WHAT'S NEW?
Loading...

Bagaimana Cara Mudah Jadi Dokter Gigi?| Bloggout

Medianers ~ Tempo lalu anak dari teman saya yang duduk di kelas 3 SLTP bertanya, " Om, bagaimana caranya bisa jadi dokter gigi dengan mudah?" Nanti setelah kamu tamat SLTA lanjutkan kuliah di fakultas kedokteran gigi (fkg). Jawab saya.

Ilustrasi-tindakan-dokter-gigi

"Besar ya om biaya kuliah di kedokteran gigi?" Kalau biayanya om juga nggak tau. Tapi, sepengetahuan om kuliah pada universitas negri biayanya baku. Kalau di kedokteran gigi partikelir persisnya om nir tau. Ulas aku .

Usut punya usut, ternyata anak tersebut tertarik jadi dokter gigi lantaran imbas orang tuanya yg jua bekerja pada sektor kesehatan. Bahkan, saking tertariknya jadi dokter gigi, dia acapkali berperan sebagai dokter gigi pada sebuah pelaksanaan game dokter gigi, ungkap mamanya, yang kebetulan mendengar percakapan kami waktu itu.

Mendengar pernyataan orang tuanya, aku heran, "macam-macam saja jenis game waktu ini, masak ada game dokter gigi bagai?" lirih saya dalam hati. Tapi, nir apa-apalah, setidaknya mampu merangsang minat si anak jadi dokter gigi benaran.

Kemudian, aku sarankan si anak sahabat. "Agar kamu mudah diterima pada fakultas kedokteran gigi, rajin-rajinlah belajar & poly membaca mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Serta iringi menggunakan doa, semoga suatu hari nanti mampu diterima pada fakultas kedokteran gigi negri, & mampu jadi dokter gigi benaran yg siap melayani warga dan mengabdi dalam kedua orang tua serta nusa & bangsa." (AW)

Alasan Penting Pendidikan Dan Pelatihan Wajib Bagi Perawat| Bloggout

Medianers ~ Menjalani profesi sebagai Perawat di pelayanan kesehatan penting menjalankan pendidikan dan pelatihan berkelanjutan agar ilmu pengetahuan, skill, dan kemampuan profesional ter-update. Sepanjang Perawat mengabdikan diri pada kemanusiaan, maka pendidikan dan pelatihan wajib dilaksanakan.

Perawat yang tidak move on, tidak mengupdate ilmu pengetahuan dengan pendidikan dan pelatihan, makaakan terlindas digiling derasnya persaingan. Sebut saja beberapa kebijakan yang harus dilalui oleh Perawat, diantaranya: uji kompetensi, seleksi kredensial, dan tes akademik lainnya agar bisa mendapatkan pengakuan legal saat praktek di pelayanan kesehatan.

Alasan-penting-pendidikan-pelatihan-bagi-perawat

Alasan penting lainnya pendidikan dan pelatihan wajib dilakukan Perawat adalah untuk memperpanjang Surat Tanda Registrasi ( STR ). Perawat yang telah kadaluarsa STR-nya, saat memperpanjang, wajib menunjukan telah mengumpulkan 25 SKP ( Satuan Kredit Profesi ) selama 5 tahun.

Terkait: Tenaga Kesehatan Tidak Kompeten Tersingkir Oleh Permemkes 1796

SKP dimana didapatkan? SKP ini output tabungan menurut pendidikan dan training, misalnya, seminar, workshop, rendezvous ilmiah, & pendidikan berkelanjutan lainnya yg penyelenggarannya diakui sang badan/institusi atau organisasi resmi.

Pertanyaanya, sejawat Perawat sudahkah melakukan pendidikan dan pembinaan berkelanjutan secara monoton ?

Baca juga : Dilema Perawat Melanjutkan Pendidikan Dan Karir
Dalam rangka mempersiapkan diri agar di akui kompeten dan legal oleh peraturan dan perundangan. Saat ini, Ijazah diploma 3 keperawatan atau ijazah Ners saja tidak cukup sebagai jaminan bagi Perawat dalam menjalankan praktek keperawatan di pelayanan kesehatan.(AW)

Alasan Wanita Ini Membuat Tatto Pada Bekas Luka Operasi Payudara ( Mastektomi)| Bloggout

Medianers ~ The American Cancer Society memperkirakan bahwa 231.840 wanita di AS akan didiagnosis dengan kanker payudara. Dan, sekitar 1 orang dari 8 orang wanita Amerika diperkirakan terkena kanker payudara.

Kanker payudara adalah penyakit yg ditakuti perempuan , karena bisa menghambat citra diri ( gangguan konsep diri) dan dapat mengancam nyawa. Jelas payudara merupakan bagian berdasarkan aset berharga wanita yang selalu ditonjolkan. Kehilangan aset tadi bisa menyebabkan kehilangan rasa percaya diri.

Di Amerika dan Eropa, wanita yang mengalami kanker payudara, cendrung setelah Mastektomi (operasi pengangkatan payudara) melukis bekas lukanya dengan tatto, tujuan mereka untuk meningkatkan rasa percaya diri yang hilang. Berikut photo-photo yang dapat medianers share, diantaranya sebagai berikut:

1. Bernadette McLaughlin Memberi Tatto Pasca Mastektomi

Operasi-kanker-payudara
Bernadette McLaughlin

"Mengerikan bekas luka operasi, saya ditawari kesempatan untuk mendapatkan tato pada bekas luka tersebut oleh P.ink." Ungkapnya pada healthline.

"Sekarang saya melihat dada saya menjadi sebuah karya seni. Hal ini sudah sahih-sahih berubah bayanganku di cermin & menciptakan aku merasa utuh lagi"- Ungkap Bernadette McLaughlin penuh percaya diri.

2. Gambar Bunga Pada Payudara Pasca Mastektomi

"Ini merupakan tato aku ." Ucap Ann Marie Otis sambil memberitahuakn melalui gambar hitam putih.

3. Tatto Pasca Mastektomi di Jerman

"Tujuan saya tidak untuk menutupi bekas luka. Saya ingin mengatakan kanker pembunuhan yang tempatnya sekarang diduduki oleh tato saya ... tato ini membantu saya untuk merasa nyaman di badan saya lagi. Sejak saat itu, saya mencoba untuk memberitahu wanita lain tentang mastektomi tato di sini di Jerman. " Tulis salah seorang wanita yang tak menyebutkan namanya pada healthline .(AW)

Kanker Prostat| Bloggout

Kelenjar prostat berfungsi mengeluarkan cairan dari air mani, atau cairan mani, yang membawa sperma yg diproduksi sang testis. Cairan sangat penting buat reproduksi.

Kanker prostat adalah jenis yang paling generik berdasarkan kanker yang berkembang dalam pria selain kanker kulit, & merupakan penyebab primer kedua kematian dampak kanker dalam laki-laki . Pada 2015 American Cancer Society memperkirakan lebih dari 220.000 orang yang baru didiagnosis dengan kanker prostat & lebih menurut 27.800 orang meninggal akibat penyakit kanker prostat.

Kanker prostat terdiri dari sel adenokarsinoma yg ada dari jaringan kelenjar. Sel-sel kanker diberi nama sesuai dengan organ pada mana mereka berasal. Metastasis merupakan proses kanker menyebar melalui darah atau sistem limfatik.

Faktor risiko tertentu menghipnotis seseorang untuk kanker prostat. Diantaranya, termasuk:

  • Umur: 60% dari kasus kanker prostat timbul pada pria di atas 65 tahun. Penyakit ini jarang terjadi pada pria di bawah 40;
  • Ras atau etnis: Laki-laki Amerika dari keturunan Afrika yang didiagnosis dengan kanker prostat lebih sering daripada pria dari ras lain atau etnis lain;
  • Riwayat keluarga: Kanker prostat dapat diturunkan dari keluarga. Seorang pria yang ayah atau saudaranya memiliki kanker prostat adalah dua kali lebih mungkin untuk terkena kanker prostat. Jika beberapa anggota keluarga memiliki kanker prostat, dan khususnya jika ditemukan pada usia muda pada mereka, maka risiko mungkin bahkan lebih tinggi;
  • Kebangsaan: Kanker prostat lebih umum di Amerika Utara, Eropa (terutama negara-negara barat laut di Eropa), Karibia, dan Australia. Hal ini kurang umum di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan dan Tengah;
  • Faktor genetik: Mutasi pada sebagian dari DNA yang disebut gen BRCA2 dapat meningkatkan risiko seorang pria terkena kanker prostat. mutasi ini sama pada anggota keluarga perempuan dapat meningkatkan risiko mengembangkan kanker payudara atau ovarium. Namun, sangat sedikit kasus kanker prostat dapat langsung dikaitkan dengan perubahan genetik diidentifikasi;
  • Faktor-faktor lain: Diet tinggi daging merah dan makanan berlemak dan rendah dalam buah-buahan dan sayuran tampaknya terkait dengan risiko lebih tinggi terkena kanker prostat;
  • Obesitas juga dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker prostat;
  • Merokok;
  • Riwayat penyakit menular seksual, riwayat prostatitis (radang prostat), juga berperan menyebabkan kanker prostat;

Diagnosis kanker prostat seringkali melibatkan kombinasi dari tiga tes:

  1. Pemeriksaan colok dubur: Sebagai bagian dari pemeriksaan fisik dokter memasukkan jari yang dilumasi ke dalam rektum (dubur) dan terasa ke arah depan tubuh Anda. Kelenjar prostat adalah sebesar buah kenari atau ukuran kelenjar yang lebih besar segera di depan rektum, dan di bawah kandung kemih. Bagian belakang kelenjar prostat dapat dirasakan dengan cara ini. Temuan pada ujian ini dibandingkan dengan catatan tentang sebelum pemeriksaan colok dubur pasien. Pemeriksaan biasanya berlangsung singkat, dan sebagian besar merasa tidak nyaman karena tekanan yang digunakan untuk memeriksa secara manual. Temuan seperti ukuran normal, benjolan, atau nodul, mungkin menunjukkan kanker prostat;
  2. Prostat spesifik antigen (PSA) tes darah: mengukur tes darah PSA tingkat protein yang ditemukan dalam darah yang diproduksi oleh kelenjar prostat dan membantu menjaga semen dalam bentuk cair. Tes PSA dapat menunjukkan kemungkinan peningkatan kanker prostat. Kanker prostat dapat ditemukan pada pasien dengan tingkat PSA rendah tetapi ini terjadi kurang dari 20% dari waktu;
  3. Biopsi Prostat: Biopsi mengacu pada prosedur yang melibatkan mengambil sampel dari jaringan dalam tubuh. Kanker prostat hanya didiagnosis dengan menemukan sel-sel kanker pada sampel biopsi yang diambil dari kelenjar prostat. Hasil biopsi kanker prostat.Hasil analisis patologis dari core biopsi di bawah mikroskop untuk mendiagnosa kanker prostat. Prosedur biopsi mungkin tidak sempurna, dan sekarang kanker pada prostat dapat terjawab. Jika ahli urologi masih mencurigai berdasarkan hasil pemeriksaan dan gambar USG yang terlihat selama prosedur, biopsi tambahan mungkin dianjurkan.Laporan patologis pada kanker dari hasil biopsi menunjukkan akan berisi banyak informasi rinci. Ukuran inti biopsi dan persentase keterlibatan masing-masing inti akan dilaporkan. Yang paling penting saat ini kanker prostat akan diberi skor numerik, yang biasanya dinyatakan sebagai jumlah dari dua angka (misalnya, 3 + 4) dan disebut sebagai Skor Gleason. Ini mencirikan penampilan sel-sel kanker dan membantu memprediksi tingkat kemungkinan nya agresivitas dalam tubuh. Hal ini sering juga disebut sebagai kelas dari kanker prostat. The Gleason skor dan sejauh mana keterlibatan inti biopsi dinyatakan sebagai persentase, serta tingkat PSA serta keadaan umum kesehatan Anda dan sebaliknya diperkirakan harapan hidup semua dokter membuat rekomendasi terbaik untuk Anda tentang bagaimana kanker Anda harus dirawat.

Seorang pasien dengan kanker prostat dini mungkin akan mengalami gejala menjadi berikut:

  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari;
  • Kesulitan dalam memulai atau menghentikan aliran urin. Aliran urin lemah atau terputus
  • Hilangnya kontrol buang air kecil dengan batuk atau tertawa;
  • Ketidakmampuan untuk buang air kecil ketika berdiri, membutuhkan duduk saat buang air kecil;
  • Nyeri buang air kecil atau ejakulasi;
  • Darah dalam urin atau air mani;
  • Banyak gejala kanker dini pada prostat juga dapat dikaitkan dengan kondisi jinak (bukan kanker) prostat termasuk hipertrofi prostat jinak (BPH), atau infeksi pada kelenjar prostat atau sistem kemih;
  • Gejala kanker prostat yang telah menyebar dari kelenjar prostat ke tempat lain dalam tubuh (disebut kanker prostat metastatik) meliputi: semakin parah, nyeri pada tulang, terutama punggung bawah, penurunan berat badan yang tidak dapat diketahui, Kelelahan, sesak napas saat melakukan aktivitas.

Pilihan pengobatan medis konvensional buat kanker prostat termasuk, antara lain:operasi,terapi radiasi, cryotherapy,terapi hormonal, kemoterapi, imunoterapi, radiofarmasi (zat radioaktif digunakan menjadi obat), dan lain-lain.(AW/Berbagai sumber)

Jenis Pelatihan Paling Diminati Perawat| Bloggout

Medianers ~ Pendidikan dan pelatihan merupakan hal penting bagi profesi Perawat. Pelatihan yang diminati Perawat berdasarkan kebutuhan pekerjaannya sehari-hari atau berdasarkan kebutuhan ruang rawatan tempat ia bekerja dapat medianers uraikan sebagai berikut:

Pelatihan basic perawat kamar bedah sangat diminati oleh Perawat-perawat muda yang baru tamat, juga Perawat yang telah bekerja. Pelatihan tersebut biasanya diselenggarakan oleh Rumah Sakit Pendidikan kerjasama HIPKABI ( Himpunan Perawat Kamar Bedah Indonesia).

Pelatihan basic perawat kamar bedah ditujukan buat perawat yg berminat mengabdikan diri di kamar operasi. Sebab galat satu syarat akreditasi tempat tinggal sakit Perawat yang bekerja di kamar operasi harus punya sertifikat training basic perawat kamar bedah.

