WHAT'S NEW?
Loading...

Metode Penularan Cacing Pita Pada Manusia | Bloggout

Cara-Penularan-Cacing-Pita-Pada-Manusia

[ 14/03/2020 09:02:22 ] Seiring denga banyaknya email yg masuk agar postingan pada blog ini selalu uptodate dan bermanfaat, Maka postingan kali ini ialah "Cara Penularan Cacing Pita Pada Manusia" yang sudah diterbitkan pada tanggal 14/03/2020 09:02:22, Mari kita simak sampai selesai berikut ulasan Cara Penularan Cacing Pita Pada Manusia:

  • Penularan melalui daging binatang yang dikonsumsi sehari-hari seperti daging sapi, kerbau dan babi. Ketiga binatang tersebut memang terbukti mengandung larva cacing pita atau sistisekus.
  • Makanan, minuman dan lingkungan yang tidak bersih dan memungkinkan tercemar oleh telur cacing pita tersebut.
  • Penularan terhadap penderita di mana tinjanya yang mengandung telur cacing pita atau segmen tubuh (prolglotid).

Terimakasih sudah membaca sampai selesai "Cara Penularan Cacing Pita Pada Manusia" semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu, Dan kamu juga dapat membaca postingan sebelumnya yang menarik untuk dibaca yaitu : Jenis Suntik Silikon dan Efek Samping yang Wajib Anda Ketahui

Demikian penjelasan mengenai penyebaran atau penularan cacing pita pada manusia. Artikel lainnya artikel mengenai Penyakit dan gejala usus buntu.

Selain itu faktor lingkungan bersih juga sangat penting buat memutuskan siklus hidup dari cacing pita atau taenia tersebut. Karena lingkungan yang kotor justru menjadi sumber penyebaran terbesar dan tercepat cacing pita melalui binatang peliharaannya lalu kepada manusia itu sendiri.

Nah itulah penjelasan mengenai cara penularan cacing pita pada manusia. Setelah mengetahui cara penularannya tersebut maka perlunya dilakukan pengendalian supaya persebaran cacing pita pada diri manusia jumlahnya tidak semakin banyak. Cara pengendaliannnya salah satunya ialah dengan memutuskan siklus hidupnya dengan beberapa obat yang telah direkomendasikan oleh dokter yaitu Atabrin, Librax dan Niclosamide. Sedangkan buat pencegahan dari binatang itu sendiri harus dilakukan vaksinasi pada ternak terutama pada babi.

Salah satu bukti penyebaran taenia atau cacing pita dalam tubuh manusai yang khususnya hidup dalam iklim tropis seperti Indonesia ialah provinsi Papua yang telah ditemukan sebesar 66,% atau 106 dari 160 responden positif menderita taeniasis solium yang berasal dari daging babi. Dari kasus tersebut bisa disimpulkan bahwa proses penularan cacing pita pada manusia itu sendiri ialah sebagai berikut:

Membahas mengenai cacing pita, kali ini akan dijelaskan secara detail cara penularan cacing pita pada manusia. Cacing pita atau taenia dewasa tersebut hidup dalam usus manusia yang disebut dengan induk semang definitif. Dalam fase pertumbuhan cacing pita tersebut dalam diri manusia melalui inang antara sapi, kerbau dan babi yang mengandung telur yang masuk dalam tubuh dalam bentuk makanan yang kemudian mengeluarkan embrio dengan cara mengikuti sirkulasi darah yang berangsur-angsur akan tumbuh sistiserkosis yang infektif di dalam otot tertentu.

Cacing pita atau dalam dunia medis disebut dengan Taenia ini merupakan binatang dalam spesies animalia, filum, platyhelminthes. Taenia ini merupakan salah satu parasit vertebrata yang menginfeksi dalam tubuh manusia, dan binatang di antaranya babi, sapi dan kerbau. Sehingga kemungkinan besar cacing pita tersebut bisa ditularkan melalui daging sapi, babi, dan kerbau yang mungkin dari salah satu daging tersebut sering Anda konsumsi.

0 comments:

Post a Comment