WHAT'S NEW?
Loading...

Ini Dia Batu Akik Raflesia Bengkulu Harga Tak Terkira| Bloggout

" Apo namo batu cincin nan Uda gunakan tu?" ( Apa nama batu akik yang Uda kenakan itu?) Tukang Pangkas menjawab, " Raflesia Bengkulu." Tanpa aku tanya dari mana dapatnya? Uda tukang pangkas sembari mencukur rambut menceritakan menggunakan bahagia hati, pengakuannya, Batu Akik yang beliau gunakan tadi anugerah temannya yang membawa berdasarkan Bengkulu, berhubung batu tadi kelihatan warnanya mengarah oranye belia, teman yg memberi tersebut nir tertarik buat mengasah bahan mentah tadi, sebab biasanya batu akik raflesia bengkulu berwarna oranye akan tetapi menunjuk kemerah-merahan, bukan kekuning-kuningan.

Kemudian bahan yg belum diasah tersebut, jua terlihat kecil pada mata temannya itu. Atas dasar demikian, ditawarkannya Uda tukang potong, bila mau, silahkan olah jadikan cincin. Tanpa pikir panjang, Uda Tukang Pangkas mencari Ring yang cocok dengan jarinya, lalu mengasah bahan mentah tersebut di Rumah. Selain memangkas rambut, Uda itu juga mengasah Batu Akik di rumahnya pada Si tujuh, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Setelah di asah dan pada pasang ring, Uda tukang potong pun terkejut melihat hasilnya, dia tidak menyangka sebagus sekarang. Dan, ia pun memuji batu akiknya dengan sumringah.

Lalu ia minta tanggapan aku bagaimana batu akik yg beliau kenakan tadi, bagus atau tidak? Dari pandangan umum , jelas saya menyukai batu akik raflesia bengkulu yg beliau kenakan. Alasannya, selain body glass, saya mengamati batu akik yang seperti campago limau manih yang terpasang pada jari manisnya itu telah mulai memancarkan kristal sehingga kelihatan lebih hidup & bercahaya.

Tanpa disadari, rambut saya nyaris selesai di potong oleh Uda tukang potong. Setelah terselesaikan semuanya, bersih-bersih dan merapikan posisi duduk, aku tanyakan,"berapa harganya?" Mau tidak saya jual di Media Online? Uda tukang pangkas gundah menjawab, " berapa yadanquot; malahan beliau bertanya balik pada saya. Saya jawab, "nir tau." Saya lagi, " bila Uda ragu harga pastinya, kira-kira saja berapa nominal rupiahnya?" Uda tukang potong pun, tidak sanggup memperkirakan berapa harganya.

Mungkin, ia bingung berapa mau dijual, lantaran modalnya cuma beli ring saja, sekitar Rp.65.000,- an sedangkan batu raflesianya pada kasih teman, jadi berapa mau dijual, jika di bilang jutaan, nanti kemahalan, bila pada sebut ratusan mungkin terlalu murah, mengingat batunya bagus.

Jadi Uda tukang pangkas galau sendiri ketika aku tawar, sehingga harganya tidak terkira atau nir mampu diperkirakan.(Nurman)

0 comments:

Post a Comment