Pelatihan Pertolongan Pertama Penderita Gawat Darurat ( PPGD)

Sertifikat Pelatihan PPGD adalah syarat krusial dimiliki setiap Perawat dimanapun dia bekerja ilmu PPGD sangat bermanfaat & akan terpakai. Sertifikat pelatihan PPGD dominan dimiliki setiap Perawat, adalah sebuah keharusan buat menunjang prestasi kerja pada tempat pelayanan kesehatan.

Pelatihan PPGD jua sangat diminati sang Perawat yg baru tamat, lantaran ketika mendaftar pekerjaan di sebuah rumah sakit, bila pelamar mempunyai sertifikat PPGD akan menerima nilai tambah & prioritas. Demikian pula bagi yg telah bekerja akan mendapatkan nilai plus jika ingin jadi energi TKHI ( Tenaga Kesehatan Haji Indonesia).

Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support ( BTCLS)

Pelatihan BTCLS adalah lanjutan menurut pelatihan PPGD, sertifikatnya lebih bergengsi daripada pelatihan PPGD. Mayoritas yang sudah mengikuti training PPGD akan berminat untuk mengikuti pembinaan BTCLS.

Perawat yg telah mengikuti pembinaan BTCLS pula memiliki nilai tambah buat prioritas diterima bekerja di Rumah Sakit atau di sebuah perusahaan asing atau buat tenaga TKHI.

Pelatihan Intensive Care Unit (ICU)

Pelatihan ICU juga diminati sang Perawat. Lantaran buat Perawat yang ingin bekerja pada ruang ICU butuh ketrampilan spesifik yang menguasai pada bidang ICU, seperti menguasai EKG, fisiologi jantung, ekuilibrium cairan tubuh, pengoperasionalan monitor tanda-tanda indera vital, & lain-lain.

Perawat mahir ICU umumnya jua akan melakukan training lanjutan pada bidang yg sama.

Pelatihan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Sama halnya dengan pelatihan ICU, yang membedakan pelatihan ini adalah khusus menangani bayi yang bermasalah dengan pernafasan, berat badan lahir rendah, infeksi dan lain-lain.

Baca Juga : Alasan Penting Pendidikan Dan Pelatihan Wajib Bagi Perawat

Pelatihan NICU jua poly diminati oleh perawat belia yang akan mencari kerja, karena mempunyai sertifikat pembinaan ini, mempunyai peluang akbar buat direkrut sang tempat tinggal sakit.

Pelatihan lainnya yg diminati Perawat

Sesungguhnya masih banyak jenis training lainnya yang diminati oleh perawat. Diantaranya: pembinaan haemodialisa, training perawatan luka terbaru, training hipnotherapy, pembinaan membaca EKG dan training donasi hidup dasar.(AW)

Pengobatan BPH, Pembesaran Prostatic Jinak| Bloggout

Pembesaran prostat akan memblokir uretra (saluran pipis). Hal ini seringkali mengakibatkan masalah menggunakan buang air kecil.

BPH terjadi pada hampir semua orang dengan bertambahnya usia mereka. BPH bukan kanker prostat. Prostat membesar dapat menjadi gangguan. Tetapi biasanya bukan masalah serius. Sekitar setengah dari semua orang tua mengalami beberapa gejala.

Benign prostatic hyperplasia pula dikenal sebagai hipertrofi (pembesaran) prostat jinak. Benign prostatic hyperplasia mungkin adalah bagian normal dari proses penuaan pada laki-laki , yg disebabkan sang perubahan ekuilibrium hormon dan pertumbuhan sel.

Tanda-pertanda seorang mengalami BPH seperti:

  • Kesulitan buang air kecil dan bahkan benar-benar berhenti;
  • Sering merasa seperti ingin buang air kecil. setiap saat;
  • Perasaan ini bahkan dapat membangunkan Anda di malam hari;
  • Aliran urin lemah;
  • Rasa kandung kemih anda tidak benar-benar kosong setelah buang air kecil;
  • Dalam sejumlah kecil, kasus BPH dapat menyebabkan kandung kemih akan diblokir, sehingga tidak mungkin atau sangat sulit untuk buang air kecil. masalah ini dapat menyebabkan cadangan urin (retensi urin), yang mengarah ke infeksi kandung kemih atau batu, atau kerusakan ginjal;
  • BPH tidak menyebabkan kanker prostat dan tidak mempengaruhi kemampuan pria untuk berproduksi. Dan tidak menyebabkan masalah ereksi;
  • Dan biasanya dokter Anda dapat mendiagnosa BPH dengan mengajukan beberapa pertanyaan tentang tanda-gejala yang anda alami serta menanyakan kesehatan masa lalu dan dengan melakukan pemeriksaan fisik. Tes mungkin termasuk tes urine (pipis) dan pemeriksaan colok dubur, yang memungkinkan dokter dapat meraba ukuran prostat Anda;
  • Dalam beberapa kasus, antigen (PSA) tes prostate specific dilakukan untuk membantu menyingkirkan kanker prostat. (Kanker prostat dan BPH tidak terkait, tetapi mereka dapat menyebabkan beberapa gejala yang sama).Dokter Anda mungkin menanyai berapa sering Anda mengalami gejala BPH, seberapa parah? dan berapa banyak mempengaruhi kehidupan?

Jika gejala yang ringan sampai sedang dan nir mengganggu mungkin dilakukan perawatan pada tempat tinggal pada bawah kontrol energi kesehatan ( Dokter & Perawat).

Dokter akan menyarankan buat memeriksa secara teratur ke pelayanan kesehatan buat memeriksa indikasi dan tanda-tanda dan memastikan kasus lain yg akan ada.

Mungkin anda akan dibantu menggunakan pemasangan kateter (selang pipis) dengan menggunakan alat tersebut akan membantu anda mengeluarkan urin menggunakan lancar. Pengobatan BPH dilakukan bila gejala sangat mengganggu atau mempunyai komplikasi lain, seperti: infeksi kandung kemih, atau batu kandung kemih.

Hal yg dapat Anda lakukan buat mengurangi gejala tanpa menggunakan kateter yakni dengan cara buang air mini sebanyak yg anda sanggup, bersantai selama beberapa ketika, & kemudian buang air kecil lagi.Hindari kafein & alkohol. Sebab, membuat tubuh selalu berusaha buat menyingkirkan air & bisa membuat Anda buang air kecil lebih acapkali.

Jika mungkin, hindari mengkonsumsi obat-obatan yg dapat membuat buang air kecil sulit, misalnya pil antihistamin, dekongestan (termasuk semprotan hidung), & alergi. Yakinkan komposisi obat dengan dokter atau apoteker yang akan anda konsumsi.

Jika perawatan pada rumah nir membantu, BPH bisa diobati menggunakan obat-obatan. Obat dapat mengurangi gejala, tapi tidak untuk mengecilkan prostat yg membesar. Apabila Anda berhenti minum obat, tanda-tanda akan timbul pulang.

Jika pertanda & gejala yang anda alami terlalu berat dan sangat menganggu, dokter akan menyarankan operasi (pembedahan) buat mengangkat bagian prostat Anda yg mengembang.(AW)

Sebagian mimpi tercapai di awal tahun 2013| Bloggout

"Apa! Istri saya hamil lagi dok?" Seakan nir percaya. Kaget mendengar diagnosa dokter. Belum genap 2 bulan istri aku nifas, tepatnya lepas tiga November 2012 melahirkan putri sulung kami di Rumah sakit. Kok mampu hamil lagi pada saat dekat?. Nafas aku sesak terengah-engah.

Astagfirullah al adzim! Rupanya mimpi, aku terbangun pukul 04.00 wib, baru 4 jam tahun 2013 mengitari ketika.

Saya menyeka muka sambil duduk, mengatakan dalam hati, "bila yang kuasa berkehendak, nir ada yang nir mungkin, apapun mampu terjadi diluar kuasa manusia." Istri hamil, itu merupakan anugerah terindah dari yg maha kuasa.

Saya bangunkan istri dari tidurnya yang lelap. " Bunda! Ayah bermimpi", saya ceritakan tentang mimpi yang saya alami barusan. Istri saya menanggapi, " itu rahmat yah. Insyaallah, Ayah akan ketiban rezeki". "Alhamdulillah", jawab saya seketika,  "tapi rahmat dan rezeki berupa apa ya nda? Rasanya nggak mungkin bunda hamil lagi dalam waktu yang singkat ini". "Entah, Bunda juga tidak tau", ulas sang istri.

Sahabat! Mimpi bisa saja mempunyai arti, & mimpi mungkin jua sebagai "bunga tidur". Apakah mimpi mampu terwujud di alam konkret? Saya nir tau persis, serta bagaimana mimpi itu mampu mensugesti kehidupan yang sebenarnya.

***

Alih-alih membahas mimpi, terdapat baiknya teman lanjutkan membaca, tentang virtual saya semenjak 2009 silam. Dimana saya bermimpi 'merajut' tulisan sebagai buku yang layak dibaca banyak orang. Akan namun, aku benar-benar bingung bagaimana cara merealisasikan impian tu. Dari mana dimulai & apa saja yg wajib disiapkan?

Impian membuat buku saya endapkan jauh di dalam hati. Suatu saat, ingin mimpi itu tercapai. Seakan mimpi itu akan  tinggal mimpi, apabila saya tidak rajin menulis. Membuat buku tanpa menulis, sesuatu impian yang sia-sia, sama saja bualan besar. Maka itu, saya berlatih terus-menerus secara otodidak, latihan lewat blog gratisan.

2009 hingga 2010 saya mempublikasikan sebanyak 114 artikel di blog personal, & tahun 2011 terjadi peningkatan menjadi 127 artikel. Saya tuliskan apa saja yang menarik minat. Apakah tulisan yang saya publikasikan galat ejaannya, atau penulisannya, saya tidak peduli, saya hanya menulis. Ingin menulis, & menulis setiap terdapat kesempatan.

Tiba saatnya evaluasi, kalau hanya menulis di blog, kapan tulisan aku dibaca sang orang yang nir punya akses internet? Dan, kapan tulisan saya dibaca sang orang yg 'hanya' senang baca koran sambil ngopi? Serta, kapan tulisan aku masuk daftar penerbit?

Yah, 2 pertanyaan mendasar yg sebagai tantangan.

Alhamdulillah, pertanyaan tentang tulisan koran terjawab. Tulisan aku pernah diterbitkan pada harian Singgalang, baik di rubrik opini, maupun di rubrik "Liek galamaidanquot;. Kemudian opini yg saya kirim, pernah jua pada terbitkan 1 kali pada Tabloid Ners, Referensi global kesehatan. Di kembali itu, pernah juga tiga kali opini yang aku kirim nir diterbitkan oleh koran harian pagi lokal Sumbar yang lainnya. Rasanya relatif sudah, sebagai bahan penilaian goresan pena di koran. Saya memfokuskan diri kembali buat terus menulis di blog.

Lalu, Bagaimana impian menciptakan kitab ?

Inilah pertanyaan mendasar yang belum mampu saya jawab. Impian membuat buku bagi saya bak 'si bisu barasian'. " Ia (si bisu) bermimpi begitu indah, memasuki surga, melihat malaikat, menyaksikan bidadari mandi di sebuah telaga" Tapi apa daya, mimpi itu tidak bisa ia ceritakan secara verbal kepada orang lain, hanya bisa disimpan tentang keindahan bidadari mandi di telaga dalam hati. Hanya dalam hati, sebatas mimpi.

***

Pembaca yg saya muliakan,

Sejatinya aku bukanlah lelaki pemimpi tulen. Tapi, buat memiliki buku karangan sendiri memang terbawa mimpi. Saya keliru seseorang pengagum gaya tulisannya Syaifoel Hardy, beliau penulis, editor dan motivator yang ketika ini bertempat tinggal di Qatar. Selain itu, dia pula CEO Indonesian Nursing Trainers, sekaligus inisiator lahirnya ebook "Enjoy Nursing, Kisah sukses Indonesian Nurses dari Lima benuadanquot;.

Ebook yg beliau inisiasi, melibatkan 30 orang penulis yg tersebar di lima benua. Lebih khusus, penulis di ebook yg saya maksud, saat ini tinggal, kuliah & bekerja, pada Amerika, Belanda, Australia, Jepang, Qatar, Saudi Arabia, Irak,Kuwait, dan sebagian kontributor bertempat tinggal pada tanah air tercinta.

Sebanyak 30 orang penulis yang berkontribusi, alhamdulillah. Salah satu antara lain, terdapat nama aku , Nurman. Dengan sekelumit kisah praktik (hal 51-59, ebook). Diterima oleh pak Syaifoel Hardy untuk bergabung menggunakan penulis hebat lainnya, yg menciptakan aku 'iri' dengan kisahnya menjadi Perawat pada negeri seberang.

Meskipun naskah saya baku, kurang menggigit, dibanding yg lainnya, yg sarat pengalaman, tantangan & perjuangan, sebagai akibatnya tulisannya begitu mempesona, indah dibaca, & sanggup membangkitkan gairah. Saya permanen bersyukur, ini adalah kado terindah di awal tahun.

Saat peluncuran ebook, (1/1/2013) Pak Syaifoel Hardy, & Mas Sugeng Riyadi menjadi layout naskah membeberkan, "bahwa ebook akan diterbitkan sebagai kitab versi cetak, planning bulan April mendatang."

Mungkin saja pendapat istri saya sahih, tentang arti mimpi semalam, bahwa "jika bermimpi istri mengalami kehamilan, tanda akan ketiban rezekidanquot;. Rezeki pada artian, sebagian cita-cita akan tercapai pada ketika dekat. Keinginan naskah menjadi buku!

Sebagian virtual tercapai. Merupakan langkah mini menuju mimpi besar . Menjadi penulis tunggal pada satu kitab . Yah, itulah mimpi aku sesungguhnya.

Payakumbuh-Sumatera Barat, 01 Januari 2013.

Nurman.

Mengenang Tragedi Gempa Dahsyat Sumatera Barat (Part 2)| Bloggout

Ia, berpendapat di depan kelas, "sebenarnya kekuatan G30S mencapai angka 9 SR (baca :Skala Richter). Saya dapatkan berita dari media luar negri,"pungkasnya.

Ia menambahkan, "bila pemerintah Indonesia mengumumkan G30S, lebih dari 8 SR, maka forum internasional dan forum asing non pemerintah bebas masuk tanpa biar . Sebab , sudah dipercaya bencana internasional, bukan lagi bala nasional. Seandainya global internasional bebas masuk tanpa biar . Maka pasca gempa, dikhawatirkan akan datang 'bala lain' pada Indonesiadanquot;.

Mengamati kenyataan dilapangan, saya kira opini pak Tasman terdapat betulnya. Namun, aku belum menemukan surat keterangan sahih tentang penetapan skala richter, yg dipercaya bencana nasional. Dan, berapa jua ukuran SR yang di anggap bala internasional?

