WHAT'S NEW?
Loading...

Mandi di Batang Air Sungai Limau Dapat Buang Sial| Bloggout

Batang Air Sungai Limau tampak higienis dan jernih, jemaah yg akan menunaikan sholat jum'at di Masjid Jamiak, umumnya mandi dulu pada btg air ini. Demikian jua hari-hari biasa, rakyat lebih kurang memanfaatkan kebersihan & kejernihan air ini untuk membasuh badan dan pakaian.

Batang Sungai Limau tidak dalam, juga tidak dangkal, kira-kira kedalamannya setinggi lutut orang dewasa, dan lebarnya sekitar 5 meter. Ikan yang ada dalam sungai terbilang banyak, sebab kesepakatan warga, dan pemuka masyarakat ikan yang ada di dalam sungai  dilarang di ambil, boleh diambil 1 tahun sekali, bertepatan dengan 1 minggu sebelum acara peringatan Maulid Nabi yang di selenggarakan di Masjid Jamiak.

Warga yg berdekatan dengan Batang Sungai Limau, misalnya jorong batu Benggaum, Simpang tanjung alai. Warga kampung dadok percaya akan mudharat menurut doa larangan yg telah dikumandangkan sang alim ulama. Mengambil ikan sebelum waktunya datang, maka yg bersangkutan, apabila memakan akan mengalami kesengsaraan, seperti perut buncit & penyakit berbahaya lainnya. Maka menurut itu, tidak terdapat masyarakat yang berani mengambil ikan embargo di batang Sungai Limau sebelum waktunya datang.

Kearifan lokal setempat, membawa pengaruh positif akan kebersihan batang air dan kelestarian ikan yg terdapat dalam sungai. Kesepakatan masyarakat, tokoh masyarakat & alim ulama, ikan larangan btg air sungai limau nir boleh diambil dengan cara membius, setrum, dan tuba. Saat waktunya tiba, rakyat diperkenankan menangkap ikan menggunakan cara memancing, & dengan cara tradisional lainnya.

Setiap menjelang peringatan maulid Nabi, batang Sungai Limau dikerubungi masyarakat, anak-anak dan orang dewasa berpacu menangkap ikan, dan pada tepi sungai banyak pula pondok-pondok yang berjualan. Seperti mie instan dan gorengan. Sayangnya Medianers tidak dapat mendokumentasikan berupa foto.

Kejernihan dan keasrian air btg Sungai Limau jua pada percaya bisa membuang naas, "apabila orang yang merasa selalu naas, maka relatif mandi dan niatkan sial yang dialami selama ini, akan hanyut sesudah selesai mandi," hal tersebut, diungkapkan Ajo Ali, 38 tahun, masyarakat setempat.

Pendapat penulis sendiri, apabila mandi di batang air Sungai Limau, badan terasa segar, pikiran jadi tenang, mendengar arus sungai yang riak-riak, jadi pikiran sial yg selama ini membebani, seakan hilang seketika.

Akses menuju batang Sungai Limau terbilang rumit, sebab letaknya di bawah bukit. Jika menurut arah Pariaman, sebaiknya masuk melalui simpang Masjid Jamiak, Talang Kuning, jorong Batu Benggaum, buat mencapai tepi sungai sanggup menggunakan kendaraan roda dua lebih kurang 1 Km berdasarkan simpang Talang Kuning. Dan, parkir motor mampu pribadi pada tepi sungai.

Apabila pembaca sekitaran Pariaman, Sumbar tertarik buat mandi secara alami dan membuang naas di btg Sungai Limau. Silahkan kunjungi, tidak dipungut biaya , & pengunjung juga sanggup membawa kuliner menurut rumah & sholat pada Masjid Jamiak. (Nurman)

0 comments:

Post a Comment