WHAT'S NEW?
Loading...

Berikut Sebab Rambut Rontok Setelah Melahirkan dan Cara Mengatasinya

Sebab-Rambut-Rontok-Setelah-Melahirkan-dan-Cara-Mengatasinya

[ 14/03/2020 09:31:37 ] Seiring denga banyaknya email yg masuk agar postingan pada blog ini selalu uptodate dan bermanfaat, Maka postingan kali ini ialah "Sebab Rambut Rontok Setelah Melahirkan dan Cara Mengatasinya" yang sudah diterbitkan pada tanggal 14/03/2020 09:31:37, Mari kita simak sampai selesai berikut ulasan Sebab Rambut Rontok Setelah Melahirkan dan Cara Mengatasinya:

Inilah Sebab Rambut Rontok Setelah Melahirkan

Tips Mengatasi Rambut Rontok Setelah Melahirkan

Terimakasih sudah membaca sampai selesai "Sebab Rambut Rontok Setelah Melahirkan dan Cara Mengatasinya" semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu, Dan kamu juga dapat membaca postingan sebelumnya yang menarik untuk dibaca yaitu : Tips Merawat Rambut Ikal Agar Tetap Cantik dan Tidak Mengembang

Itulah sebab rambut rontok sesudah melahirkan dan beberapa tips mengatasinya. Lakukan perawatan di atas secara teratur buat meminimalisir kerontokan.

baca juga : cara membuat masker rambut alami

Menggunakan masker rambut alami juga baik buat mengatasi rambut rontok sesudah melahirkan.Gunakan masker yang terbuat dari bahan alami seperti minyak zaitun, lidah buaya, dan sebagainya. Masker alami memiki kandungan nutrisi yang tinggi dan baik buat kulit kepala dan rambut.

Gunakan masker rambut alami

Cara berikutnya ialah dengan memilih shampo yang cocok buat jenis rambut Anda. Lalukan keramas 2-3 kali dalam seminggu menggunakan shampo yang sesuai dengan jenis rambut Anda. Penggunaan shampo yang salah selain membuat rambut mudah patah dan rontok juga dapat timbulnya ketombe.

Pilih shampo yang cocok

Supaya rambut Anda tidak mengalami kerontokan yang parah, Anda disarankan buat tidak menggunakan alat perawatan rambut seperi catokan, hair dryer, dan alat rebonding. Ini karena penggunaan alat tersebut akan membuat suhu rambut panas dan mudah rontok.

Hindari penggunaan alat perawatan rambut

Tips mengatasi rambut rontok sesudah melahirkan berikutnya ialah dengan mengetahui cara menyisir rambut yang benar. Hal ini terkadang kurang disadari oleh perempuan. Untuk menyisir rambut yang benar pada saat keadaan basah Anda harus menggunakan sisir yang bergerigi jarang. Ini bertujuan agar rambut tidak tertarik dan rontok.

Sisir rambut dengan benar

Ketika dalam proses menyusui Anda harus menjaga dan memperlakukan rambut Anda dengan baik. Hindari perlakuan yang kasar dan dianjurkan buat melakukan dengan cara yang lembut buat menghindari trauma pada kulit kepala. Ini karena salah satu faktor yang mengakibatkan rambut rontok ialah trauma.

Perlakukan rambut dengan lembut

Setelah mengetahui sebab rambut rontok sesudah melahirkan, tips pertama yang bisa Anda lakukan buat meminimalisir kerontokan ialah dengan mengonsumsi makanan bergizi. Salah satu yang bisa dilakukan ialah melakukan diet sehat. Diet tersebut dapat Anda lakukan dengan mengonsumsi aneka sayuran dan buah-buahan. Buah-buahan segar mengandung senyawa flavonoid dan antioksidan, sedangkan sayuran hijau berguna buat menjaga kebutuhan foliken rambut. Selain itu, kandungan senyawa tersebut juga mampu mempercepat pertumbuhan rambut. Untuk itu Anda disarankan buat rutin mengonsumsi sayuran dan buah-buahan buat memenuhi kebutuhan rabut Anda.

Mengonsumsi makanan bergizi

Setelah melahirkan atau dalam proses menyusui memang terkadang terjadi kerontokan rambut dan hal tersebut tidak dapat dihindari. Karena dalam proses melahirkan terdapat banyak rambut yang mengalami fase istirahat sehingga rambut mengalami kerontokan. Untuk itu pada saat menyusui Anda disarankan buat melakukan beberapa perawatan dengan tujuan meminimalisir terjadinya kerontokan rambut yang parah. Berikut tips mengatasi rambut rontok yang perlu Anda ketahui.

Dengan adanya proses kelahiran, akan terjadi lebih banyak rambut yang memasuki fase istirahat kemudian rambut tersebut akan terdorong keluar antara 3-6 bulan sesudah melahirkan. Setelah itu kebanyakan  perempuan akan kembali siklus pertumbuhan rambut normal kembali pada 6-12 bulan sesudah melahirkan.

Dalam siklus pertumbuhan rambut normal biasanya dibedakan menjadi dua fase, yakni fase pertumbuhan dan fase istirahat. Pada fase pertumbuhan berlangsung 3 tahun serta fase istirahat dapat berlangsung 3 bulan. Durasi ini juga berbeda antara satu orang ke orang lainnya. Umumnya 85%-95% rambut masih di fase pertumbuhan. Dan pada fase istirahat, rambut berada di foliken hingga rambut tersebut di dorong keluar oleh rambut yang baru tumbuh serta presentasinya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ahli kesehatan Inggris, Philips Kingsley mengungkapkan jika terdapat sekitar 50 persen perempuan mengalami kerontokan rambut sesudah melahirkan dan akan berangsur-angsur normal kembali. Hal ini berbeda jika ibu tersebut mengalami depresi sesudah melahirkan. Kabar baiknya ialah saat ibu mengalami kerontokan rambut sesudah melahirkan akan sembuh secara alami, walau jika mengalami hal sebaliknya maka disarankan buat mengecekkan ke dokter agar dapat penanganan yang lebih baik.

Pada masa kehamilan perubahan hormonal biasanya akan membuat rambut anda akan terlihat lebih cantik, lebih halus, dan berkilau. Rambut tidak rontok, bahkan warna rambut dapat berubah. Biasanya perempuan akan kehilangan 100 helai rambut dalam setiap harinya. Namun pada masa kehamilan hal itu tidak akan terjadi. Umumnya antara 3-6 bulan sesudah melahirkan perempuan akan mengalami kerontokan parah. Tentu hal pertama yang dilakukan ialah mencari sebab rambut rontok sesudah melahirkan dan bagaimana cara mengatasinya.

Sebab rambut rontok sesudah melahirkan ada berbagai macam. Ini merupakan hal yang wajar dan hampir dialami oleh kebanyakan perempuan sesudah melahirkan. Masalah kerontokan ini disebut dengan istilah telogen effluvium. Kerontokan tersebut terjadi karena hormon androgen saat hamil. Bagi seorang perempuan, rambut merupakan bagian tubuh yang penting dan merupakan mahkota perempuan yang dapat penunjang penampilan. Wanita tentu akan shock jika rambut yang dimilikinya mengalami kerontokan yang cukup parah.

0 comments:

Post a Comment