Terlepas menurut opini di atas. Saya, dan tim kesehatan utusan RSUD dr Adnaan WD Payakumbuh menyaksikan pribadi peristiwa tragis G30S itu, dan sempat kerjasama menggunakan pihak RSUD Pariaman,ketika melakukan pertolongan.

Agar kami bisa memberikan pertolongan eksklusif dalam korban. Saat itu, yg kami perlukan izin pemakaian kamar operasi. Korban luka, patah tulang harus di debridement dan pada gips, serta traksi, secepat mungkin.

Izin pemakaian kamar operasi dibolehkan secara lisan oleh pihak IGD. Celakanya, kamar operasi terkunci, sedangkan kuncinya tidak ketemu. Petugas IGD, telah kehilangan logika mencari, dimana letak kunci tadi? Perawat IGD berusaha menelpon Kepala Ruangan (Karu) Kamar Operasi, akan tetapi beliau tidak bisa dihubungi.

Dokter Agus Supriadi nir tahan menunggu. Beliau, mengajak saya dan 3 teman lainnya menemui Direktur RSUD Pariaman. Kebetulan, rumah dinas direktur berada dalam lingkungan Rumah Sakit.

Pintu tempat tinggal direktur digedor oleh dr.Agus,& tidak terdapat yg menyahut. Arloji saya pertanda pukul 02.30 wib, udara dingin mulai menyusup kulit, niscaya lezat menarik selimut.

Gedoran semakin bertenaga, akhirnya kelihatan seorang perempuan keluar dari kamar, diintip menurut balik kaca, tubuhnya masih dibalut baju dinas rona gading. Pintu tempat tinggal dibukakan sang perempuan tadi, perkiraan saya ia berusia 45 tahun.

"Assallamuallaikum," ucap kami hampir bersamaan. "Maaf buk, menganggu istirahatnya,"ucap dr.Agus, selaku kepala tim.

Melihat beliau masih mengenakan seragam dinas, aku konfiden dia direktur RSUD Pariaman. Ketika dr.Agus mengucapkan salam. Ibu itu kelihatan kagok, sambil mengusap-usap mata, seraya merapikan rambut, dan menjawab salam, "nir apa-apa pak, terdapat yang mampu aku bantu?"

dr.Agus pun menjawabdanquot;,apakah bunda, direktur Rumah Sakit" Beliau balas, "iya, aku sendiri,ada apa?" Lalu, Dokter Agus memperkenalkan diri, menyebutkan maksud & tujuan, seraya memperkenalkan anggota tim.

Masih berdiri didepan pintu, sepertinya bunda direktur gampang mengetahui identitas kami, saya perhatikan ia melihat tulisan dan logo yg terdapat pada rompi yang kami pakai.

"Ibu ini lezat -enakan tidur yah, sementara anak buahnya basitungkin menolong korban. Apa ibu ini nir tanggap bala?" celetuk salah seorang sahabat aku , sambil berbisik-bisik.

Seolah mak itu mendengar bisikan. Lalu ia menyatakan, sangat senang menggunakan kehadiran kami. Padahal beliau sejak sanjo, (baca : senja, waktu gempa berlangsung) selalu mengawasi & terjun pribadi ke pelayanan, karena keletihan, sebagai terlelap diatas kursi,"kilahnya.

Tanpa basa-basi ketua tim, menyampaikan,"kami mau meminjam kamar operasi, obat-obatan dan indera operasi kami terdapat, tapi kunci kamar operasi nir terdapat, apakah kami mampu menggunakan kamar operasi RSUD ini," harap dr.Agus.

Menanggapi keluhan kami, Ibu direktur memanggil keliru seseorang staffnya buat menjemput Kepala ruangan Kamar Operasi & Kabid Keperawatan kerumah mereka masing-masing.

Singkat cerita, para staff direktur kalang-kabut mencari kunci. Ehh !Ternyata kuncinya tergantung pada dinding IGD dan dinding itu tertutup oleh pintu, sehingga kunci tidak kelihatan. Mungkin, akibat berdasarkan kepanikan, segala sesuatunya sebagai tak terkendali.

Pukul 03.30 wib, (10/09/2009), kami baru mampu masuk kamar operasi. Seluruh alat-alat, logistik & obat-obatan diturunkan. Dokter Harry, menyeleksi & memprioritaskan mana pasien yang harus didahulukan. Sementara, Saya, dr.Agus, Bismar dan Novera Akmal, menyiapkan segala sesuatunya pada kamar, indikasi tindakan pembedahan segera kami mulai.

Teman aku kelihatan pucat, dengan kondisi demikian.Yah, siapa saja niscaya cemas.

Telepon paralel antar ruangan, dari tersebut mengeluarkan bunyi, kring kriiiiing. Awalnya dibiarkan, lantaran keseringan, maka diangkatlah gagangnya sang Kepala ruangan (Karu). Kemudian, dia terlihat membicaraan sesuatu berfokus. Sementara, kami permanen melakukan operasi.

Selesai melakukan pembicaraan lewat telpon. Karu menghampiri kami. Ia mengungkapkan dalam dr.Agus," pak! Ada pasien emergency kehamilan. Saat ini, mengalami perdarahan hebat, menggunakan diagnosa Plasenta Previa. Bidan nir bisa lagi menolong, ini wajib ditindak sang dokter pakar kebidanan. Sementara, dokter ahli kebidanan kami sedang berada di Padang, lantaran keluarganya pula tertimpa musibah gempa. Apakah bapak sanggup menolong," demikian Karu membicarakan dengan nada sesak.

Pembaca yang budiman,sebagaimana di postingan sebelumnya, Mengenang tragedi gempa dahsyat di Sumatera Barat (Part 1), bahwa, merujuk tidak bisa lagi dilakukan, ke Padang. Jelas kota Padang juga lumpuh. Ke Lubuk Basung? juga mengalami hal yang hampir serupa dengan RSUD Pariaman.

Satu-satunya yg wajar adalah ke Bukittinggi. Seandainya dirujuk ke Bukittinggi, menggunakan jarak tempuh sekitar 100 km. Sangat mengandung resiko tinggi pada perjalanan.

Plasentanya menghambat jalan lahir (pintu), apabila dipaksakan lahir normal, maka plasenta kemungkinan pecah, bunda kehilangan darah, berpotensi dua nyawa tidak sanggup diselamatkan.

Lantas, apakah dokter bedah umum mau dan mampu melakukan Sectio Caesaria ( mengeluarkan bayi lewat dinding perut) ? sebagaimana kita ketahui, bahwa tindakan Sectio Caesaria, bukan kompetensi dokter bedah umum. Anda penasaran? Silahkan baca di "Apakah dokter bedah umum bisa melakukan tindakan Sectio Caesaria (SC)?" (Nurman)

Infeksi Kandung Kemih atau ISK| Bloggout

Medianers ~Apa itu Infeksi kandung kemih? Yaitu infeksi karena bakteri dalam kandung kemih. Beberapa orang menyebut infeksi kandung kemih sama dengan infeksi saluran kemih (ISK) atau sistitis.

Infeksi-kandung-kemih

Hal ini mengacu pada infeksi bakteri di mana saja pada saluran kemih, seperti kandung kemih, ginjal, ureter, atau uretra. Sementara sebagian besar perkara infeksi kandung kemih terjadi secara datang-tiba (akut), yang lain sanggup kambuh selama jangka panjang (kronis). Pengobatan dini adalah kunci buat mencegah penyebaran infeksi.

Apa Penyebab Infeksi Kandung kemih?

Penyebab infeksi kandung kemih adalah bakteri yg masuk melalui uretra & melakukan perjalanan ke kandung kemih. Biasanya, tubuh menghilangkan bakteri dengan membuang keluar ketika buang air mini . Khusus Pria kelenjar prostat berperan melindungi dari agresi infeksi, yg mengeluarkan hormon pelindung sebagai proteksi terhadap bakteri. Namun, kadang-kadang bakteri bisa menempel dalam dinding kandung kemih dan berkembang biak dengan cepat. Ini pada luar kendali tubuh buat menghancurkan mereka, yg akhirnya menyebabkan infeksi kandung kemih.

Menurut National Institute of Diabetes dan Pencernaan dan Penyakit Ginjal (NIDDK), sebagian besar infeksi kandung kemih disebabkan oleh Escherichia coli (E. coli). Bakteri ini secara alami hadir dalam usus besar. Infeksi dapat terjadi jika terlalu banyak bakteri dalam tubuh yang tidak keluar melalui buang air kecil.

Chlamydia dan Mycoplasma adalah bakteri lain yang dapat menyebabkan infeksi. Namun, tidak seperti E. coli, ini biasanya ditularkan hanya melalui hubungan seksual, dan mereka mempengaruhi organ reproduksi selain kandung kemih.

Siapa saja orang yg beresiko terkena infeksi kandung kemih?

Siapapun bisa berpotensi terkena infeksi kandung kemih, namun perempuan lebih rentan buat terinfeksi, daripada pria, lantaran wanita memiliki uretra (saluran pipis) pendek, sebagai akibatnya akses ke kandung kemih mudah bagi bakteri buat dicapai. Uretra perempuan jua terletak dekat dengan rektum dibanding uretra pria. Ini berarti jarak yg lebih pendek bagi bakteri buat bermigrasi.

Faktor-faktor lain termasuk: usia lanjut imobilitas, asupan cairan yang kurang berdasarkan kebutuhan tubuh, obstruksi kandung kemih, yg merupakan penyumbatan di kandung kemih, atau kelainan saluran kemih, yg ditimbulkan oleh stigma lahir atau cedera, yg merupakan kesulitan mengosongkan kandung kemih dan komplikasi pemasangan kateter.

Apa saja tanda & gejala Infeksi kandung kemih?

Gejala infeksi kandung kemih bervariasi tergantung pada beratnya. Anda akan segera melihat perubahan ketika buang air kecil. Beberapa gejala yang paling umum antara lain:

  • urin keruh atau berdarah
  • kencing lebih sering dari biasanya
  • urin berbau busuk
  • rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil
  • sering mengalami buang air kecil
  • kram di perut bagian bawah atau punggung bawah
  • infeksi kandung kemih juga bisa menyebabkan nyeri punggung. Nyeri ini berhubungan dengan nyeri pada ginjal. Tidak seperti sakit punggung otot, Anda mungkin mengalami rasa sakit di kedua sisi punggung atau bagian tengah punggung. Gejala demikian berarti infeksi kandung kemih cenderung menyebar ke ginjal. Jika infeksi infeksi menyebar ke ginjal juga dapat mengakibatkan demam.
Bagaimana cara Infeksi kandung kemih Didiagnosis?

Seorang dokter dapat mendiagnosis infeksi kandung kemih Anda menggunakan melakukan urinalisis. Ini merupakan tes yg dilakukan pada sampel urin buat menyelidiki keberadaan: sel darah putih, sel darah merah, dan bahan kimia lain yang ada pada urin.

Jika terdapat infeksi dalam kandung kemih , Dokter Anda mungkin jua melakukan kultur urin, yg adalah tes buat menentukan jenis bakteri pada urin. Setelah jenis bakteri diketahui, pengujian bakteri buat sensitivitas antibiotik dilakukan buat menentukan apa antibiotik terbaik buat memberantas bakteri tersebut.

Pengobatan & Perawatan pada Infeksi kandung kemih

Infeksi kandung kemih diobati menggunakan obat-obatan yg bisa membunuh bakteri (antibiotik) dan obat penghilang rasa sakit. Perawatan pada rumah pula bisa membantu meringankan gejala & menyembuhkan infeksi dengan mengkonsumsi obat antibiotik oral.

Perawatan pada tempat tinggal sebaiknya banyak minum air putih, bertujuan menyiram bakteri keluar berdasarkan kandung kemih, tapi air yg terbaik. Selain air putih usahakan pula minum juz mengandung banyak vitamin C atau minum juz cranberry buat menaikkan kadar asam pada urin, yang membantu buat membunuh bakteri. Manfaat lain menurut juz cranberry adalah bahwa dapat mencegah bakteri melekat pada dinding kandung kemih.

Bisakah Infeksi kandung kemih Dicegah?

Perubahan gaya hayati berikut dapat membantu mengurangi atau menghilangkan terjadinya infeksi kandung kemih, antara lain:

  • Minum enam sampai delapan gelas air putih sehari, tapi berkonsultasi dengan dokter Anda tentang jumlah yang benar cairan untuk minum jika Anda memiliki gagal ginjal
  • Bersihkan dari depan ke belakang setelah buang air kecil bagi perempuan
  • Buang air kecil sebelum dan setelah aktivitas seksual
Kebanyakan infeksi kandung kemih hilang dalam waktu 48 jam. Namun infeksi kandung kemih yang tidak dapat pengobatan yang baik, mungkin akan menimbulkan komplikasi lain, bahkan infeksi menyebar ke ginjal. Semakin awal Anda mencari pengobatan, semakin kecil kemungkinan infeksi akan menyebar. (AW/ Source: healthline.Com)

Selamat pak! Bapak pantas mendapatkan penghargaan itu| Bloggout

Menyimak apa yang dilakukan INNA-Q (PPNI-Qatar). Saya jadi berpikir. Apakah hal semacam ini, pernah pula dilakukan PPNI pusat yang ada di Jakarta atau PPNI daerah lainnya di Indonesia, utk memberi penghargaan pada anggotanya? Entah, setidaknya PPNI cabang Qatar telah melakukan terobosan itu. Yang menurut saya kreatif.

"Jangan berharap penghargaan buat Perawat datang berdasarkan forum lain. Jika organisasi & profesinya saja, belum bisa memberi penghargaan pada Perawat itu sendiri.

Saya 'angkat topi' menggunakan pengurus PPNI cabang Qatar, dan saya bangga mengenal Pak Syaifoel Hardy. Perawat Indonesia, teruslah berkarya.

Lifetime Achievement Award/ Dok: Grup FB, Indonesian Nursing Trainers
Selamat ya pak! Bapak pantas mendapatkan penghargaan itu.

"Mahkluk halus itu" ternyata bernama| Bloggout

Tahun baru saja berganti. Hidup bukan tambah mudah. Tantangan makin luas. Memanjang dan melebar. Di negeri ini, sulit sekali buat mencari loka yang bebas berdasarkan korupsi. Korupsi memang nir mengenal istilah skala akbar atau kecil. Korupsi mampu pada aneka macam bentuk. Uang, ketika, tenaga, atau materi lainnya.

