populasi terpanen

Keterangan :

U : umur ayam dipelihara

P : populasi ayam yg dipanen

Cara Menghitung Tingkat deplesi populasi

Deplesi populasi atau penyusutan jumlah ayam bisa berasal dari dua hal yaitu tamat hayati dan afkir ayam (culling ayam). Rumus menghitung tingkat deplesi (D) artinya sebagai berikut :

Deplesi =

Jumlah ayam mati afkir x 100%

Populasi awal

atau bisa juga,

Deplesi =

Populasi awal - jumlah ayam panen x 100%

Populasi awal

Contoh Perhitungan  Rumus

Sebuah peternakan ayam broiler komersial menggunakan hasil recording sebagai berikut:

Populasi awal : 5.000 ekor

Populasi tamat : 4.850 ekor

Umur panen : 28 hari

Berat panen total : 6.776,4 kg

Jumlah pakan total : 9.400 kg

Berat DOC : 40 g/ ekor

Ayam tewas : 65 ekor

Ayam afkir : 85 ekor

Waktu panen :

21 hari --> 520 ekor    = 0,82 kg

28 hari --> 3.850 ekor = 1,4 kg

35 hari --> 480 ekor    = 2 kg

maka perhitungannya merupakan,

Deplesi

= (65 + 85) ekor x 100%

5000 ekor

Deplesi = tiga %

(persentase deplesi aporisma = lima%)

Rata-rata BB ayam waktu panen

= (480 x 2) + (520 x 0,82) + (3.850 x 1,4) kg

tiga.850 480 520 ekor

= 960 + 426,4 + 5.390 kg

4.850 ekor

= 6.776,4 kg

4.850 ekor

= 1,4 kg/ ekor ayam

FCR / Feed conversion ratio / Konversi pakan

= 9.400 kg (Feed Intake)

6776,4 kg ? (0.04 kg x 5000)

= 1,43

A/U / Rata rata umur panen

= (21x520)+(28x3850)+(35x480)

(4850) ekor

= 27,94 hari

(ketika panen ayam pada perhitungan ini artinya 28 hari)

IP / indeks performance

= (100% - 3%) x 1,4 kg x 100

1,43 x 27,94 hari

= 339,89 (baku IP: ? 300)

Perhitungan Break Even Point (BEP) / Titik Impas

Nilai kualitas performan ayam ditunjukkan menurut nilai IP sedangkan buat nilai rupiah tercermin menurut nilai BEP harga. BEP harga dipakai buat memilih taraf harga jual semoga mencapai titik impas (tidak untung nir rugi). Metode ini paling sering digunakan sang peternak. Seperti diketahui, bahwa harga ayam broiler mengikuti harga pasar sebagai akibatnya peternak sulit mengatur harga sendiri. Dengan metode BEP harga tadi, ketika harga jual ayam sudah melewati nilai BEP harga peternak bisa menjualnya. Metode penghitungan BEP adalah sebagai berikut.

BEP = (FCRxBBxP)+DOC+BOP+BVK

BB

Keterangan :

BB : berat tubuh rata-rata ayam

P : harga pakan per kg

DOC : harga DOC

BOP : biaya operasional

BV : porto pengobatan (vaksin, antibotik, vitamin, desinfektan dsb)

0 comments:

Post a Comment