WHAT'S NEW?
Loading...

Kasus Buvanest Berganti Label Asam Tranexamat| Bloggout

Obat bius menjelang operasi yang di suntikan melalui punggung itu ternyata pada duga bertenaga bukan Buvanest 0,5 % heavy melainkan obat injeksi mengandung anti perdarahan Asam tranexamat lima ml. Hal itu bisa terjadi lantaran salah memasang label/ etiket obat waktu pada pabrik.

Dari output penyelidikan, BPOM mengambil kebijakan ke 2 obat injeksi produk PT. Kalbe Farma tersebut ditarik dari sirkulasi buat mencegah korban berikutnya.

Kasus obat bius Buvanest 0,lima% heavy menggunakan Asam tranexamat lima mililiter yg labelnya tertukar, mengisyaratkan pada petugas kesehatan, terutama Perawat yang identik menyuntik pasien setiap hari di Rumah Sakit agar lebih berhati-hati. Dan selalu mempertinggi kewaspadaan.

Prinsip 12 benar wajib diterapkan dalam pemberian obat, saya yakin akan mampu meminimalisir faktor " human error."  Jika ditemui masalah setelah pemberian obat, mungkin Perawat atau petugas kesehatan yang memasukan obat tidak akan terjerat kasus, sebab telah menjalani prosedur dengan tepat.

Setelah menerapkan prinsip 12 sahih saat hadiah obat masih ditemui kendala, pertanyaanya ada apa dengan obatnya? Sebagaimana output investigasi BPOM RI di dapati ada kesalahan ketika pelabelan obat sehingga obat tidak sinkron isi menggunakan mereknya, yg akhirnya BPOM mencabut biar aliran buvanest 0,lima % heavy dan Asam tranexamat produksi Kalbe Farma.

Bukan tidak mungkin kasus serupa akan menyusul pada waktu lain oleh perusahaan farmasi lainnya suatu hari nanti,  Perawat sebagai ujung tombak pelayanan yang paling   utama adalah jangan sampai lupa menerapkan prinsip 12 benar saat pemberian obat.(*)

0 comments:

Post a Comment