Aku di purchasing, bagian import. Jadi nggak usah khawatir. Aku nggak kerja di tempat basah kok! Justru yang aku sekarang lagi bingungi adalah perusahaan di Indonesia ini banyak sekali manipulasinya. Dan itu hampir di semua perusahaan dan departmen. Misalnya pajak. Aku saat ini lagi dalam dilema antara terus bekerja atau berhenti. Karena aku tahu bahwa ada manipulasi di perusahaan. Dan aku merupakan bagian itu. Aku pernah bilang sama boss tentang hal ini. Tetapi jawabnya…...'kalau itu nggak kita lakukan perusahaan ini nggak bisa jalan, karena perusahaan yang lain semua melakukakannya'.”

?Dilematis! Kalau saya mau 'bersih', mestinya nggak harus bekerja di instansi ini. Aku berencana pingin ke luar, akan tetapi masih nunggu, hingga hutang-hutang lunas. Apa langkah yg saya lakukan ini benar??

Begitu kata Asri, seorang mak , karyawan sebuah perusahaan pada Jakarta beberapa saat lalu, saat dilanda galau menghadapi fenomena pada perusahaan tempat dia bekerja.

Di tengah-tengah gejolak para politikus yg berkampanye menggunakan galat satu visi dan misinya yang diantaranya ingin memberantas korupsi ini, sebagian besar kita ?Pesimis?.

Jujur saja, aku pernah melakukan korupsi. Demikian jua teman-sahabat lainnya, meskipun nir sekelas koruptor-koruptor kelas kakap, ulung, yang mengeruk kekayaan negara dan membawanya ke luar negeri.

Waktu itu besar gaji hanya 5 belas ribu Rupiah. Tinggal di asrama yang disediakan sang rumah sakit loka aku bekerja, makan jua tersedia. Dua puluh tahun kemudian, saya nggak tahu bagaimana orang menilainya, akan tetapi kalau dibandingkan honor pegawai negeri golongan IIA, honor tadi hanyalah 25%-nya. Saya dibayar menjadi energi honorer di sebuah tempat tinggal sakit pemerintah.

Sebagai energi honorer yang baru kerja, serba takut. Takut lantaran belum berpengalaman dalam poly bidang, galat satunya adalah soal uang ini.

Lambat laun aku ?Diajarin? Rekan-rekan senior, mengenai bagaimana bisa menerima uang ?Tambahan?. Saya 'terlena'. Kepingin menyobanya!

Sebagai yunior, kadang saya nggak mampu apa-apa kecuali ?Membenarkan nasehatnya?. Satu, 2, tiga, & entah berapa kali, akhirnya aku terbiasa mendapatkan uang-uang yg tidak higienis ini.

Alhamdulillah, akhirnya menyadari, bahwa lingkungan kerja semacam ini tidak mendidik secara moral. Saya pun pindah kerja!

Di loka kerja yang baru pun, ternyata, bukannya tambah baik. Rekan-rekan kerja yang gajinya masih pada bawah nomor penghasilan bulanan saya, sanggup gonta-ganti sandang setiap waktu, punya kendaraan bermotor, & kelihatannya selalu punya duit. Su?Udzon sih tidak, akan tetapi kita kan memakai kalkulasi logis. Di kantor, memang ada yg diklaim wilayah ?Basah? Dan terdapat pula daerah ?Kemarau?. Yang disebut pertama, sudah menjadi misteri generik.

Lambat laun aku terbiasa, ?Terdidik?, buat melipat-gandakan jumlah honor kerja lapangan pada luar honor rutin bulanan. Misalnya, aslinya kami bekerja hanya 8 jam seminggu di lapangan, kemudian diminta sang pimpinan untuk melipat-gandakan di atas kertas menjadi 32 jam, atau 400%. Sang pimpinan, meskipun tidak ikut kerja, namanya tercantum pada daftar pekerja lapangan. Sebagai seseorang staf aku nir bisa berbuat apa-apa. Sistemnya dari dulu seperti itu! Semua orang melakukannya.

Kepala Tata Usaha (KTU), jangan tanya! Hampir bisa dipastikan, setiap karyawan di kantor kami, ?Menyisipkan? Sejumlah uang ke sakunya, sebelum diterima di instansi kami.

Alhamdulillah, menggunakan donasi Allah SWT, yang ini tidak aku lakukan! Sementara karyawan lain, terdapat yang wajib mengangsur sesudah diterima jadi pegawai.

Malangnya, lebih kurang 10 tahun kemudian, saat saya telah tidak bekerja lagi di tempat kerja tadi karena pindah, sempat ketemu beliau, mantan KTU tersebut. Saya terharu dibuatnya. Beliau masih juga belum punya tempat tinggal ! Padahal sudah purna tugas, & anak-anaknya menginjak usia dewasa, bahkan bercucu.

Adakah ini impak menurut sebagian uang haram yg diperolehnya? Hanya Allah SWT Yang Maha Tahu!

Empat tahun kemudian aku pindah kerja lagi. Di institusi yang baru ini, milik sebuah yayasan terkenal di kota kami, terlihat ?Higienis?. Kultur kerja karyawannya terkenal: dedikasi tinggi, bebas korupsi! Sekilas slogannya memang begitu, bagi kami orang-orang ?Sipil?. Artinya, segala sesuatu yg menyangkut uang, dikendalikan oleh pelaku bebas korupsi.

Lama-kelamaan saya memahami, pekerja yg terdapat pada dalamnya yang duduk sebagai pengelola atau manajer di hampir seluruh departemen ini kelihatanya makin ?Makmur?.

Sambil kerja, aku sekolah lagi. Di bangku kuliah, sebuah universitas milik yayasan terkemuka, para dosen kami ini enak saja kalau absen. Seandainya nggak ngajar, mereka begitu saja biarkan jadwal-tinggal-jadwal, tanpa terdapat pemberitahuan pada mahasiswa. Apalagi mengubah jam-jam kosong.

Padahal, kalau kami, mahasiswa, jika terlambat bayar uang kuliah, didenda. Hanya mahasiswa terbelakang & malas yang ?Senang ? Bila dosen nya tidak datang.

Bukankah dosen-dosen macam ini merupakan model pengajar yg bermental korup?

Di perjalanan ke kampus setiap hari, saya biasa naik mikrolet yg berkapasitas delapan orang di belakang, serta dua orang pada depan termasuk sopir. Eh.......! Ternyata yang duduk bisa hingga 2 belas orang pada belakang & tiga orang pada depan termasuk si sopir. Apabila penumpang mengeluh soal overloaded, oleh sopir bilang: ?Naik aja taksi jika ingin lezat !? Itu belum lagi apabila penumpangnya ada yg gemuk, betapa tidak nyamannya naik transport ini. Padahal kita jua bayar kan?

Yang lezat , hidup pada desa barangkali! Bisa bebas berdasarkan aneka macam bentuk korupsi.

Kalau punya ladang atau sawah sendiri, itu yg digarap. Nyatanya, kemungkinan korupsi masih tetap ada. Di sawah kita pula sanggup korupsi, contohnya: air sawah! Kita mampu manfaatkan air yang mengalir secara nir adil. Jatah orang lain yg letaknya di belakang sawah kita nir terlalu kita perhatikan, alias kita penguasaan penggunaan airnya. Petani lain akhirnya gagal panennya karena ulah kita.

Wah! Jadi petani pun, juga nir sanggup lari dari kejaran kemungkinan menjadi pelakui korupsi.

Adik aku , lulusan IKIP, sampai sepuluh tahun terakhir ini statusnya masih guru nir permanen di sebuah sekolah partikelir. Saya bilang: itu lebih baik dibanding wajib ?Menyogok? Penjabat Depdiknas, yang istilah dia, sebesar dua puluh lima juta rupiah.

Beberapa orang tetangga aku semenjak 2 puluh tahun kemudian, sampai kini ini, masih pula memiliki satu ceritera yg tidak pernah berubah: korupsi dalam pencarian kerja! Jadi satpam pabrik, atau buruh pada pabrik plastik, mustahil tanpa KKN!

Kalau saya urut bentuk dan macam-macam korupsi yang terjadi di negeri ini, terlalu panjang buat ditulis. Sampai kapan hal ini berlangsung? Adakah pemimpin bangsa negeri ini concerned terhadap fenomena yang berlangsung layaknya flu allergica ini?

Saya berharap muncul kepemimpinan yang meneladani sosok Umar bin Khattab r.A. Atau Abu Bakar Sidik r.A. Mereka yg berani memberantas korupsi & amanah dalam tindakannya.

Manusia, apapun profesinya, apakah itu dokter, insinyur, perawat, pengajar, sopir, pedagang, biarawati, kyai, buruh pabrik, satpam, hingga petani, jikalau nir terkendali, semuanya rawan akan korupsi. Pelaku atau korban korupsi, kedua-duanya sama saja!

Manusia memang tidak akan pernah puas dengan apa yg dimiliknya. Guna pemenuhan kepuasan ini, banyak cara digunakan tanpa memandang halal atau haram.

Teman-sahabat kerja saya, hampir tidak pernah terdapat selesainya jikalau berbicara kasus kepuasan ini. Sudah punya HP Alcatel ingin Ericsson, kemudian mencoba Nokia. Tidak lama , ingin memiliki HP yang berkamera. Sekarang, mau mencoba pula yang bervideo-camera dilengkapi radio. Biarpun mereka berpenghasilan sepuluh juta per bulan, masih kurang. Seorang rekan kerja, berprofesi sebagai auditor keuangan, mengaku gajinya lebih berdasarkan tiga puluh juta, pula belum relatif pungkasnya. Astagfirullah!

Lingkungan kerja memang amat berpengaruh akbar dalam pembinaan moral korupsi ini. Itulah pengalaman yang saya temui. Dua puluh tahun bukankah saat yang relatif relatif buat mengevaluasi apakah lingkungan kerja kita berpotensi membuat kita menjadi seorang korup atau nir.

Betapapun salat lima waktu, pengajian seminggu 3 kali, jika sahabat-teman dalam lingkungan kerja kita homogen-rata terjerat dalam bulat korupsi ini, lantas akan berdiri pada mana kita?

Saya tidak merasa bersih, apalagi kudus. Tetapi melihat environment seperti ini, menciptakan aku akhirnya pindah-pindah kerja beberapa kali. Kalau kita mau ?Higienis?Di sebuah instansi, kita akan dianggap makhluk ?Aneh?. Tolong dirumuskan, bagaimana caranya menolak pertanda tangan uang yg disodorkan pada kita apabila kita dibayar tanpa melakukan sebuah tugas?

Apabila kita menolaknya, ketua bagian keuangan akan dibentuk repot. Repot karena penyusunan anggarannya kompeks sekali, termasuk pembagian ?Jatah? Tadi melalui perhitungan yg ?Njlimet?. Risiko lainnya, jika kita nir mau menerima duit tadi, kita dianggap sok kudus, atau akan dikucilkan teman-sahabat tempat kerja. Sementara bila mau menerima, ada perseteruan batin. Kita memakan duit bukan dari output keringat kita sendiri.

Ironisnya, bunda-ibu tempat tinggal tangga di sekitar kita, banyak yg kurang peka kasus ini. Mereka puas menggunakan apa yg sudah dibawa pergi suaminya. Bukannya menanyakan: ?Dari mana Pak datangnya seluruh duit ini??

?Kapan ya kita mampu terapkan kultur budaya tanpa harus korupsi ini?? Tanya dalam diri sendiri pada tengah-tengah proses demokrasi akbar yang sedang kita alami ini. Sosok yg mampu bebas korupsi ini barangkali misalnya profesi yang digeluti sang seseorang janda tua pada pinggiran Trenggalek-Jawa Timur sana. Mbok Giyem namanya, Dukun Beranak profesinya.

Di pada rumahnya, pada sebuah desa terpencil Dongko, di tengah gunung, saya hanya melihat sebuah amben mini , 2 buah kursi kayu yg telah kehitaman tergoda usia. Satu meja kecil di pojokan ruang tamu yang diatasnya tergeletak sebuah Partus Kit, perlengkapan menolong persalinan hadiah dari Puskesmas setempat.

Dukun beranak terampil ini, puas dengan kehidupan sehari-harinya, tanpa menuntut banyak kebutuhan hidupnya. Jika tidak ada bunda bersalin yg wajib dia kunjungi, atau bayi yang harus dia rawat, atau ibu hamil yang butuh pijat, dia bawa keranjang kecilnya ke ladang atau sawahnya. Dia cari apa-apa yg sanggup dikerjakan atau bekal masak secukupnya pada dapur rumah gedeknya.

Mbok Giyem berkata tidak pernah mematok harga berapa pasiennya wajib membayar jasanya, meski nenek tua itu harus naik-turun gunung pada tengah malam.

Entah telah berapa jumlah bayi yang telah lahir lewat pertolongannya. Di tengah kesulitan medan yang jauh menurut gemerlap hayati kota, digelutinya profesi langka ini menggunakan tulus.

Saya konfiden, nenek tua ini akan terkejut sekiranya mengetahui betapa dalam kehidupan kota, poly ditemui orang-orang yang berpendidikan tinggi, yang menyandang profesi yang tidak jauh dengan apa yang dia lakukan, nir lagi tulus menjalankan tanggung jawabnya.

Korupsi sudah lumrah & sebagai keseharian orang-orang di lingkungan kesehatan. Masuk ruang gawat darurat saja di poly tempat tinggal sakit sulit sekali. Bisa jadi mimpi apabila nir ada uang, betapapun darah mengalir deras, pelayanan kesehatan sanggup didapat. Uang dulu, nyawa kemudian!

Sebagai masyarakat negara, cita rasanya tidak berlebihan apabila kita berharap pada kepemimpinan mendatang nanti, seperti halnya kepemimpinan dua Khalifah diatas, Pemerintah kita mampu membawa bangsa ini pada prospek kehidupan yang lebih baik. Sesak cita rasanya nafas ini ketika korupsi hampir menyelimuti seluruh aspek kehidupan bernegara dan bermasyarakat kita.

Ketika saya kirim email dalam Rini, seorang karyawati di Jakarta, menanyakan sedang trend apa saat ini, beliau jawab, ?Kalau udara, tampaknya sedang trend pancaroba. Jadi, sebentar panassss? Kemudian gelap dan hujan. Makanya orang Indonesia baik & ramah, karena udara juga mendukung. Tidak misalnya pada UAE? Udara panas, jadi hati orang pun mungkin cepat panas!?

Apa yang disampaikan Rini mungkin terdapat benarnya, bahwa kondisi udara pada Indonesia membuat penduduknya nir harus cepat-cepat, apalagi tergesa-gesa dalam poly hal. Tidak seperti pada Inggris & Canada yg dingin sekali, atau negara-negara Arab sana yang panas menyengat. Namun kenapa pada negara-negara yang terlalu dingin ataupun terlalu panas udaranya ini, angka korupsinya justru minim sekali?

