WHAT'S NEW?
Loading...

Berikut Mengenal Ciri-Ciri Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya | Bloggout

Mengenal-Ciri-Ciri-Anak-Hiperaktif-dan-Cara-Mengatasinya

[ 14/03/2020 09:06:14 ] Seiring denga banyaknya email yg masuk agar postingan pada blog ini selalu uptodate dan bermanfaat, Maka postingan kali ini ialah "Mengenal Ciri-Ciri Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya" yang sudah diterbitkan pada tanggal 14/03/2020 09:06:14, Mari kita simak sampai selesai berikut ulasan Mengenal Ciri-Ciri Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya:

  • Faktor Neurologik
  • Faktor Genentik
  • Faktor Toksin
  • Sebagai orang tua tentunya menginginkan keadaan anaknya yang sempurna, maka buat mewujudkan keinginan Anda, segera periksakan dengan cara berkonsultasi mengenai masalah yang sedang anak Anda alami kepada seseorang yang memang sudah ahli dalam bidangnya.
  • Selalu memberi perhatian, bukan hanya mengecekkan ke dokter saja melainkan Anda juga harus memberikan perhatian yang lebih dibandingkan anak normal pada biasanya. Hal ini bertujuan agar dapat membangkitkan rasa kepercayaan diri, mengenali arah minatnya dan lainnya.
  • Menurut Dr. Mary Go Setiawani (2000: 137-141), mengatakan bahwa mengatasi hipertensi juga diperlukan asupan gizi seperti memberikan makanan seperti sayuran, yogurt, kacang-kacangan, sereal sehat dan buah-buahan.

Terimakasih sudah membaca sampai selesai "Mengenal Ciri-Ciri Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya" semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu, Dan kamu juga dapat membaca postingan sebelumnya yang menarik untuk dibaca yaitu : Jenis Makanan Penambah Berat Badan

Nah itulah beberapa penjelasan mengenai ciri-ciri anak hiperaktif dan cara mencegahnya. Artikel lainnya artikel tentang Ciri-ciri anak autis.

Cara Mengatasi Hiperaktif

Untuk faktor ini dikarenakan oleh faktor makanan yang banyak mengandung bahan kimia dan suplai yang setiap harinya mempengaruhi fungsi anak sehingga berefek pada pengindraan, perasaan dan tindakan.

Faktor genetik atau keturunan memang merupakan salah faktor yang banyak dialami pada anak hiperaktif. Kemungkinan 25-35% dari orang tua dan saudara yang memiliki riwayat hiperaktif akan diturunkan kepada anaknya kelak.

Untuk faktor faktor yang pertama dikarenakan oleh insiden hiperaktif lebih beresiko kepada bayi yang mengalami proses persalinan yang lama, distress fetal, dan persalinan dengan cara ekstraksi forcep. Selain itu juga dikarenakan karena bayi lahir dengan berat badan kurang, ibu hamil terlalu muda, ibu yang merokok dan minun alkohol.

Faktor Penyebab Hiperaktif

Sedangkan buat ciri-ciri atau gejala psikis atau sifat anak hiperaktif secara umum memiliki sifat yang sangat agresif, tidak dapat tenang, susah buat bergaul dengan teman sebayanya, susah buat berkonsentrasi,dan lain sebagainya.

Secara umum ciri-ciri atau gejala fisik anak hiperaktif ialah alergi shiner atau lingkaran hitam di bawah mata atau yang sering kita sebut dengan mata panda, mengalami gangguan tidur, muncul alergi (eksim, gatal-gatal dan asma). Selain itu sering mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit, sering merasakan sakit kepala dan kaki terasa sakit saat di malam hari.

Ciri-ciri Anak Hiperaktif

Kita mungkin pernah mendengar istilah hiperaktif atau merupakan sebuah kelainan terhadap gangguan spikis atau tingkah laku berlebihan yang berbeda dengan anak pada biasanya. Selain itu hiperaktif juga mempengaruhi terhadap fisik anak tersebut. Pengertian lain dari hiperaktif ialah istilah yang mengambarkan prilaku tidak tenang yang dipopulerkan dengan istilah Attention Deficit Hyperaktivity Disorder (ADHD) yang artinya ialah gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktif. Jadi kesimpulannya hiperaktif merupakan tingkah laku yang berlebihan yang tidak terkontrol dan tidak terarah.

Anak atau keturunan dengan memiliki fisik dan spikis sempurna meruapakan dambaan setiap orang tua. Namun, tidak jarang kita temui bocah yang memiliki ketidaksempurnaan baik secara fisik maupun spikis. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan bagi orang tua yang memiliki anak yang memiliki kekurangan tersebut, selain itu banyak upaya yang mereka lakukan buat mengurangi bahkan berniat buat menyempurnakan keadaan anak mereka agar terlihat seperti anak pada biasanya.

0 comments:

Post a Comment