Apakah karena perilaku ramah-tamah kita ini, sebagai akibatnya buat memberantas korupsi pun kita masih wajib berlambat-ria?

Wallahu a?Lam!

By Syaifoel Hardy

Doha, 19 January 2013

hardy.Syaifoel@yahoo.Com

Mengenang Tragedi Gempa Dahsyat di Sumatera Barat (Part 1)| Bloggout

Medianers ~ Memasuki wilayah perbatasan, antara Kabupaten Agam dengan Kabupaten Padang Pariaman, aku melihat badan jalan yang dibaluti aspal mengalami keretakan dibeberapa titik. Begitu jua pondasi jembatan, lari berdasarkan kedudukan awal. Mobil yang melewati, dipastikan akan mengalami hentakan. Situasi yg demikian, nir saya temukan pada jalan Bukittinggi- Maninjau.

Setelah melewati pasar Tiku, bulu tangan aku merinding. Suasana terasa senyap. Lampu padam. Sulit memandang apa yang sudah dialami masyarakat sepanjang jalan. Sekilas kena cahaya lampu kendaraan beroda empat, terlihat samar-samar beberapa bangunan roboh. Ambulance yang saya tumpangi terus melaju melewati Kecamatan Gasan Gadang, Kabupaten Padang Pariaman.

Diatas Ambulance. Kami berdiskusi buat memilih dimana tempat strategis memberi pertolongan? Selesainya mengungkapkan pendapat masing-masing. Akhirnya, kami setuju dengan pendapat ketua tim, dr.Agus Supriadi, ia mengungkapkan, "apapun yg kita lihat disepanjang bepergian, kita nir usah berhenti. Ingat! Ini bukan wisata bencana. Pasti korban yg ada di RSUD Pariaman lebih membutuhkan pertolongan. Untuk itu, kita wajib bergegas kesana,"ajaknya.

Arloji aku menandakan pukul 00.30 wib. Jembatan yg dilewati, terlihat beberapa orang pemuda, mereka memberi aba-aba supaya hati-hati melewati jembatan. Disaat itulah, kesempatan bertanya, "apakah poly korban rakyat sekitar sini Ajo," tanya dr.Agus. Salah satu diantara mereka menjawab, "banyak pak, korban yg terkena runtuhan bangunan, dilarikan ke Puskesmas terdekat & ke Rumah Sakit Umum," jawabnya.

Fakta itulah, yang menciptakan kami yakin buat melaju ke RSUD Pariaman. Selain itu, Tim yang di utus sang RSUD dr Adnaan WD, loka saya bekerja, adalah Tim bedah. Sebut saja, dokter Agus, beliau spesialis bedah generik, terdapat pula dokter Harry, dia dokter generik khusus bala. Ada Bismar, dia Perawat senior, mahir operasi. Ada Novera Akmal, dia Perawat ahli Anestesi. Dan ada aku , jua Perawat Kamar operasi. Tanpa terdapat ahli pengemudi, tentunya kami tidak bisa menuju Kota Pariaman. Untuk itu, atas perintah 'emergency' dr. Yunier Salim, MARS, direktur RSUD dr Adnaan WD, maka Hanujar ditunjuk sebagai 'pilot' Ambulance yg mengantarkan kami.

Jelang pasar Sungai Limau, aku menatap simpang ke Sungai-Geringging berdasarkan pulang kaca mobil. Doa pada hati, "ya Allah, berilah keselamatan famili saya, yang ada pada atas bukit sana," lirih memang, kerongkongan ini seakan tercekat, sambil melihat simpang itu sampai hilang berdasarkan pandangan. Ingin cita rasanya, mengajak anggota tim buat membelokan mobil melaju Sungai Geringging. Apa daya, aku telah berkomitmen sebelum berangkat, buat melakukan pertolongan pada rakyat, bukan buat membawa tim menolong keluarga.

Sebelum berangkat menurut Payakumbuh, aku bisa informasi berdasarkan ponakan yg tinggal di Ujung Batu, Riau. Bahwa, famili di Sungai Geringging baik-baik saja, hanya rumah yang rusak, ad interim korban luka/nyawa nir ada. Keponakan saya berhasil menjalin komunikasi sesaat setelah gempa dahsyat 7,9 SR. Sedangkan saya gagal menjalin komunikasi lewat telpon. Pernyataan eksklusif berdasarkan Amak, Abak & dunsanak di Sungai geringging tidak aku dapatkan. Seharusnya, saya mengunjungi buat memastikan keadaan sebenarnya. Akan tetapi, demi tugas, terpaksa aku abaikan.

Tidak lama berselang, oto ambulance kami memasuki pelataran parkir RSUD Pariaman, berpas-pasan dengan kendaraan beroda empat ambulance RSAM Bukittinggi. Tim Kesehatan dari RSAM hanya 2 orang, salah satu antara lain aku kenali, beliau Perawat anestesi, dipanggil "Pratapdanquot; sang Novera Akmal. Target donasi mereka merupakan menjemput dan membawa korban gempa buat dibawa ke RSAM. Sedangkan kami, membawa obat-obatan & instrumen, mampu operasi darurat, kecuali mesin anestesi, meja dan kamar operasi tidak bisa kami bawa.

Saya lihat mobil pick up, menurunkan dua orang pasien penuh luka. Bergegas, kami menuju IGD. "Astagfirullah al adzimdanquot;, terdapat yg meraung-raung kesakitan. Pasien berserakan, hingga ditidurkan dilantai, karena bed (loka tidur) dan brankar terisi penuh oleh pasien korban bencana lainnya. Petugas IGD kalang-kabut memasang infus, membidai patah tulang, menjahit luka, bercak darahpun berserakan dilantai, se-isi IGD tercium aroma anyir. Sungguh menakutkan.

Rasanya hati ini bagaikan disayat sembilu, ketika melihat nenek & seseorang bocah kepalanya ditutup menggunakan sarung bantal tergeletak di samping pintu. Tidak ada yang bisa disalahkan. Satu jam pasca gempa, tidak henti-hentinya pasien berdatangan. Begitu jua mayat, akibatnya kamar mayat over load.

Saya perhatikan, dokter jaga IGD RSUD Pariaman bibirnya pucat, pelupuk mata gelap, kentara sekali, Ia kelelahan. Seorang Perawat pria rambutnya tidak terurus, mondar-mandir, kesana-kemari, menyuntik pasien yg ini, menolong yang itu. Dia sempat menghadiahi saya senyuman, karena pernah ketemu & berkenalan pada Padang, namun aku lupa nama dia.

Empat orang petugas IGD aku amati, baju putih mereka lusuh dan kotor. Perkiraan saya, mereka bekerja sejak siang, mereka bukan shift malam. Berhubung petugas dinas malam nir datang (prediksi), maka mereka harus menunda kelelahan buat menolong setiap pasien yang datang.

"Petugas malam yang nir tiba, tidak sanggup disalahkan jika tak masuk dinas, bisa jadi mereka tertimpa musibah jua di tempat tinggal ," istilah salah seseorang petugas IGD.

Petugas IGD tadi menambahkan, bahwa," dibelakang, pada bangsal bedah, juga sudah sesak ditempati oleh pasien luka-luka dan patah tulang, mereka belum menerima tindakan aporisma. Seperti, debridement luka & pasang gips. Karena, dokter bedah kami sedang berada pada luar kota," ujarnya.

Kemudian, masih petugas yang sama, yang tidak saya tanyai namanya siapa, menjelaskan,"kami tidak bisa merujuk korban ke Padang, karena bangunan RSUP M Djamil Padang pun ambruk, serta korban yang akan ditolong disana bejibun. Begitu juga Rumah Sakit lainnya di Padang, dikhawatirkan tidak lagi mampu menampung pasien." (Catatan bersambung ke Mengenang tragedi gempa dahsyat Sumatera Barat Part 2(Nurman)

Alasan Penting Rumah Sakit Wajib Miliki Website| Bloggout

Bayangkan, koran harian lokal baru melakukan pengolahan berita buat di edarkan besok, sedangkan Portal Online seperti Kompas.Com dan Viva News telah menerbitkan liputan tadi seketika, lantaran adanya fasilitas layanan Internet.

Sebelum Internet terkenal, rakyat beli koran dulu, atau dengar radio, buat mendapatkan fakta. Itu pun liputan yg didapat sangat terbatas.

Uniknya, kabar disajikan oleh kalangan jurnalis. Kalaupun ada non jurnalis pemberi informasi, mungkin sangat terbatas pada penyebaran, informasi cendrung face to face atau berupa surat edaran.

Saat ini, swasta maupun pemerintah tidak lagi sebagai penerima informasi. Tapi,  pemberi informasi segar layaknya Media yang dikelola wartawan. Sebagai contoh, kunjungi saja Website milik pemerintah Kabupaten atau Kota. Apa yang ingin anda ketahui tentang daerah/kota yang ingin dikunjungi?  maka akan tersaji informasinya.

Lalu, bagaimana menggunakan Rumah Sakit, Apakah perlu memiliki Website? Yah, apapun instansinya, dari saya sangat krusial mempunyai sebuah situs. Jangankan sekaliber Rumah Sakit, setara individu saja sangat di anjurkan memiliki situs/blog, sebagai personal branding & untuk aktualisasi diri pada jagat maya.

  1. Tidak semua pelanggan mengetahui detail tentang pelayanan sebuah Rumah Sakit. Baik itu, siapa dokter yang melayani penyakit calon pelanggan, maupun fasilitas apa saja yang ada di Rumah Sakit. Dengan adanya website, terkait informasi itu bisa disebarkan dan diakses melalui internet oleh siapa saja.
  2. Rumah Sakit sebagai penyelenggara kesehatan, tidak saja melayani pasien, tapi berbagai stakeholder , misal pengumuman pelelangan, tender,dan pengadaan alat kesehatan. Akses terkini yang sangat mudah di jangkau siapa saja, tentu jawabnya Rumah Sakit wajib memiliki website.
  3. Dalam pelayanan kesehatan, ada 4 unsur yang harus dipenuhi, yakni: Preventif, Promotif, Kuratif dan Rehabilitatif.  Rumah Sakit sebagai sarana Yankes tentunya berperan dalam mewujudkan ke 4 unsur diatas. Nah, khusus Promotif , pihak Rumah Sakit bisa mewujudkannya melalui penyuluhan/artikel, untuk di sebar luaskan pada pelanggan melalui sebuah situs.
  4. Banyak orang-orang di luar sana ingin mengetahui perkembangan sebuah instansi. Baik sejarah berdirinya Rumah Sakit, visi-misi, program kerja, dll. Jika orang yang ingin mengetahui itu tinggalnya berdekatan dengan instansi tersebut atau mengenal salah seorang karyawannya, tentu informasi mudah di dapatkan, bagaimana pencari informasi itu berada di luar propinsi atau di luar negri, tentunya ia butuh situs resmi untuk dikunjungi agar dapat informasi yang diinginkan.

Tak dipungkiri kebijakan membangun sebuah website pada sebuah Rumah Sakit, bukanlah kebijakan populer, lantaran keuntungannya nir dirasakan pribadi dalam pendapatan Rumah Sakit. Dibanding melengkapi sarana/fasilitas lainnya.(Nurman/ Foto: pixabay.Com)

Lampu Operasi Canggih, Dilengkapi Sensorik| Bloggout

Kenapa saya katakan omong kosong? Karena, tim bedah, ingin melihat lokasi operasi serinci mungkin. Seperti, pembuluh darah yang terputus, organ target,dll. Jika pencahayaan tidak fokus, maka efektifitas operasi menjadi terhambat. Jika terhambat, "yah kosonglah hasilnya."

Lampu operasi yang pernah saya lihat, beraneka bentuk, baik rangkaian anatominya, fokus pencahayaannya, maupun cara pemakaiannya. Rata-rata yang pernah saya temui, harus diarahkan fokusnya ke lokasi operasi secara manual.

Penulis punya pengalaman, saat pembedahan berlangsung. Lampu operasi "berjalan" sendirinya, tanpa diarahkan siapapun. Hal semacam ini, lazim terjadi, karena rangkaian penahan lampu, bersifat mobile, mudah bergerak.

Tentunya, lokasi pembedahan yang harus di terangi menjadi gelap, karena fokus lampu lari dari kedudukan semula. Dalam kondisi demikian, Perawat sirkuler atau tim yang ada dalam kamar operasi perlu lagi menyetel posisi, agar lampu fokus dan menerangi area pembedahan.

Jika persoalan itu muncul berulang kali setiap operasi, pastinya merumitkan tim bedah untuk bekerja lebih efektif.

Sebelumnya saya tidak terpikir akan hal itu. Mengamati kebutuhan saat ini. Tentunya teknologi itu sangat bermanfaat di kamar operasi. Yaitu, lampu operasi dilengkapi sistim sensorik. Memiliki sensitifitas terhadap darah. Dan, fokus pencahayaan bisa bekerja sendiri, tanpa di arahkan secara manual.

Kata dr.Suhadi, "lampu yang dimaksudkan , konon belum ada yang memproduksi. Mungkin saja alat kesehatan penggunaanya terbatas. Tidak seperti teknologi transportasi atau telekomunikasi, yang pasarnya sangat luas. Sehingga perusahaan otomotif dan elektronik berlomba-lomba memproduksi. Beda dengan perusahaan alat kesehatan sedikit enggan mengembangkan. Mungkin, karena pasarnya terbatas."

Jika pun diproduksi oleh perusahaan alat kesehatan, maka harganya "setinggi langit", sulit di 'jangkau' oleh Rumah Sakit daerah, seperti di tempat saya bekerja. Mungkin diluar negri lampu operasi yang kami maksudkan ada, sudah diproduksi, tapi luput dari pantauan.(AW)

Tips Berobat/ Berkonsultasi di PoliKlinik Agar Memuaskan| Bloggout

Berobat atau berkonsultasi menggunakan Dokter di Poliklinik kadang-kadang tidak memuaskan. Menunggu antrian begitu usang, saat giliran anda tiba, Perawat/Bidan hanya mengukur tensi, timbang berat badan, mencatat keluhan. Sedangkan Dokter sedikit bertanya tentang keluhan & melakukan inspeksi pisik, kemudian memberi resep buat di tebus.

Padahal, anda jua butuh penerangan tentang bepergian penyakit, penyebab, komplikasi, & apakah penyakit itu menular atau tidak? Bagaimana dengan pantangan atau embargo selama menjalani therapi? Dan, apa saja yg baik dikonsumsi supaya badan kembali fit. Penulis yakin, poly hal yang ingin anda tanyakan.

Kejadian di atas rata-rata dialami pasien, mengingat pasien yang dilayani Dokter/Perawat/Bidan begitu banyak. Ada juga Rumah Sakit membatasi kunjungan Poliklinik, misal ditargetkan 30 pasien  perhari. Tujuan Rumah Sakit, agar waktu pasien untuk berkonsultasi dengan dokter lebih lama, dengan harapan pasien akan puas mengajukan bermacam pertanyaan.

Namun, usaha buat membatasi itu permanen sia-sia, berhubung tenaga dokter ahli sangat terbatas. Sehingga terkesan tergesa-gesa melayani pasien. Anggapan penulis mungkin benar, mungkin pula salah , yang jelas menjadi pasien, anda wajib gigih bertanya, supaya mendapatkan pelayanan terbaik.

Anda bisa memanfaatkan waktu se-efektif mungkin saat konsultasi, ada baiknya ikutiTips Berobat/Berkonsultasi di PoliKlinik Agar Memuaskan, caranya sebagai- berikut:

1. Siapkan Daftar Pertanyaan

Sebelum anda mengunjungi poliklinik, siapkan beberapa daftar pertanyaan yg akan diajukan pada Dokter/Perawat/Bidan terlebih dahulu. Agar nir lupa, pertanyaan sebaiknya pada catat. Usahakan pertanyaan herbi penyakit yang anda derita. Pertanyaan jangan melenceng yang tidak ada kaitannya menggunakan kesehatan anda.

2.  Cari Informasi Awal

Sebelum mengunjungi Poliklinik, terdapat baiknya cari dulu kabar awal, terkait apa yg akan anda keluhkan. Misal, cari warta lewat internet, kitab , & tanya pada petugas kesehatan yg anda kenal, lewat telpon. Agar pertanyaan yg akan diajukan, sinkron menggunakan keluhan yg anda rasakan.

3. Pelajari Alur Pelayanan Poliklinik

Saat berada di Rumah Sakit, pelajari alur pelayanan Polikinik, umumnya di tempel dalam dinding atau papan pengumuman. Jika nir ditemukan, saat mendaftar/ beli karcis, tanya pada petugas yang melayani tadi mengenai alur pelayanan. Agar anda tidak galau waktu, membeli obat, periksa labor, atau galat ruangan tunggu.

4. Cari Pendapat Kedua

Saat nama anda di panggil Perawat. Anda akan di Anamnesa, Perawat akan menanyakan apa yang dirasakan? dimana saja yang sakit,dll. Lalu  Tensi anda diperiksa, berat badan, tinggi badan, dll. Pada saat itu, ada kesempatan silahkan ajukan beberapa pertanyaan pada Perawat tersebut, terkait penyakit anda. Tujuan untuk mendapatkan second opinion (pendapat kedua). Jika Perawatnya tidak mampu menjawab, tidak usah dipaksakan. Simpan dulu pertanyaanya untuk di ajukan pada dokter yang akan mengobati.

Lima. Keluhkan Apa yang anda rasakan, & dengar setiap penjelasan.

Ketika giliran anda masuk ruang periksa Dokter. Keluhkan apa yg anda rasakan. Biasanya dokter, sambil menulis mengajukan beberapa pertanyaan. Lalu, meminta anda berbaring di atas loka tidur buat diperiksa. Setelah selesai inspeksi, sebelum resep dituliskan. Anda berhak mengajukan pertanyaan yg sudah dicatat tadi. Jangan ragu, ajukan saja beberapa pertanyaan. Jika anda nir bertanya, dokter menduga anda telah memahami tentang penyakit yang diderita.

6. Beberapa model pertanyaan yang mampu diajukan

  • Dok, Apa diagnosa penyakit saya? ( Catat diangnosa penyakit anda)
  • Dok, Apa penyebabnya?
  • Dok, Apakah penyakit tersebut menular?
  • Jika menular, bagaimana cara mengatasinya?
  • Jika tidak, Apa saja Komplikasinya?
  • Selain mengkonsumsi obat, apa saja jenis makanan yang harus saya konsumsi dan apa saja jenis makanan pantangan?
  • Jika anda mendapatkan form pemeriksaan labor. Maka ajukan pertanyaan tentang fungsi dan tujuan dari  pemeriksaan labor per itemnya dengan seksama. (Jangan cemas ajukan pertanyaan, dokter juga manusia kok).

7. Cari Informasi Lanjut

Setelah anda menebus resep di Apotik. Silahkan gali informasi lebih lanjut di rumah/ warnet. Masukan diagnosa penyakit yang anda catat tadi  pada mesin browser internet. Baca dan pahami dengan seksama. Tujuannya adalah apa yang disampaikan dokter di poli klinik semakin anda pahami melalui bahan bacaan.

Semoga Bermanfaat,

Salam, Nurman.

16 Maret, Payakumbuh- Sumatera Barat.

Kapan RSUD dr Adnaan WD berdiri ?| Bloggout

Assalamualaikum , kak aya tanya donk, RSUD Adnaan tu berdirinya kapan?

Medianers ~ Saya pikir pertanyaan tersebut, ada baiknya di posting di Medianers, bukan di balas lewat Facebook saja. Kemungkinan banyak juga yang lain ingin tau. Kapan berdiri RSUD dr Adnaan WD ?

Sejarah singkat berdiri RSUD dr Adnaan WD Payakumbuh

Awal berdiri tahun 1923 (masih masa penjajahan Belanda & Jepang).

Tahun 1967, RSUD ini berstatus sebagai, Rumah Sakit Pembantu Payakumbuh, dibawah supervisi Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat.

Tahun 1978, berubah sebagai Rumah Sakit Umum Payakumbuh Kelas D.

Pada tahun 1980, menggunakan adanya pendelegasian RSUD Kelas D, menjadi Rumah Sakit Daerah Tingkat II (Kabupaten/Kota). Maka Rumah Sakit Umum Payakumbuh dikelola oleh Pemda Tingkat II Kotamadya Payakumbuh.

Pada tahun 1993 melalui SK Menkes No.191/Menkes/SK/II/1993, tertanggal 26 Februari 1993 status RSUD Payakumbuh dikukuhkan menjadi Kelas C.

Di tahun yang sama RSUD Payakumbuh resmi berganti nama menjadi RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh, berdasarkan SK DPRD Kodya Dati II Payakumbuh Nomor 1 Tahun 1993 tertanggal 10 April 1993.

Sedangkan nama Rumah Sakit, sebagai RSUD dr Adnaan WD diambil dari nama Dokter Adnaan WD, berasal Palembang, beliau pelopor pertama beroperasionalnya Rumah Sakit. Dan pula menjabat Bupati pertama, di Kabupaten 50 Kota.

Kesimpulan:

Jika pertanyaan, kapan RSUD Adnaan wd berdiri? maka Jawabnya, 10 April 1993.(*)

Jangan Marah Ketika Anak Anda Dibilang ' Buruak'| Bloggout

Anak adalah "si buah hati". Entah menurut mana istilah itu bermula, & siapa orang pertama yg mempopulerkan saya tidak tau. Yang jelas, dimaksud dengan "si buah hatidanquot; versi aku merupakan, anak merupakan anugrah terindah yang perlu diberi kasih sayang, perhatian, diberi nafkah, pendidikan, agama, diajari berdikari, agar kelak bermanfaat bagi orang tua, bangsa & negara. Intinya, anak adalah masa depan orang tua.

Ketika masa depan orang tua ini (baca: anak) mengalami sakit, maka Ayah & Bundanya pula akan mencicipi pilu. Apa saja akan dilakukan demi kesembuhannya. Sehingga timbul lagi istilah, " Kasih orang tua sepanjang jalan, kasih anak sepanjang badan."

Kadang Ayah dan Bunda batanggang tengah malam, karena anak rewel dan menangis. Apa lagi saat ia masih bayi, waktu akan ia balikan, siang dijadikan malam. Dan, malam dijadikan siang. Alhasil, malam hari ia ngomong tak karuan, jika tidak ditemani ia akan meraung. Dengan ikhlas, meskipun capek Ayah dan Bunda akan menemani si Bayi untuk bercerita, haa hoo..ooo hiii. Semuanya tercurah begitu saja, tanpa paksaan.

Besarnya rasa care dan respect orang tua pada anak, se-sekali bisa membuat Ayah dan Bunda tidak realistis di tempat kerja. Terkadang tanpa disadari menceritakan tentang perkembangan anak. Padahal lawan bicara tidak tertarik membicarakan itu. Lebih suka membahas soal pekerjaan.

Seandainya terdapat reaksi negatif menurut lawan bicara terhadap "si buah hati" rasanya mampu saja orang tua kehilangan nalar sehat, memutuskan pergaulan menggunakan orang yg telah membuat onar tersebut.

Dan seandainya lagi, Jika anak anda dibilang "Buruak anak ang lai" ( Buruk Anakmu). Buruak merupakan bahasa Minangkabau, sama dengan "Buruk" Bahasa Indonesia. Menurut KBBI Buruk berarti, 1 Rusak atau busuk karena sudah lama: memakai kain --; 2 (tentang kelakuan dsb) jahat; tidak menyenangkan: kelakuannya sangat --; 3 tidak cantik, tidak elok, jelek (tentang muka, rupa, dsb);

Biasanya, kalimat Buruak anak ang lai diucapkan oleh karib kerabat di saat mengunjungi kelahiran, atau waktu pertama kali jumpa. Bagaimana perasaan anda selaku orang tua jika mendapati pernyataan itu?

***

Hidup dan besar di Ranah Minang banyak hal remeh-temeh yang harus diketahui, sama halnya hidup di daerah lain di Indonesia. Substansi dari kata buruk yang dilontarkan karib-kerabat tidak bermaksud menyakiti perasaan Ayah dan Bunda si Anak.  Jika dimaknakan sesuai pengertian KBBI, dipastikan siapa pun orang tua pasti akan meradang jika anaknya dikatakan buruk.

Buruk dalam konteks di atas adalah kiasan. Bermakna gagah,cantik, berbadan sehat dan bagus. Di kampung-kampung masih dipercaya, apabila balita diberi pujian seperti, " Aduh, anaknya sehat sekali, atau Bayinya gemuk sekali" akan pamalih, anak bisa sakit dan berat badannya bisa turun. Sehingga tua-tua kampung memilih kata kiasan buruk untuk memuji sang anak.

Sepupu saya yang telah lama tinggal di pulau Jawa, rona mukanya merah padam ketika anaknya disebut "Buruak anak ang lai" waktu pertama kali bersua dan disapa oleh keluarga saya di kampung (Pariaman). Melihat respon demikian, saya menduga sepupu saya ini tidak memahami makna buruak. Maklum, tidak semua orang Minangkabau yang bisa memaknainya.

Dugaan aku benar, sepupu aku langsung pamitan, meninggalkan tempat tinggal kami. Ia kelihatan murka sekali anaknya dibilang jelek. Se-isi tempat tinggal terpelongo melihat kepergiannya, akibat mis komunikasi.

Saya konfiden, di lokasi lain di Minangkabau hal serupa pernah juga pada alami orang lain. Mengingat orang Minang banyak bermigrasi ke luar wilayah, kemungkinan telah terjadi pembauran budaya dan bahasa, sebagai akibatnya hal sepele pada berbahasa pada Minang terabaikan.

Melalui postingan ini, saya hanya mempertegas, bahwa kata buruk yang ditujukan pada anak (Balita), bukanlah suatu penghinaan. Tapi, pujian.

Buruaknyo-anak-ang-lai
Areta Anwi "Si buruak" anak Ayah & Bunda/ Dok: langsung

3 Kunci Sukses Menjadi Perawat| Bloggout

Ayo simak Kunci Sukses Menjadi Perawat sebagai berikut:

1. Fokus dengan Ilmu Keperawatan eksklusif

Berhubung cakupan ilmu keperawatan itu luas, maka anda harus mengambil satu spesifikasi ( 1 keahlian). Misal, mendalami ilmu medikal bedah, atau mendalami ilmu keperawatan anak. Ilmu yg dipelajari pula diperkuat dengan pendidikan dan training tambahan, perkuat referensi menggunakan baca kitab , jurnal, dll.

2. Tingkatkan kemampuan berbicara

Anda merupakan pelayan warga . Seorang pelayan idealnya sanggup berkomunikasi yang baik. Mampu tampil pada muka umum, tidak membuat malu berargumentasi pada lembaga, dan menyenangkan berbicara menggunakan siapa saja. Berbicara kelihatan mudah, namun menguasai pembicaraan yang sulit. Untuk itu, mari tingkatkan kemampuan berbicara anda dengan terus berlatih & membaca teori sukses berbicara melalui buku.

3. Tingkatkan personal branding menggunakan menulis

Ingin mengenal dunia, anda harus poly membaca, tapi bila anda ingin dikenal dunia harus banyak menulis. Baik menulis di media cetak, maupun di media online.

Nah, versi Medianers, itulah 3  Kunci Sukses Menjadi Perawat. Keahlian di bidang keperawatan sudah anda miliki.Kemampuan berbicara (berkomunikasi) juga mumpuni, dan promosi diri dengan menulis juga bagus. Menurut Medianers, kesuksesan sudah ada di depan mata.(AW)

Tumbuh Kembang Anak : Berat Badan dan Panjang Badan Usia 0-3 Bulan| Bloggout

Satu (1) bulan setelah melakukan pemeriksaan, tepatnya tanggal, (3/11/2012) istri saya melahirkan bayi perempuan nan imut, BB lahir: ;3,25 kg dan PB lahir: 52 cm. Alhamdulillah, proses persalinan berjalan lancar dan anak kami sehat. Ia menangis saat lahir,  cairan ketuban berwarna bening. Kata Bidan yang menolong, ‘ anak saya lahir tepat waktu, sesuai dengan usia kehamilan.

Memiliki anak pertama, benar-benar kebahagian terindah. Tetapi, pada kembali kebahagian itu timbul tantangan. Bagaimana memberikan ketenangan dalam anak, agar dia tumbuh & berkembang dengan sehat?

Banyak yang memberi saran, diantaranya, berbunyi ” sebaiknya bayi diberi gurito pada perutnya, agar tidak mudah masuk angin, dan dewasa nanti ia juga akan kelihatan ramping.”  Saran lainnya, ”jika usia anak memasuki 2 bulan sebaiknya diberi makan tambahan, seperti nasi dicampur pisang, kemudian ditumbuk hingga jadi bubur. Sebab pemberian ASI saja tidak cukup.”

Semua saran diakomodir oleh istri aku , akan tetapi nir beliau praktekkan, menggunakan alasan apa bila bayi dililit perutnya menggunakan gurito, itu akan Mengganggu pertumbuhan dan pernafasannya, karena bayi masih dominan menggunakan nafas pada kembang kempis perut.

Lilitan yang erat pada perut tentunya akan menghambat kembang kempis yang dimaksud.  Ketika itu, saya percaya saja, sebab istri saya seorang Bidan, saat ini bertugas di unit Perinatologi.  Unit Perinatologi adalah ruangan tempat khusus untuk merawat bayi yang bermasalah dengan tumbuh kembangnya.

Alhasil, berjalannya waktu, anak saya  genap  1 bulan.  BB 4 kg, PB 56 cm, artinya selama 1 bulan BB bertambah 1,75 kg dan PB naik sebanyak   4 cm.  Dari usia 0- 1 bulan, hanya diberikan ASI eklusif tiap 2 jam sekali.

Tumbuh kembang anak usia dua bulan

Tanggal 3 Januari 2013, genap 2 bulan. Berat badannya pas lima kg, dan panjang badan 58 cm. BB bertambah 1 kg, sedangkan tinggi hanya naik 2 centimeter.

Ibunya tidak mengecewakan protektif menjaga & mengawasi. Seperti, mengusahakan buat tidak acapkali dipeluk dan gendong, diayun-ayunkan, dan dicium-cium.

Apa bila anak sering dipeluk dan digendong mengakibatkan anak kecanduan, apa bila di letakan di tempat tidur, maka ia suka rewel, dan ingin terus dipeluk dan digendong  sampai terlelap.  Tapi, kalau dibiasakan ia tetap berada di tempat tidur dan dipeluk seperlunya saat menyusui, maka anak tidak sulit untuk terlelap, dan jarang rewel jika dibiarkan berada di kasur.

Kemudian, apa bila anak diayun-ayunkan, maka tidak baik untuk perkembangan syaraf di otaknya. Terkait dicium-cium,  kemungkinan anak beresiko demam, karena pertahanan tubuh bayi tidak terlalu bagus, jadi hati-hati mencium bayi , dalam kondisi si tukang cium  sedang mengalami flu dan batuk.

Usia 3 bulan, ia sudah mampu miring ke kiri dan ke kanan, mulai tertarik melihat warna dan benda bergerak. Suka senyum dan berkata-kata.  Berat badan naik menjadi 6,4 Kg dan PB: 63 cm.

Tabel pertumbuhan dan perkembangan anak

Memantau setiap bulan pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan bisnis yg baik buat menjaga kesehatan anak.Bagi bapak/ibuk yang sedang punya bayi, atau akan melahirkan , atau masih merencanakan, dapat memakai Tabel dibawah ini sebagai panduan.

Pada postingan ini, aku nir bermaksud berbangga diri, karena telah punya anak, atau anak saya baik tumbuh kembangnya. Saya hanya bermaksud membuatkan pengalaman dalam merawat & memantau tumbuh kembang anak. Untuk itu, dapat saya simpulkan pada memantau tumbuh kembang anak yg perlu jadi perhatian adalah menjadi berikut:

  1. Berikan ASI 1 x 2 jam selama kurang lebih 30 menit.
  2. Hindari menggunakan gurito, karena tidak terbukti baik untuk tumbuh kembang anak.
  3. Jangan memberikan makan tambahan hingga anak berusia 6 bulan. Karena sistim pencernaannya belum mampu mengolah makanan selain air susu (Sebaiknya Air Susu IBU: ASI) .
  4. Jika anak rewel, perlu dipertimbangkan lagi cara asuh yang benar.
  5. Tingkatkan gizi dan nutrisi ibu selama hamil dan menyusui.
  6. Selalu kontrol Berat Badan dan Tinggi Badan anak, minimal 1 kali dalam sebulan.
  7. Konsultasikan tumbuh kembang anak pada pelayanan kesehatan terdekat.

Dan, akhirnya Salam sehat untuk anak Indonesia. Semoga bermanfaat.(AntonWijaya / repost @ kompasiana)

Jokowi-Ahok belajarlah pada Program Jamkesko Payakumbuh| Bloggout

Miris memang, mendengar keterangan pasien pemegang Kartu Jakarta Sehat pada tolak sang 7 Rumah Sakit besar pada Jakarta. Alasan penolakan, lantaran tidak ada loka. Lebih miris lagi pasien yang ditolak akhirnya mangkat . Memang hayati dan mati manusia misteri Yang Maha Kuasa, tapi bila tewas pasien ditimbulkan karena nir adanya pertolongan dari pelayan kesehatan, rasa misalnya ditampar muka saya selaku praktisi kesehatan.

Terlepas dari apapun alasannya adalah, aku tidak berani memvonis siapa yang bersalah, tetapi kasus tersebut sebagai pelajaran berharga bagi saya, bahwa pentingnya menyelamatkan nyawa insan tanpa pandang bulu.

Apabila ditelisik lagi, terngiang informasi, bahwa acara Kartu Jakarta Sehat belum berjalan sebagai mana mestinya, ada tunggakan, diduga pemprov Jakarta belum melunaskan klaim Rumah Sakit tempat warga Jakarta berobat. Sehingga Rumah Sakit pelat merah enggan melayani pasien pengguna Kartu Jakarta Sehat.

Logikanya, pertolongan pertama harus dilakukan di IGD, apabila terdapat pasien yang baru masuk harus ditolong dulu, periksa tanda-pertanda vital, cek laboratorium & inspeksi penunjang lainnya, pasang infus dan beri obat-obatan terkait penyakit pasien. Jika nir ada loka rawat inap, maka petugas Rumah Sakit akan menjelaskan, dan dokter pun memberi pilihan pada keluarga pasien, Rumah Sakit mana yg di inginkan buat berobat? Ketika pada rujuk, juga didampingi oleh Perawat dan Supir Ambulance. Ingat, nir eksklusif ditolak.

Saya tidak mengungkapkan Rumah Sakit yg ada di Jakarta buruk pelayanannya, juga tidak mengatakan di Rumah Sakit tempat saya bekerja lebih bagus pelayanannya. Tetapi belum ada istilah pasien pada tolak, tanpa diberikan pertolongan pertama.

Terkait perkara di Jakarta, sepertinya ada hubungan karena-akibat antara manajemen Rumah Sakit dengan Pemprov DKI. Saya pikir komunikasi yang tidak serasi antara pihak Rumah Sakit menggunakan pemprov DKI. Dan, rapikan kelola Kartu Jakarta sehat masih prematur, masih berproses menuju lebih baik, perencanaan dan anggarannya belum matang.

Di Payakumbuh (Sumatera Barat), loka saya mengabdi, Pemko Payakumbuh menggelontorkan dana Jamkesko (Jaminan Kesehatan Kota) buat warganya sebanyak 2,352 miliar rupiah (2011). Terpakai selama januari-desember hanya dua,321 miliar rupiah, dana itu dinikmati sang tiga.123 orang rakyat Payakumbuh buat berobat.

Melalui SK Wali Kota Nomor 17 Tahun 2012, masyarakat Payakumbuh semakin di manjakan, anggaran Jamkesko dinaikan menjadi tiga,78 miliar rupiah. Biasanya, biaya tindakan operasi nir ditanggung. Sejak 2012, warga Payakumbuh yg berobat, baik pada operasi pada RSUD dr Adnaan WD, juga di Rumah Sakit Rujukan RSAM Bukittinggi mendapat jatah aporisma 10 juta rupiah.

Persyaratan buat menerima pelayanan Jamkesko ini, juga terbilang murah, warga relatif membawa fotocopy KTP dan Kartu Keluarga, yg ditanggung hanya masyarakat Kota Payakumbuh.

Adapun pelayanan yang diberikan/ dijamin Jamkesko menjadi berikut:

  1. Pelayanan Kesehatan Dasar di Puskesmas
  2. Pelayanan kesehatan rujukan di RSUD. dr Adnaan WD dan Rumah Sakit Ahmad Mucktar (RSAM) Bukittinggi (rawat jalan dan rawat inap kelas III)    apabila pindah kelas tidak berlaku.
  3. Pelayanan Kesehatan Rujukan Jiwa RSJ HB. Saanin Padang (rawat jalan dan rawat inap kelas III) apabila pindah kelas tidak berlaku.
  4. Pelayanan rawat inap di fasilitas rujukan : ICU, Isolasi, High care, Peritanologi (tempat bayi dirawat). Biaya Pelayanan maksimal di tanggung sebesar Rp. 10.000.000,-

Alur Pelayanan Jamkesko/Dok: Dinkes Kota Payakumbuh

Sepanjang Program Jamkesko ini digulirkan, belum ditemui kendala yang berarti oleh pasien, terutama di tolak sang Rumah Sakit yg ditujuk sang pemko Payakumbuh sebagai mitra acara Jamkesko.

Kembali ke Kartu Jakarta Sehat, Apakah Pemprov DKI menekan MoU menggunakan 7 Rumah Sakit yang menolak itu? Dan, Apakah Pemprov DKI telah melakukan sosialisasi pada warga DKI, bahwa Rumah Sakit yang ditunjuk sebagai kawan Kartu Jakarta sehat adalah Rumah Sakit ini, & Rumah Sakit itu menjadi tempat rujukan. Atau, seperti apa alur pelayanan berdasarkan kartu Jakarta Sehat itu? Sebagai akibatnya masyarakat DKI yang berobat nir jadi bulan-bulanan saat berobat.

Kemudian, pelayanan apa saja yang didapat sang warga pemegang Kartu Jakarta Sehat ini? Harus kentara hitam diatas putihnya, supaya warga DKI tidak diberi asa hampa oleh pemimpinnya (Jokowi-Ahok).

Saya pikir Jokowi-Ahok perlu menyebutkan duduk dilema mengenai Kartu Jakarta Sehat ini, indikatornya harus kentara, sasaran yang di capai pun harus konkret, jangan asal bagi-bagi asa pada warga tidak bisa. Kasihan mereka, sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Apabila Jokowi-Ahok kesulitan merumuskan mekanisme kerja Kartu Jakarta Sehat. Ayo tiba ke Kota Payakumbuh buat studi banding.

Salam Sehat,

Nurman.

Danau Maninjau| Bloggout

Tiap pulang kampung, dari Payakumbuh ke Sungai-Geringging (Pariaman),  saya lebih suka melewati jalur Bukittinggi- Kelok 44- Danau Maninjau, dan Lubuk Basung.

view-danau-maninjau
Danau Maninjau
Masih ada 2 jalur alternatif menuju Sungai- Geringging, diantaranya : Jalan Malalak-Sicincin dan Jalan Padang  Panjang- Sicincin.  Walaupun ada pilihan lain, saya tetap suka melewati jalan kelok 44 yang terkenal memiliki pendakian tinggi, penurunan terjal dan kelok  meliuk berjumlah 44.

Jalan  Kelok 44 terbilang medan penuh tantangan, pengemudi dituntut ekstra hati-hati membawa kendaraan.  Selain penuh tantangan, jalur ini memiliki pesona alam laur biasa. Karena alamnya yang mempesona itu yang membuat saya senang memilih jalur ini.

Penat berkendaraan, singgah di Kelok 36, di sana ada cafe,  sambil meneguk  kopi  sekalian menikmati pemandangan Danau Maninjau.  Kesejukan udara juga menambah betah untuk duduk berlama-lama, karena daerahnya tinggi dan berbukit serta  dikelilingi hutan.

Lelah terobati, saya melanjutkan perjalanan, di kelok 5 ketemu Kera yang sudah akrab dengan manusia. Ia tidak takut melihat kendaraan  lalu-lalang. Malahan senang dilempari makanan, seperti roti, kerupuk, dan buah-buahan.

Selain rasa di kebun binatang, pesona alam kampung Buya Hamka ini bisa memukau pengendara menggunakan estetika & kesegaran alamnya, dan keramahan binatang yang sanggup berinteraksi dengan manusia.

Sehabis kelok 44, ada pasar Maninjau. Di sekitar pasar hingga sepanjang tepi danau  banyak hotel melati yang siap menampung pengunjung untuk melepaskan lelah.  Hotel-hotel yang ada di tepi danau maninjau, kelihatan sederhana, tapi bermanfaat bagi bule mancanegara, juga pengunjung luar daerah.

Saya belum pernah menginap di sana, hanya lewat & menikmati pemandangan serta melihat bule dengan tas ranselnya.

Selain keindahan alam nan memukau,  alasan lain yang membuat saya melewati kelok 44 dan  Maninjau adalah badan jalan tidak berlubang serta kemacetan tidak pernah bersua, sehingga perjalanan menjadi lancar. Dan, sambil pulang kampung juga bisa bertamasya. (AntonWijaya)

Tubektomi : Kontrasepsi Permanen pada Wanita| Bloggout

Dalam konteks normal, Tuba falofi berfungsi menjadi saluran loka lalunya sel telur. Apabila sel telur sudah matang, akan melewati Tuba Falofi, & bila sel sperma masuk rahim ( bersetubuh), maka akan terjadi pembuahan. Pembuahan terjadi pula mempunyai proses, dalam artikel ini, nir penulis bahas.

Setelah terjadi pembuahan, seorang  bisa di sebut telah hamil. Nah, agar tidak terjadi pembuahan pada rahim wanita, maka Tuba falofi yang terdapat di kiri dan di kanan di ikat dan di potong. (lihat gambar di atas).

Tubektomi dianjurkan sang dokter pakar kebidanan, apa bila pasien sudah 3 kali operasi Sectio Caesaria. Apabila masih hamil, beresiko terjadinya robek pada rahim (uterus). Sebab, dinding rahim menipis. Seandainya robek ketika hamil, perdarahan sulit pada atasi, dan beresiko dalam kematian, baik ibu juga janin yang ada dalam kandungan.

Indikasi Tubektomi  ada berbagai aspek, misal penderita mengalami gangguan fisik dan psikis. Seperti, mengalami kanker payaudara, jika ia melahirkan tidak bisa menyusui anak, dan skizofrenia (gila) kalau ia melahirkan, siapa yang akan mengurus anaknya?

Yang pasti, resiko menurut Tubektomi adalah terjadi kemandulan permanen. Jika berkeinginan lagi punya anak, sangat sulit buat menyambungkan Tuba Falofi yg sudah putus. Jikapun bisa, nomor keberhasilan nisbi mini .

Kemudian, tindakan Tubektomi terkait pembedahan, kemungkinan resiko infeksi & perdarahan mampu saja. Tetapi insiden infeksi atau perdarahan akibat Tubektomi belum pernah pada laporkan. Artinya, tindakan Tubektomi nir mengalami hambatan yg berarti.

Dari sisi pasien, hal primer yang harus pada siapkan adalah persetujuan berdasarkan suami, bahwa anda nir mampu lagi menambah keturunan. Kemudian, berikan penerangan dan alasan pasti mengapa hal tadi harus di lakukan. Sebaiknya, waktu dianjurkan petugas kesehatan, suami dilibatkan buat mendengar penerangan.

Jika suami telah setuju, maka yg wajib anda persiapkan menjelang operasi merupakan puasa kurang-lebih 6 jam sebelum operasi, mandi bersih, buka seluruh aksesoris yg terdapat di tubuh, dan berdoa agar segala tindakan berjalan lancar.

Saat ini, pilihan yg mengagumkan merupakan Laparaskopi, dimana sayatan dalam dinding perut minimal invasif ( tidak banyak melukai). Dan, proses penyembuhannya relatif cepat. Bisa 1 hari rawat inap. Seperti apa tindakan Tubektomi itu, bisa anda tonton di bawah ini :

Kesimpulan dan Saran

Tubektomi ditujukan buat menyelamatkan insan dari resiko terburuk yang akan terjadi. Tubektomi tidak diperuntukan memandulkan perempuan sehat yang masih produktif.

Jika nir terdapat tanda medis yg kuat, Tubektomi bukanlah pilihan yg bijaksana. Masih ada jenis kotrasepsi lain, yg tidak memberi impak mandul permanen.(Nurman)

Tenaga Kesehatan (Tidak) Kompeten Tersingkir oleh Permenkes No. 1796 | Bloggout

Medianers ~ Memasuki tahun 2013, tenaga kesehatan wajib menjalani Uji Kompetensi agar dapat Surat Tanda Registrasi (STR). Apa bila tanpa STR, bisa dianggap ilegal melakukan praktek klinik di Pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan tamat kuliah di bawah tahun 2012, mengalami pemutihan, dapat STR tanpa ujian.

STR ditelorkan oleh Pemerintah dengan tujuan meningkatkan kualitas dan kompetensi dalam rangka melindungi masyarakat. Tidak saja Perawat, seluruh tenaga kesehatan yang ada di Indonesia wajib memiliki STR. Kepastian peraturan itu, tertuang dalam PERMENKES RI NO. 1796/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan.

Selain tujuan tertulis, penulis berpendapat Peraturan ini lahir sebagai tameng untuk menangkis lulusan STIKes yang menjamur bak cendawan tumbuh setelah hujan. Tidak ada jaminan lulusan tersebut memiliki kompetensi yang bagus.

Dipostingan ini, penulis mengerucutkan khusus tenaga Perawat. Bahwa, tiap tahun Tamatan Akper/ STIKes baik negri maupun swasta di Indonesia sebanyak 26.928 orang. Dan, masih tidak ada jaminan tamatan ribuan tersebut memiliki kompetensi standar nasional.

Memang tidak semuanya diserap oleh bursa kerja, penuturan Sekjen PPNI, Harif Fadhillah pada wartawan Kompas (2011), bahwa hanya 4-10 persen dari 26.928 orang yang dapat pekerjaan, baik di instansi pemerintah, maupun swasta. Sisanya menguap entah kemana?

Bagi yang belum dapat pekerjaan, dan yang akan tamat, jika ingin jadi Perawat yang kompeten harus ikuti uji kompetensi yang diselenggarakan Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI). MTKI memiliki kewenangan penuh mengeluarkan sertifikat, dan apabila punya sertifikat kompetensi, maka berhak mendapatkan STR.

STR ini penting, selain keharusan sebagai warga negara taat hukum, juga penting untuk syarat melamar kerja, tanpa STR, pihak Klinik atau Rumah Sakit tidak dibenarkan merekrut

STR berlaku 5 tahun, setelah masa habis, wajib diperpanjang. Syarat memperpanjang STR ini terasa memberatkan. Perawat harus mengumpulkan Satuan Kredit Profesi (SKP) minimal 25 SKP selama 5 tahun. SKP didapatkan melalui pelatihan, seminar, workshop dan kegiatan ilmiah. Nilai SKP ditentukan oleh organisasi profesi.

Kurang enam tahun jadi Perawat (2007-2013), saya hanya mampu mengumpulkan nilai 7 SKP, angka tersebut saya dapatkan dari pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) dengan nilai 3, dan ditambah 2 pada Pertemuan Ilmiah Tahunan HIPKABI. Dan, 2 SKP lagi saya dapatkan pada Seminar bertajuk " Uji Kompetensi bagi Perawat" yang diadakan alumni di bekas kampus.

Mengikuti seminar,pelatihan dan temu ilmiah yang mampu menghasilkan nilai SKP bukan saya tidak mau. Malahan senang, ilmu terupdate, sahabat bertambah dan wawasan juga semakin luas. Tapi, biaya mengikuti kegiatan yang dimaksud, mahalnya lumayan ampun. Sebut saja pelatihan BTCLS, kisaran biaya pendaftaran 4-6 juta, belum termasuk akomodasi dan transportasi. Begitu juga dengan pelatihan yang lain, mahal.

Untuk memenuhi syarat perpanjangan STR ini, saya pribadi merasa keberatan. Bagaimana dengan Perawat honorer, tentu mereka berfikir seribu kali untuk ikut, gaji saja tidak cukup untuk makan.

Yang jadi pertanyaan mendasar, Apakah tanpa STR Perawat dikatakan tidak memiliki kompetensi atau berkompeten? Merunut dari pengertian Uji kompetensi dalam Bab 1, pasal 1, ayat 3, Uji Kompetensi adalah suatu proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi. Jika hanya mengukur pengetahuan, ketrampilan, dan sikap rasanya tidak perlu dipaksakan harus mengumpulkan 25 SKP. Banyak cara untuk belajar, tidak mutlak harus pelatihan,atau temu ilmiah,dll.

Baca juga : Cara Registrasi Online STR Tenaga Kesehatan

Jika hanya untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap. MTKI cukup dengan serangkaian tes/uji saja, baik ujian tulis, maupun ujian praktek dan wawancara.

Berhubung Permenkes No. 1796 baru mulai dijalankan, hendaknya segenap organisasi profesi, terutama PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) menyelenggarakan kegiatan ilmiah yang murah dan mudah bagi anggota agar kuota SKP terpenuhi. Jika tidak, secara tidak langsung Perawat (tidak) berkompeten telah tersingkir dari profesinya.(AW)

Manfaat Melatih Gerakan Motorik Anak | Bloggout

Memasuki usia 4 bulan, ia sudah mampu menelungkup tanpa bantuan, dan telah bisa memegang mainan ataupun menghisap jari. Jika dibiarkan menghisap jari terus-menurus tentunya tidak baik untuk pencernaan, sebab beresiko terjadinya diare, jari tangan salah satu media penyebar infeksi.

Saat anak saya lahir, ia dapat hadiah dari Mak Adang nya  yang tinggal di Jakarta. Yaitu, Baby Fitness, berhubung mulai menunjukan gerakan motorik kasar, maka Baby Fitnesskiriman itu, sangat dirasakan manfaatnya.

Kebiasaan menghisap jari bisa di alihkan dengan melatih gerakan tangannya menggunakan alat/mainan yang menarik ( Baby Fitness) . Selain itu, juga gerakan tangan dan jari pun semakin lincah.

Gerakan kaki juga semakin aktif untuk mendorong boneka plastik yang tergantung. Bunyi-bunyian yang dihasilkan dari gesekan, semakin membuat anak semakin semangat melakukan gerakan menampar, memegang dan mendorong.

Baca Juga:

Potret Heroik Perawat Maude Callen, di Ganjar Sejumlah Penghargaan| Bloggout

Medianers ~ Majalah TIME (1951), pernah menerbitkan kisah heroik seorang Perawat lulusan Florida A&M University. Ia bernama Maude Callen. Kisah heroiknya terungkap berkat jepretan Fotografer kawakan, W. Eugene Smith.

Maude Callen lahir di Quincy, Florida, yatim piatu, tiga belas orang bersaudara. Ia dibesarkan oleh pamannya, Dokter William J. Gunn. Setelah lulus di Florida A&M University, Maude Callen melanjutkan pendidikan (kursus) Keperawatan di Tuskegee Institute Alabama. Serta mengambil keahlian tentang perawatan Tuberculosis di Homer G.Phillips Hospital, in St. Louis, Missouri.

Selesai menimba ilmu Keperawatan, tahun 1923 Maude Callen di tugaskan di Carolina Selatan (AS), tepatnya di kawasan Pineville, Berkeley County. Masa itu, Carolina Selatan terbilang daerah tertinggal, kumuh dan miskin. Belum ada jaringan listrik, dan telepon. Jalanan becek, belum ada aspal, dan alat transportasi seperti mobil, hanya ada dua unit. Diduga 2 persen orang kulit putih menetap di sana, sisanya orang kulit hitam.(Wikipedia).

Maude Callen, salah satu dari 9 orang Perawat yang ada di Carolina Selatan. Pekerjaan yang ia lakoni begitu berat. Tahun pertama berada di sana, diperkirakan ia membantu persalinan hingga 800 kali . Ia tidak saja berfungsi sebagai Perawat, tapi merangkap jadi Bidan, Dokter, Apoteker, Ahli Gizi, dan Psikolog, karena tenaga kesehatan masa itu sangat terbatas.

Maude Callen tidak saja duduk di klinik, melainkan menjemput "bola," mengunjungi pasien kerumah-rumah, dan siap dipanggil 24 jam.  Selain menolong persalinan, Maude Callen juga mengobati pasien patah tulang, demam tinggi, sakit kepala, TBC, dan memberi penyuluhan, serta melatih wanita (penduduk) menjadi Bidan terampil.

Pada tahun 1936, Maude Callen di bawah naungan Dinas Kesehatan Berkeley County melebarkan sayap untuk memberikan pelatihan Bidan bagi wanita kulit hitam yang ada di daerah- daerah yang jauh dari jangkauan. Pelatihan yang diberikan, seperti perawatan sebelum melahirkan dan pasca melahirkan.

Kemudian, Maude Callen juga memperlebar eksvansinya ke 9 sekolah yang ada di Carolina Selatan, untuk memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mata, serta menjalankan program imunisasi.

Atas pengabdian Maude Callen pada masyarakat, membuat W. Eugene Smith, seorang  Fotografer legendaris tertarik  menjepret setiap aktivitas kehidupannya menolong pasien.

W. Eugene Smith tidak hanya menjepret, namun membingkai kehidupan Maude Callen dalam bentuk "foto essai " yang berjudul" W. Eugene Smith’s Landmark Photo Essay, ‘Nurse Midwife’ ." Karya W. Eugene Smith tersebut diterbitkan oleh Majalah TIME, dalam rubrik LIFE (1951).

Setelah foto itu dikonsumsi publik, banyak orang-orang berdecak kagum akan pengabdian Maude Callen, beliau menghabiskan separuh hidupnya di daerah pedalaman yang minim fasilitas. Alhasil, tanpa diminta, tanpa dikehendaki baik oleh Maude Callen, maupun W. Eugene Smith, secara sporadik pelanggan Majalah TIME tergugah menyumbangkan uangnya. Alhasil, uang terkumpul sebanyak 20.000 dollar AS, ditujukan untuk membangun klinik representatif di Pineville, Berkeley County, Carolina Selatan.

Atas berbagai pengorbanannya, Maude Callen juga diganjar sejumlah penghargaan, sebagaimana yang di publikasikan Wikipedia , diantaranya:

  1. 1981 – Named Outstanding Older South Carolinian by the South Carolina Commission on Aging, and presented the Order of the Palmetto by Governor Richard W. Riley.
  2. 1983 – Featured in a segment of “On the Road with Charles Kuralt”.
  3. 1983 – Honorary Doctor of Humanities degree from Clemson University, to honor her “for serving the people of Pineville ‘who she birthed, nursed, comforted, sometimes clothed and fed, and even taught to read.’
  4. 1984 – The Alexis de Tocqueville Society Award (United Way of America), for sixty years of service to her community.
  5. 1984 – The Jefferson Award for Public Service for “Greatest Public Service Benefiting the Disadvantaged”.
  6. 1984 - American Institute of Public Service Award.
  7. 1989 – Honorary degree by the Medical University of South Carolina (MUSC). The MUSC College of Nursing also created the Maude E. Callen Scholarship for nursing students.
  8. 1998 - The Callen-Lacey Center for Children, an emergency shelter for children in Berkeley County, is dedicated in her memory (along with that of Dr. William H. Lacey).
  9. Berkeley County Chamber of Commerce’s Honorary Citizen’s Award.
Koleksi Foto Maude Callen, Karya W. Eugene Smith. Penulis ambil dari situs life.time.com.Dipublikasikan sebanyak 46, dan Penulis publish 7 gambar. Silahkan dinikmati, dan ambil hikmahnya:

Maude Callen sedang melakukan perawatan pada pasien. ' Photo Essai' di terbitkan oleh Majalah TIME.

Maude Callen sedang membantu persalinan./ Dok: W. Eugene Smith—Time & Life Pictures/Getty Images

Maude Callen sedang menolong pasien patah tulang (gips). Dok: W. Eugene Smith—Time & Life Pictures/Getty Images

Maude Callen saat mengunjungi pasien dengan menggunakan lampu petromak. Dok: W. Eugene Smith—Time & Life Pictures/Getty Images

Maude Callen mengusap kepala pasiennya yang sedang terisak menangis saat Home Care./ Dok: W. Eugene Smith—Time & Life Pictures/Getty Images

Situasi di Klinik Maude Callen./ W. Eugene Smith—Time & Life Pictures/Getty Images

Maude Callen sedang melintasi jalan berlumpur untuk mengunjungi pasiennya.Dok: W. Eugene Smith—Time & Life Pictures/Getty Images

Maude Callen tidak menuntut kesejahteraan, juga tidak minta penghargaan pada siapa pun. Ia hanya berbuat demi kebaikan masyarakat. Kisah heroik Maude Callen telah menginspirasi penulis, hendaknya juga pembaca, bahwa apa yang kita lakukan akan menuai hasil, baik di dunia maupun di akhirat, meskipun itu kecil, tidak se heroik apa yang di dapatkan Maude Callen.

Besar kecilnya penghargaan, bukanlah tolak ukur dari kesyahihan pengabdian. Tergantung, dimana kita berada. Maude Callen termasuk orang yang beruntung, segala kegiatannya dapat perhatian dari Fotografer,sekaligus wartawan, sehingga masyarakat luas menjadi tahu.

Apa yang telah dilakukan Maude callen, penulis yakin, tokoh seperti beliau juga ada di Indonesia yang tidak terpublikasi. Semoga kisah Maude Callen memberi inspirasi pada kita semua. (Nurman/Dihimpun dari berbagai sumber).

close
Banner iklan disini